Harga BBM per 18 Mei 2026 kembali menjadi perhatian karena pasar energi global masih bergerak fluktuatif. Dampaknya paling terasa pada BBM non-subsidi, terutama jenis diesel yang kini dipasarkan di level lebih tinggi di banyak SPBU.
Di tengah situasi itu, tiga nama yang paling banyak dibandingkan konsumen adalah Pertamina, Shell, BP, dan Vivo. Perbedaan harga antarpenyedia masih cukup lebar, sementara variasi antardaerah di dalam jaringan Pertamina juga tetap terlihat jelas.
Pertamina masih jadi acuan utama
Untuk wilayah Jawa, Pertalite masih dipatok Rp10.000 per liter. Pertamax berada di Rp12.300 per liter, Pertamax Green 95 di Rp12.900 per liter, dan Pertamax Turbo di Rp19.900 per liter.
Di kelompok diesel, harga terlihat jauh lebih tinggi. Dexlite berada di Rp26.000 per liter, sedangkan Pertamina Dex mencapai Rp27.900 per liter.
Pola serupa juga tampak di berbagai wilayah Indonesia. Di Jawa dan Bali, harga Pertamax serta Pertalite masih berada di level yang sama, sementara di sejumlah wilayah lain harga bisa lebih tinggi karena perbedaan pajak daerah, biaya distribusi, kondisi geografis, dan akses pengiriman bahan bakar.
Harga regional Pertamina tidak seragam
Di Aceh dan Sumatera Utara, Pertamax Turbo tercatat Rp20.350 per liter, Pertamax Rp12.600 per liter, dan Pertamina Dex Rp28.500 per liter. Dexlite dipasarkan Rp26.600 per liter, sedangkan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.
Di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, harga lebih tinggi lagi pada beberapa produk. Pertamax Turbo berada di Rp20.750 per liter, Pertamax Rp12.900 per liter, Pertamina Dex Rp29.100 per liter, dan Dexlite Rp27.150 per liter.
Kondisi serupa juga muncul di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara. Di wilayah itu, Pertamax Turbo dibanderol Rp20.750 per liter, Pertamax Rp12.900 per liter, Pertamina Dex Rp29.100 per liter, dan Dexlite Rp27.150 per liter.
Shell kembali jual diesel
Shell kembali aktif menjual BBM diesel setelah sempat mengalami keterbatasan pasokan sejak awal 2026. Kini Shell V-Power Diesel sudah tersedia lagi di sejumlah wilayah di Pulau Jawa, dengan harga Rp30.890 per liter per 9 Mei 2026.
Level harga itu menempatkan Shell di posisi tertinggi untuk segmen diesel di antara merek yang dibahas. Kembalinya pasokan juga membuat persaingan BBM diesel di SPBU swasta kembali ramai, meski harganya masih berada di level tinggi.
BP dan Vivo sama-sama bertahan di segmen premium
BP mencatat harga BP Ultimate Rp12.930 per liter dan BP 92 Rp12.390 per liter. Untuk diesel, BP Ultimate Diesel berada di Rp29.890 per liter.
Vivo menunjukkan pola yang relatif stabil sejak awal Mei 2026. Revvo 92 bertahan di Rp12.390 per liter, sedangkan Diesel Primus dipatok Rp30.890 per liter.
Jika dibandingkan, harga BBM swasta masih berkutat di segmen premium. BP dan Shell berada dekat di kelompok bensin tertentu, sementara Vivo dan Shell sama-sama menempatkan produk diesel di kisaran tertinggi pasar.
Dampak terbesar masih di diesel non-subsidi
Kenaikan harga terbaru paling terasa pada BBM diesel, terutama Dexlite dan Pertamina Dex. Di sejumlah wilayah, dua produk itu kini berada di kisaran Rp26 ribuan hingga Rp27 ribuan per liter, sehingga beban operasional kendaraan diesel ikut naik.
Untuk bensin non-subsidi, kenaikannya memang ada, tetapi masih tergolong lebih ringan. Pertamax dan Pertamax Green 95 tetap menjadi pilihan yang lebih rendah dibandingkan produk diesel premium, meski harganya juga ikut menyesuaikan pasar.
Secara umum, peta harga BBM per 18 Mei 2026 menunjukkan Pertamina masih paling luas jangkauannya dengan variasi harga regional, BP dan Shell bertahan di kelas premium, sedangkan Vivo tetap mengikuti tren harga swasta yang tinggi terutama pada diesel. Kondisi ini membuat konsumen perlu lebih cermat memilih jenis bahan bakar sesuai kebutuhan kendaraan dan wilayah pengisian.
Source: moladin.com