Solar Non-Subsidi Makin Mahal, Shell Kembali Masuk dan Persaingan Harga Memanas

Harga BBM pada 20 Mei 2026 kembali jadi sorotan, terutama karena solar non-subsidi bergerak lebih agresif daripada bensin. Di tengah pasar energi global yang masih berfluktuasi, beban operasional kendaraan diesel ikut naik dan terasa langsung pada kebutuhan harian maupun usaha.

Di Indonesia, harga BBM non-subsidi tetap mengikuti pergerakan pasar internasional, sehingga perubahan harga minyak mentah dunia cepat tercermin di SPBU. Pada periode Mei ini, sejumlah jenis BBM memang kembali mengalami penyesuaian dan solar non-subsidi menjadi perhatian utama karena lonjakannya lebih menonjol.

Solar non-subsidi jadi pusat perhatian

Pada wilayah Jawa, harga Dexlite tercatat Rp26.000 per liter dan Pertamina Dex Rp27.900 per liter. Keduanya berada jauh di atas BBM diesel bersubsidi Biosolar yang masih bertahan di Rp6.800 per liter.

Perubahan paling terasa terjadi pada produk diesel, sementara kenaikan pada BBM bensin seperti Pertamax dan Pertamax Green 95 masih relatif lebih ringan. Kondisi ini membuat pengguna mobil diesel, baik untuk perjalanan jarak jauh maupun kegiatan bisnis, merasakan tekanan biaya yang lebih besar.

Di sejumlah daerah, harga diesel non-subsidi bahkan lebih tinggi lagi. Pertamina Dex di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau mencapai Rp29.100 per liter, sedangkan Dexlite berada di Rp27.150 per liter.

Pertamina tampil lebih stabil

Untuk wilayah Jawa, Pertalite dijual Rp10.000 per liter, Pertamax Rp12.300 per liter, dan Pertamax Green 95 Rp12.900 per liter. Pertamax Turbo dipatok Rp19.900 per liter, sementara Biosolar tetap Rp6.800 per liter.

Pola yang sama terlihat di berbagai wilayah lain, meski nominalnya berbeda sesuai daerah. Perbedaan harga ini dipengaruhi pajak daerah, biaya distribusi, kondisi geografis, dan tingkat kesulitan penyaluran bahan bakar ke masing-masing wilayah.

Di Aceh, misalnya, Pertamax Turbo berada di Rp20.350 per liter dan Pertamax Rp12.600 per liter. Sementara di FTZ Sabang, Pertamax tercatat Rp11.550 per liter dan Dexlite Rp24.400 per liter.

Harga berbeda antarwilayah

Di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara, Pertamax Turbo mencapai Rp20.750 per liter dan Pertamax Rp12.900 per liter. Pertamina Dex di wilayah ini berada di Rp29.100 per liter dan Dexlite Rp27.150 per liter.

Wilayah Jawa dan Bali justru memperlihatkan harga yang lebih rendah untuk beberapa produk dibanding daerah lain. Di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, Pertamax tetap Rp12.300 per liter dan Dexlite Rp26.000 per liter.

Situasi serupa juga terlihat di Nusa Tenggara Timur, dengan Pertamax Turbo Rp20.350 per liter dan Pertamina Dex Rp28.500 per liter. Di Sulawesi, harga mengikuti pola yang mirip, yakni Pertamax Turbo Rp20.350 per liter, Pertamax Rp12.600 per liter, dan Dexlite Rp26.600 per liter.

Shell kembali pasarkan diesel

Persaingan harga BBM diesel ikut memanas setelah Shell kembali menghadirkan V-Power Diesel di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Produk ini sempat terbatas pasokannya sejak awal 2026, lalu kembali tersedia dengan harga Rp30.890 per liter per 9 Mei 2026.

BP juga menempatkan produknya di segmen premium, dengan BP Ultimate Diesel Rp29.890 per liter. Untuk bensin, BP Ultimate berada di Rp12.930 per liter dan BP 92 di Rp12.390 per liter.

Vivo menunjukkan pola yang lebih stabil sejak awal Mei 2026. Revvo 92 bertahan di Rp12.390 per liter, sedangkan Diesel Primus berada di Rp30.890 per liter.

Pasar BBM masih condong ke diesel mahal

Secara keseluruhan, pasar BBM pada 20 Mei 2026 masih memperlihatkan pola yang sama: Pertamina relatif lebih stabil, sementara BP, Shell, dan Vivo berada di segmen premium. Namun, perhatian terbesar tetap tertuju pada solar non-subsidi karena harganya paling menekan di banyak wilayah.

Bagi pengguna kendaraan diesel, selisih harga antarproduk dan antarwilayah bisa menjadi faktor penting dalam memilih SPBU. Dengan harga yang masih tinggi, perubahan kecil pada produk diesel non-subsidi tetap berdampak besar pada biaya perjalanan dan operasional usaha.

Source: moladin.com
Exit mobile version