Lelang Mobil Listrik dan Hybrid Naik 7 Persen, Pasar Bekasnya Mulai Terbentuk

Pasar mobil listrik dan hybrid bekas mulai menunjukkan pergerakan yang lebih nyata di balai lelang. Pada Kuartal I/2026, kontribusi kendaraan elektrifikasi di lelang JBA Indonesia naik 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan ini menarik perhatian karena terjadi saat mobil konvensional masih mendominasi hampir seluruh transaksi. Di tengah porsi yang masih kecil, peningkatan tersebut dinilai menjadi tanda awal bahwa pasar mobil listrik dan hybrid bekas mulai terbentuk.

Chief Operating Officer JBA Indonesia Deny Gunawan mengatakan, kontribusi mobil listrik dan hybrid terhadap bisnis lelang perusahaan masih berada di bawah 5 persen. Namun, minat terhadap dua jenis kendaraan ini disebut terus ada, terutama di wilayah Jakarta.

Menurut Deny, tren tersebut memperlihatkan bahwa kendaraan elektrifikasi perlahan makin diterima di pasar mobil bekas. Penerimaan itu juga mulai terlihat lewat mekanisme lelang, yang selama ini identik dengan kendaraan konvensional.

Pasar masih kecil, tetapi mulai produktif

Meski naik, penjualan kendaraan listrik dan hybrid di lelang masih berada di segmen yang sangat spesifik. Deny menyebut pasar ini masih bersifat niche dalam industri lelang otomotif.

Pada saat yang sama, mobil konvensional tetap menjadi penopang utama transaksi. Di JBA Indonesia, penjualan mobil konvensional pada Kuartal I/2026 masih mendominasi lebih dari 98 persen.

Dominasi itu menunjukkan bahwa adopsi kendaraan elektrifikasi di pasar sekunder belum merata. Namun, kenaikan kontribusi 7 persen memberi sinyal bahwa pergerakan pasar mulai lebih aktif dibandingkan tahun lalu.

Deny menilai penjualan mobil hybrid dan listrik kini mulai lebih produktif di lelang ketimbang pada Kuartal I/2025. Artinya, pertumbuhan tidak hanya terlihat dari jumlah unit yang masuk, tetapi juga dari kemampuan pasar menyerap kendaraan tersebut.

Jakarta jadi titik minat utama

Permintaan terhadap mobil listrik dan hybrid di balai lelang disebut paling terasa di area Jakarta. Wilayah ini menjadi salah satu indikator penting karena memiliki konsentrasi konsumen dan aktivitas kendaraan elektrifikasi yang lebih tinggi.

Kondisi itu sejalan dengan mulai meningkatnya populasi mobil listrik dan hybrid di jalan raya dalam beberapa tahun terakhir. Semakin sering kendaraan ini terlihat digunakan, semakin besar pula peluang pasar mobil bekasnya ikut tumbuh.

Kota-kota besar dinilai menjadi ruang awal terbentuknya pasar kendaraan elektrifikasi bekas di Indonesia. Lingkungan urban yang lebih cepat menerima teknologi baru ikut mendorong kemunculan minat di balai lelang.

Perkembangan ini penting bagi pelaku industri lelang karena membuka segmen baru yang sebelumnya belum terlalu signifikan. Walau masih kecil, pasar yang mulai terbentuk dapat menjadi dasar bagi pertumbuhan berikutnya.

Efisiensi dan pilihan model ikut mendorong minat

Meningkatnya minat terhadap mobil listrik dan hybrid bekas tidak berdiri sendiri. Salah satu faktor yang ikut mendorong adalah makin beragamnya pilihan model yang beredar di pasar.

Selain itu, kesadaran konsumen terhadap efisiensi bahan bakar juga disebut berperan. Faktor efisiensi ini membuat kendaraan elektrifikasi bekas mulai dilirik sebagai alternatif, terutama untuk penggunaan di kawasan perkotaan.

Dengan bertambahnya model di jalan, calon pembeli juga memiliki lebih banyak referensi sebelum masuk ke pasar mobil bekas. Hal itu membantu membangun kepercayaan terhadap kendaraan listrik dan hybrid, termasuk saat dibeli melalui lelang.

Balai lelang pada akhirnya menjadi salah satu kanal yang ikut merekam perubahan preferensi tersebut. Jika sebelumnya kendaraan elektrifikasi belum banyak terlihat di pasar sekunder, kini pergerakannya mulai lebih jelas meski porsinya belum besar.

Sinyal awal perubahan pasar mobil bekas

Kenaikan kontribusi 7 persen pada Kuartal I/2026 belum mengubah peta besar industri lelang otomotif. Namun, data itu memberi petunjuk bahwa kendaraan elektrifikasi tidak lagi sepenuhnya berada di pinggir pasar.

Perubahan ini juga menunjukkan bahwa pasar mobil bekas mulai menyesuaikan diri dengan perkembangan kendaraan baru. Ketika populasi mobil listrik dan hybrid terus bertambah di jalan raya, ekosistem kendaraan bekasnya ikut mulai tumbuh.

Bagi industri lelang, perkembangan tersebut dapat menjadi indikator awal perubahan struktur permintaan. Fokus pasar memang masih berada pada mobil konvensional, tetapi kehadiran mobil listrik dan hybrid kini mulai lebih terlihat sebagai segmen yang memiliki peminat nyata.

JBA Indonesia melihat pergerakan ini terutama di kota besar, dengan Jakarta sebagai area yang paling menonjol. Selama minat tetap terjaga dan unit kendaraan elektrifikasi terus bertambah di pasar, lelang mobil listrik dan hybrid diperkirakan akan tetap menjadi segmen yang terus bergerak di tengah dominasi mobil konvensional.

Source: otomotif.kompas.com
Exit mobile version