Ruang kuliah dibawa langsung ke lantai produksi saat rombongan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Sultan Agung Semarang mengunjungi United E-Motor Plant 3 di Curug, Tangerang. Kunjungan ini memberi mahasiswa gambaran nyata mengenai industri kendaraan listrik yang tidak hanya dipelajari lewat teori.
Para peserta menelusuri proses perakitan, pengendalian mutu, hingga kesiapan unit sebelum dipasarkan. Mereka juga mendapat penjelasan mengenai penerapan teknologi manufaktur dan standar kualitas dalam produksi sepeda motor listrik.
Kunjungan FTI UNISSULA tersebut didampingi Staf Khusus Wakil Presiden RI, Tina Talisa. Kehadiran rombongan akademisi, dosen, dan mahasiswa menyoroti pentingnya hubungan antara pendidikan tinggi dengan industri hijau di Indonesia.
Plant 3 merupakan fasilitas milik PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD), perusahaan di balik United E-Motor. Pabrik ini sebelumnya juga ditinjau Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 26 Juni 2026.
Perhatian terhadap pabrik tersebut membuka ruang bagi dunia pendidikan untuk melihat lebih dekat proses inovasi kendaraan listrik di dalam negeri. Bagi mahasiswa, kunjungan semacam ini menjadi kesempatan memahami kebutuhan kompetensi yang relevan dengan perubahan teknologi otomotif.
Melihat Alur Produksi dari Dekat
Di area pabrik, peserta menyaksikan rantai produksi yang mencakup tahap perakitan awal, pemeriksaan kualitas, sampai unit siap disalurkan ke pasar. Sistem quality control menjadi salah satu bagian yang diperlihatkan untuk menjelaskan bagaimana standar produksi diterapkan.
| Area yang Diamati | Fokus Pembelajaran |
|---|---|
| Perakitan awal | Rangkaian proses produksi kendaraan listrik |
| Quality control | Pemeriksaan kualitas dan standar produksi |
| Fasilitas konversi | Perubahan motor BBM menjadi motor listrik |
Fasilitas konversi kendaraan menjadi salah satu perhatian dalam agenda tersebut. Di fasilitas ini, sepeda motor berbahan bakar minyak dapat dikonversi menjadi motor listrik yang lebih ramah lingkungan.
Keberadaan fasilitas itu menunjukkan peran industri lokal dalam mendukung transisi energi di sektor transportasi. Selain proses fisik di lini produksi, mahasiswa juga memperoleh penjelasan mengenai integrasi teknologi modern serta arah pengembangan pasar domestik United E-Motor.
Direktur PT Terang Dunia Internusa Tbk, Henry Mulyadi, menilai keterlibatan kampus penting untuk membangun talenta otomotif masa depan. Dalam keterangan resminya, ia menyebut keterbukaan industri dapat mempertemukan pembelajaran akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan.
“Kami menyambut hangat kedatangan FTI UNISSULA dan Ibu Tina Talisa. Sinergi seperti ini sangat krusial. Kami ingin generasi muda melihat langsung bahwa industri otomotif masa depan dijalankan di tanah air sendiri,” kata Henry Mulyadi.
Mendorong Talenta untuk Industri EV
Menurut Henry, sektor pendidikan memegang peran penting untuk melahirkan sumber daya manusia yang kompeten dan mampu beradaptasi terhadap disrupsi teknologi. Ia berharap kunjungan pabrik dapat berkembang menjadi kolaborasi riset yang lebih mendalam sekaligus meningkatkan kapasitas mahasiswa secara nyata.
Diskusi selama kunjungan berlangsung aktif dengan pertanyaan dari mahasiswa dan dosen mengenai masa depan teknologi EV serta peluang karier di dalamnya. Hal ini memperlihatkan minat terhadap kebutuhan tenaga kerja yang memahami teknologi kendaraan listrik, proses manufaktur, dan pengendalian kualitas.
Bagi United E-Motor, membuka akses pabrik untuk kalangan pendidikan diposisikan sebagai investasi jangka panjang. Langkah itu diarahkan untuk mendukung lahirnya talenta yang dapat menopang ekosistem kendaraan listrik nasional pada masa mendatang.
Kunjungan ini juga memperlihatkan bahwa pembelajaran teknologi otomotif kini tidak cukup berhenti pada teori di kelas. Pengalaman menyaksikan proses produksi, standar mutu, dan fasilitas konversi memberi mahasiswa konteks yang lebih dekat dengan dinamika industri kendaraan listrik di Indonesia.
Source: www.oto.com






