Keputusan Perodua untuk merakit lokal Ativa Hybrid menandai langkah baru setelah merek itu lebih dulu menguji pasar di Malaysia. Model ini sebelumnya hadir terbatas lewat skema sewa, bukan dijual langsung, untuk mengumpulkan data penggunaan harian sebelum masuk ke tahap produksi yang lebih serius.
Langkah tersebut menarik perhatian karena basis mobil ini juga sudah dikenal di Indonesia sebagai Daihatsu Rocky. Bedanya, Rocky yang debut di GIIAS 2025 masih berstatus impor utuh dari Jepang, sementara di Malaysia versi hybridnya justru bergerak menuju perakitan lokal.
Kepastian rencana ini disampaikan langsung oleh President & CEO Perodua, Dato Sri Zainal Abidin. Pernyataan itu muncul saat pabrik Perodua di Rawang menerima kunjungan Duta Besar Jepang untuk Malaysia, Noriyuki Shikata.
Menurut Zainal, perusahaan sedang memfinalkan sejumlah detail sebelum pengumuman resmi dilakukan. Beberapa hal yang masih disiapkan meliputi waktu produksi, penentuan harga jual, dan aspek lain yang terkait dengan peluncuran versi rakitan lokal.
Perodua juga menegaskan bahwa Ativa Hybrid versi rakitan lokal akan segera diproduksi. Pernyataan itu sekaligus menunjukkan bahwa proyek ini bukan keputusan mendadak, melainkan hasil proses yang sudah berjalan beberapa waktu.
Tes pasar jadi dasar keputusan
Pada 2022, Perodua mendatangkan 300 unit Ativa Hybrid ke Malaysia. Mobil itu tidak dilepas melalui penjualan biasa, melainkan menggunakan skema sewa.
Konsumen dapat menyewa mobil tersebut dengan biaya 500 Ringgit per bulan. Masa sewanya ditetapkan selama 5 tahun atau hingga maksimal 100.000 km.
Pendekatan ini dipilih untuk mengumpulkan data nyata dari penggunaan sehari-hari. Perodua ingin melihat langsung kebiasaan berkendara masyarakat Malaysia saat memakai kendaraan hybrid dalam kondisi normal.
Selain pola berkendara, perusahaan juga mencatat biaya kepemilikan dan penggunaan mobil hybrid. Data itu menjadi bekal penting sebelum Perodua melangkah lebih jauh ke pengembangan kendaraan elektrifikasi dalam skala yang lebih besar.
Cara ini membuat keputusan produksi lokal punya dasar yang lebih kuat. Perodua tidak hanya mengandalkan potensi pasar, tetapi juga pengalaman pemakaian aktual dari ratusan unit yang sudah beroperasi.
Spesifikasi tetap mengikuti versi Jepang
Dari sisi teknis, Perodua memastikan Ativa Hybrid rakitan lokal nantinya memakai spesifikasi yang sama dengan versi Jepang. Sistem yang digunakan adalah Daihatsu e-Smart Hybrid.
Artinya, mobil ini tetap mengusung mesin WA-VEX 3 silinder 1.200 cc. Sistem itu terintegrasi dengan baterai 177,6 volt dan transmisi hybrid Transaxle.
Untuk performa, tenaga maksimalnya disebut mencapai 104 dk. Sementara torsinya berada di angka 170 Nm.
Keputusan mempertahankan spesifikasi versi Jepang menunjukkan fokus Perodua pada konsistensi produk. Dengan begitu, versi rakitan lokal tidak diposisikan sebagai varian yang disederhanakan dari model yang sudah lebih dulu dikenal.
Konteks dengan pasar Indonesia
Perkembangan di Malaysia menjadi sorotan karena model serupa sudah masuk ke Indonesia dengan nama Daihatsu Rocky. Mobil itu melakukan debut di GIIAS 2025 dan ditawarkan dengan status impor utuh dari Jepang.
Kondisi ini memperlihatkan perbedaan langkah dua pasar yang bertetangga. Saat Indonesia baru menerima model dalam bentuk CBU, Malaysia sudah menyiapkan tahap berikutnya melalui produksi lokal untuk versi hybrid.
Perbedaan itu juga memperlihatkan bagaimana strategi elektrifikasi dijalankan secara bertahap di tiap negara. Perodua lebih dulu memanfaatkan fase uji penggunaan sebelum mengambil keputusan yang lebih besar untuk manufaktur lokal.
Bagi pasar otomotif regional, langkah ini penting karena menunjukkan bahwa kendaraan hybrid tidak hanya diuji dari sisi minat beli. Aspek biaya penggunaan, pola berkendara, dan pengalaman kepemilikan juga dijadikan dasar sebelum produksi diperluas.
Perodua saat ini masih menyimpan detail final soal jadwal produksi dan harga jual resmi Ativa Hybrid rakitan lokal. Namun arah kebijakannya sudah jelas, yakni membawa model hybrid ini dari tahap tes pasar menuju produksi di dalam negeri dengan spesifikasi yang tetap setara versi Jepang.
Source: kabaroto.com






