Presiden Prabowo Subianto menempatkan ketahanan pangan sebagai urusan paling mendasar bagi negara saat meresmikan beroperasinya 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa pangan bukan sekadar isu ekonomi, melainkan soal hidup dan mati bagi bangsa.
Prabowo menyebut dirinya sebagai presiden yang memikul tanggung jawab langsung jika rakyat lapar. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah serius menjawab persoalan masyarakat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDKMP, yang diarahkan menjadi solusi untuk masalah ekonomi di desa.
Ribuan gerai sudah berjalan
Sebanyak 1.061 gerai KDKMP yang sudah beroperasi tersebar di dua provinsi, yakni 530 gerai di Jawa Timur dan 531 gerai di Jawa Tengah. Hingga 15 Mei 2026, jumlah gerai KDKMP yang selesai dibangun sudah mencapai 9.182 unit.
Prabowo menargetkan pembangunan 80.000 gerai KDKMP di seluruh Indonesia. Target besar itu menunjukkan bahwa koperasi desa diposisikan sebagai jaringan ekonomi baru yang menjangkau banyak wilayah, bukan hanya proyek terbatas di beberapa daerah.
Pusat ekonomi desa
KDKMP diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi desa dengan fungsi yang cukup luas. Perannya mencakup penyediaan sistem logistik, menjadi offtaker hasil panen petani, distribusi barang subsidi dan nonsubsidi, hingga pusat distribusi keuangan yang disubsidi negara.
Koperasi ini juga diarahkan untuk memberdayakan UMKM desa dan memperkuat rantai distribusi pangan nasional. Dengan model tersebut, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi, tetapi juga sebagai simpul ekonomi yang menghubungkan produksi, distribusi, dan kebutuhan warga desa.
Pangan dan harga diri bangsa
Dalam pernyataannya, Prabowo menilai capaian ini sebagai prestasi bangsa Indonesia. Ia menyebut bangsa Indonesia terlalu lama dianggap remeh oleh bangsa lain dan dipandang lemah.
Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia adalah negara besar dan kaya, sehingga masyarakat tidak perlu merasa inferior. Ia mengatakan Indonesia terlalu lama mengidap rasa rendah diri, padahal bangsa ini memiliki banyak prestasi.
Pelajaran dari pengalaman militer
Prabowo mengaitkan pentingnya pangan dengan pengalamannya sebagai mantan panglima dan komandan pasukan tempur. Ia menyebut bahwa yang dipikirkan bukan hanya peluru, tetapi juga ketersediaan beras.
Ia mengingat bahwa pada masa kemerdekaan rakyat berada di belakang tentara dan bahkan ikut memberi makan pasukan. Dari pengalaman itu, ia menegaskan kembali pandangannya bahwa pangan adalah persoalan paling menentukan bagi keberlangsungan bangsa.
Pernyataan itu memperlihatkan bagaimana pemerintah ingin menempatkan urusan pangan sebagai bagian dari strategi nasional yang lebih luas. Dalam kerangka tersebut, KDKMP diharapkan menjadi instrumen ekonomi desa sekaligus penopang ketahanan pangan di tingkat nasional.







