Ubi Cilembu kembali menarik perhatian karena dikenal punya rasa manis khas dan tekstur lembut saat dipanggang. Komoditas ini berasal dari Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dan populer sebagai ubi madu karena mengeluarkan cairan lengket seperti madu ketika dioven.
Daya tariknya tidak hanya ada pada rasa. Ubi ini juga punya warna yang berubah saat diolah, dengan daging krem kemerahan ketika mentah dan menjadi kuning saat dimasak.
Minat untuk menanamnya di rumah ikut meningkat seiring popularitas itu. Budidayanya dinilai tidak terlalu rumit dan bisa dilakukan pemula, baik di kebun maupun di pot atau karung bekas.
Kenali dulu karakter tanamannya
Ubi Cilembu termasuk varietas ubi jalar unggul dengan batang merambat dan daun berbentuk hati yang tumbuh lebat. Umbinya memanjang dengan ujung runcing, kulit putih kekuningan, dan daging berwarna kuning pucat hingga kuning cerah.
Soal lingkungan tumbuh, tanaman ini optimal di ketinggian 200-700 meter di atas permukaan laut dengan suhu sekitar 21-27 derajat Celcius. Meski begitu, tanaman ini masih adaptif di dataran rendah jika mendapat perawatan yang tepat.
Bibit jadi penentu hasil panen
Keberhasilan budidaya sangat bergantung pada bibit, media tanam, dan perawatan yang konsisten. Bibit yang baik akan sangat memengaruhi kualitas umbi saat panen.
Bibit Ubi Cilembu bisa berasal dari stek batang atau umbi. Untuk stek batang, pilih tanaman induk yang sehat, berumur minimal 2-3 bulan, dengan diameter sekitar 0,5-1 cm.
Jika memakai umbi, pilih yang minimal seukuran satu kepal tangan. Kondisinya harus sehat, tanpa luka, busuk, atau tanda serangan hama.
Langkah menyiapkan stek sebelum tanam
Batang yang dipotong idealnya memiliki panjang 20-30 cm. Setiap stek perlu menyisakan 5-7 ruas batang agar peluang tumbuhnya baik.
Pemotongan sebaiknya memakai pisau atau gunting yang tajam dan bersih. Sudut miring sekitar 45 derajat membantu memperluas area penyerapan air dan nutrisi.
Daun bagian bawah perlu dibuang, lalu sisakan 2-3 helai daun di bagian atas. Setelah itu, rendam bagian bawah stek dalam air bersih selama 1-2 jam untuk menjaga kelembaban.
Larutan hormon perangsang akar juga bisa digunakan untuk membantu pertumbuhan akar. Bila bibit berasal dari umbi, potong menjadi beberapa bagian dan pastikan tiap bagian memiliki minimal satu mata tunas yang terlihat.
Pilih bibit yang segar dan kuat
Seleksi bibit tidak boleh dilakukan asal. Stek yang dipilih harus segar, tidak layu, dan bebas hama atau penyakit.
Batang yang terlalu keras atau berkayu sebaiknya dihindari karena lebih sulit berakar. Pada bibit umbi, pastikan tidak ada tanda pembusukan atau serangan hama.
Jika penanaman belum dilakukan, bibit perlu disimpan sementara di tempat teduh dan lembab. Stek batang bisa ditancapkan pada pasir basah atau diletakkan jauh dari sinar matahari langsung.
Perawatan awal dan masa panen
Setelah tanam, perawatan yang konsisten menjadi kunci agar hasil tetap berkualitas. Dengan teknik yang tepat, ubi dapat menghasilkan umbi yang manis dan bertekstur lembut saat dipanen.
Masa panen Ubi Cilembu umumnya berada pada kisaran 4-5 bulan setelah tanam. Lama panen itu bisa berbeda tergantung kondisi lingkungan dan intensitas perawatan yang diberikan.
Selain enak, ubi ini juga punya nilai gizi yang baik karena mengandung karbohidrat kompleks, serat, vitamin A, vitamin C, dan berbagai mineral penting. Karena itu, Ubi Cilembu kerap digemari bukan hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai camilan sehat yang mudah dibudidayakan di rumah.
