Hyundai Sambut Subsidi Mobil Listrik Baterai Nikel, Pasar EV Bisa Makin Panas

Hyundai merespons rencana pemerintah yang akan memberi subsidi pembelian mobil listrik baru dengan mempertimbangkan penggunaan baterai berbasis nikel. Kebijakan itu disebut mulai bergulir bulan depan dan dinilai bisa menjadi dorongan baru bagi pasar kendaraan listrik di Indonesia.

Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto menilai insentif kendaraan listrik muncul di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak yang cukup signifikan. Menurut dia, mobil listrik dipandang sebagai salah satu solusi untuk menghadapi kondisi tersebut.

“Jadi diperlukan istilahnya pengganti untuk fuel price. Nah makanya pemerintah memberikan yang namanya insentif tersebut,” kata Fransiscus melansir Antara, Kamis (14/6).

Peluang untuk pasar EV

Fransiscus melihat kebijakan ini tidak hanya menguntungkan Hyundai. Ia menilai seluruh produsen yang bermain di segmen kendaraan listrik juga berpeluang merasakan dampaknya, termasuk pabrikan Jepang dan China.

Menurut dia, insentif dapat membantu meningkatkan penjualan kendaraan listrik di Indonesia. Dalam pandangannya, kebijakan itu bisa memperluas pasar sekaligus mempercepat adopsi EV di Tanah Air.

Nikel, Hyundai, dan ekosistem lokal

Wacana prioritas insentif bagi mobil listrik berbasis baterai nikel ikut memunculkan kaitan dengan Hyundai. Hal itu tidak lepas dari pembangunan pabrik di Karawang dan rencana penguatan rantai pasok baterai di dalam negeri.

Fransiscus mengatakan Hyundai sejak awal ingin memaksimalkan penggunaan nikel lokal dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Ia menegaskan langkah itu sejalan dengan upaya perusahaan membangun pabrik baterai di Karawang.

Menurut dia, Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Karena itu, pemanfaatannya dinilai dapat memberi kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Meski begitu, Fransiscus menegaskan kendaraan listrik berbasis baterai nikel tidak hanya diproduksi Hyundai. Ia menyebut ada merek lain yang juga memakai baterai nikel dan sudah melakukan produksi lokal di Indonesia.

Insentif tidak terbatas pada satu jenis baterai

Fransiscus juga menekankan bahwa kendaraan listrik berbasis baterai non-nikel tetap punya peluang memperoleh insentif dari pemerintah. Dengan demikian, kebijakan ini tidak otomatis menutup ruang bagi teknologi baterai lain.

Ia menambahkan Hyundai pada prinsipnya selalu mendukung kebijakan pemerintah. Perusahaan juga akan terus beradaptasi dengan kebutuhan konsumen dan regulasi yang berlaku di Indonesia.

Source: www.cnnindonesia.com
Terkait