Drama Catalunya Berujung Manis, Di Giannantonio Rebut Kemenangan Perdana Bersama VR46

Fabio Di Giannantonio akhirnya mematahkan penantian panjang dengan kemenangan dramatis di Grand Prix Catalunya 2026. Pembalap Pertamina Enduro VR46 itu menuntaskan balapan penuh kekacauan di Sirkuit Barcelona dan meraih kemenangan perdananya bersama tim VR46.

Hasil itu terasa spesial karena kemenangan terakhir Di Giannantonio di kelas MotoGP terjadi pada MotoGP Qatar 2023. Ia juga sempat terlibat kecelakaan besar di awal lomba, tetapi tetap bangkit dan mengubah balapan yang kacau menjadi momen terbaiknya musim ini.

Balapan yang langsung panas sejak start

Balapan utama MotoGP Catalunya sudah memanas sejak lampu start padam. Pedro Acosta melakukan start sempurna dan memimpin lomba di depan Alex Marquez, sementara Jorge Martin tampil agresif dengan beberapa manuver berani sejak lap awal.

Di belakang kelompok terdepan, persaingan juga berlangsung ketat. Johann Zarco sempat nyaris terjatuh di Tikungan 10, dan beberapa pembalap terus saling bertukar posisi dalam perebutan tiga besar.

Memasuki lap kelima, Raul Fernandez sempat merebut pimpinan balapan dari Acosta. Namun Acosta segera membalas dan kembali berada di posisi pertama beberapa lap kemudian.

Insiden besar memicu dua red flag

Drama terbesar terjadi pada lap ke-12. Motor Acosta mengalami masalah teknis di lintasan lurus setelah Tikungan 9, lalu Alex Marquez yang berada tepat di belakangnya tidak sempat menghindar dan menghantam bagian belakang motor KTM tersebut.

Benturan keras itu membuat Alex Marquez jatuh hebat. Motor Ducati miliknya hancur dan puing-puingnya berserakan di lintasan, lalu Fabio Di Giannantonio dan Raul Fernandez ikut terseret karena tidak bisa menghindari serpihan motor.

Balapan pun dihentikan dengan red flag demi alasan keselamatan. Alex Marquez dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis lanjutan dalam kondisi sadar, sedangkan Johann Zarco juga harus menjalani pengecekan akibat insiden berbeda setelah restart pertama.

Restart pertama justru memunculkan kekacauan baru. Baru memasuki Tikungan 1, Luca Marini, Francesco Bagnaia, dan Johann Zarco mengalami kecelakaan bersamaan sehingga balapan kembali dihentikan.

Di Giannantonio bangkit dari tekanan

Pada restart kedua dengan format 12 lap, Acosta kembali memimpin jalannya balapan. Jorge Martin sempat menempati posisi kedua, tetapi bersenggolan dengan Raul Fernandez di Tikungan 5 dan kehilangan banyak posisi setelah keluar lintasan.

Di tengah situasi kacau itu, Di Giannantonio mulai menunjukkan kecepatannya. Pembalap bernomor 49 itu naik ke posisi ketiga setelah melewati Bagnaia pada lap keempat restart kedua.

Tekanan terus ia tingkatkan hingga lima lap menjelang finis. Di Giannantonio menyalip Joan Mir untuk merebut posisi kedua, lalu langsung memburu Acosta yang masih berada di depan.

Momen penentu datang tiga lap sebelum garis finis. Di Giannantonio melakukan pengereman agresif di Tikungan 10 dan masuk ke sisi dalam Acosta dengan bersih untuk mengambil alih pimpinan balapan.

Penalti ban ubah komposisi podium

Setelah memimpin, Di Giannantonio tampil konsisten dan membuka jarak aman. Di belakangnya, Acosta mulai mendapat tekanan besar dari Joan Mir, Fermin Aldeguer, dan Ai Ogura.

Pada lap terakhir, Mir sempat menyalip Acosta di Tikungan 1, lalu Aldeguer ikut melewati pembalap KTM itu di Tikungan 3. Drama berlanjut saat Ogura mencoba manuver agresif di tikungan terakhir, kontak tak terhindarkan, dan Acosta terjatuh sehingga gagal finis di podium.

Di depan, Di Giannantonio melintasi garis finis sebagai pemenang. Mir awalnya finis kedua dan Aldeguer ketiga, tetapi hasil berubah setelah Mir terkena penalti tekanan ban pasca-balapan.

Akibat hukuman itu, Aldeguer naik menjadi runner-up dan Francesco Bagnaia menempati posisi ketiga. Mir turun dari podium, sementara Ai Ogura juga mendapat penalti tiga detik akibat insiden dengan Acosta di tikungan terakhir.

Nilai penting bagi VR46 dan klasemen

Kemenangan ini menjadi semakin berarti karena Di Giannantonio tetap kompetitif meski sempat terjatuh dan merasakan sakit setelah kecelakaan pertama. Tambahan 25 poin juga menjadi modal penting dalam persaingan klasemen MotoGP 2026.

Marco Bezzecchi finis keempat dan memberi hasil penting bagi Aprilia Racing setelah Jorge Martin gagal meraih poin akibat insiden di restart kedua. Fabio Quartararo, Luca Marini, Brad Binder, Diogo Moreira, dan Franco Morbidelli melengkapi posisi 10 besar.

Setelah Barcelona, MotoGP 2026 akan berlanjut ke Mugello. Marco Bezzecchi datang ke seri kandangnya sebagai pemimpin klasemen sementara, sedangkan Di Giannantonio membawa kepercayaan diri tinggi setelah kembali merasakan kemenangan.

Source: www.oto.com
Terkait