Denza B8 Makin Dekat, SUV 578 PS Berbobot 3,3 Ton Ini Siap Mengusik Pasar Indonesia

Denza B8 kian dekat ke pasar Indonesia setelah dipastikan meluncur di Malaysia pekan depan. Kehadiran SUV besar berteknologi plug-in hybrid itu di negara tetangga membuat peluang masuknya model ini ke kawasan regional semakin terbuka.

Menurut Paultan, Denza B8 dijadwalkan rilis pada 21 Mei 2026. Mobil ini lalu akan dipamerkan untuk umum di Bangsar Shopping Centre mulai 22 hingga 24 Mei 2026.

Langkah peluncuran di Malaysia menarik perhatian karena Denza B8 bukan SUV biasa. Model ini merupakan versi rebadge dari Fangchengbao Bao 8 asal Tiongkok, dengan karakter kuat sebagai SUV 4×4 besar yang membawa kombinasi tenaga tinggi dan teknologi modern.

Dari sisi desain, Denza B8 tampil dengan bentuk kotak dan gagah. Tampilan eksteriornya juga dibumbui penamaan fitur bernuansa futuristik, seperti lampu depan “Starship Wing” dan lampu belakang “Energy Thruster”.

SUV besar dengan tenaga tinggi

Denza B8 memakai konfigurasi dua motor listrik, masing-masing ditempatkan di poros depan dan belakang. Motor depan menghasilkan 272 PS dan 360 Nm, sedangkan motor belakang menyumbang 408 PS dan 400 Nm.

Sistem ini dipadukan dengan mesin bensin empat silinder turbo 2.0 liter khusus hybrid. Mesin tersebut menghasilkan 197 PS dan 350 Nm, sementara total output sistem mencapai 578 PS atau 425 kW dengan torsi 760 Nm.

Angka itu membuat Denza B8 berada di kelas performa yang tidak main-main untuk ukuran SUV besar. Akselerasi 0-100 km/jam diklaim bisa dicapai dalam 4,8 detik.

Sumber tenaga listriknya berasal dari baterai Blade berkapasitas 36,8 kWh. Baterai ini menawarkan jarak tempuh 115 km berdasarkan siklus NEDC atau sekitar 100 km WLTP.

Saat digabungkan dengan tangki bensin berkapasitas 91 liter, jangkauan totalnya diklaim bisa mencapai 905 km. Kombinasi ini menjadi salah satu daya tarik utama karena menawarkan mode berkendara listrik sekaligus fleksibilitas perjalanan jarak jauh.

Untuk pengisian daya, Denza B8 mendukung fast charging DC hingga 120 kW. Dalam skema ini, pengisian 30-80% disebut dapat selesai dalam 16 menit.

Pengisian AC juga didukung hingga 11 kW. Selain itu, tersedia fungsi vehicle-to-load atau V2L 6,6 kW AC untuk menyuplai daya ke perangkat eksternal.

Fokus ke kemampuan off-road

Karakter SUV 4×4 pada Denza B8 tidak berhenti di tampilan luar. Sistem penggeraknya bekerja seperti banyak PHEV asal China, yakni tenaga baterai dipakai secara eksklusif sampai sisa daya sekitar 25% state of charge, lalu mesin pembakaran internal aktif untuk menjaga level baterai tersebut.

Denza B8 juga dibekali differential lock di depan dan belakang. Kehadiran fitur ini mempertegas bahwa model tersebut memang disiapkan untuk medan yang lebih berat.

BYD juga membenamkan suspensi hidrolik DiSus-P terbaru. Suspensi ini dapat mengatur ketinggian mobil hingga 140 mm, memberi fleksibilitas lebih saat melintasi beragam kondisi jalan.

Untuk pasar luar Tiongkok, termasuk Malaysia, Denza B8 menggunakan velg hitam 20 inci. Ukuran ini sedikit lebih kecil daripada versi Fangchengbao Bao 8 di Tiongkok yang memakai velg 21 inci.

Pemakaian velg lebih kecil umumnya memberi keuntungan dari sisi kenyamanan. Ban dengan profil yang lebih mendukung biasanya lebih bersahabat saat melewati jalan rusak.

Kabinnya luas, tapi tetap menyisakan kompromi

Masuk ke kabin, Denza B8 menawarkan konfigurasi interior yang fleksibel. Kursi baris kedua dan ketiga dapat dilipat atau ditegakkan kembali secara elektrik hanya lewat tombol.

Kapasitas bagasi juga berubah cukup drastis sesuai konfigurasi kursi. Volume ruang barang mulai dari 147 liter dan bisa meluas hingga 920 liter.

Salah satu detail praktis yang menonjol adalah pengaturan ketinggian suspensi dari area bagasi. Fitur ini memudahkan proses bongkar muat barang, terutama mengingat dimensi kendaraan yang besar.

Namun tidak semua aspek dibuat serba otomatis. Pintu bagasi model samping, yang menjadi tempat ban serep menempel, masih harus dibuka secara manual.

Denza B8 sendiri tergolong sangat besar dan berat. Panjang bodinya hampir 5,2 meter dengan berat total sekitar 3,3 ton, menjadikannya jauh lebih berat dibanding kebanyakan mobil penumpang biasa.

Soal harga, model ini diperkirakan tidak akan murah. Nilainya diprediksi menembus RM300.000, sehingga menempatkannya di segmen premium dengan orientasi teknologi, performa, dan kemampuan jelajah yang tinggi.

Source: oto.detik.com

Berita Terkait

Back to top button