Citroen 2CV Bangkit Lagi Sebagai Mobil Listrik, Tetap Ikonik Namun Lebih Terjangkau

Author: Qoo Media

Citroen membawa kembali salah satu mobil paling ikonik dari Prancis dengan menghidupkan lagi 2CV sebagai kendaraan listrik. Model yang dulu identik dengan mobil rakyat itu akan lahir kembali 36 tahun setelah produksinya berhenti.

Pengumuman ini disampaikan Citroen pada sebuah investor day milik induk perusahaan Stellantis di Michigan. Di acara yang sama, CEO Citroen Xavier Chardon menegaskan arah baru merek itu dengan kalimat, “The 2CV is back! Citroen is back. Back to the future.”

Mobil legendaris yang lahir ulang

Kabar kebangkitan 2CV langsung menarik perhatian karena nama itu punya tempat khusus dalam sejarah otomotif Eropa. 2CV pertama kali diperkenalkan dengan meriah pada 7 Oktober 1948 di Paris auto salon dan segera dikenal luas sebagai mobil sederhana untuk banyak orang.

Mobil ini awalnya dibuat dalam satu warna, abu-abu. Namun, popularitasnya melonjak cepat hingga sempat memicu keterlambatan pengiriman pada 1950-an.

Dalam perjalanannya, 2CV tetap mempertahankan siluet dasar yang sama. Meski begitu, generasi berikutnya hadir dengan tenaga lebih besar dan pilihan warna yang lebih beragam.

Desain lama, teknologi baru

Pada acara di Michigan, jurnalis dan analis mendapat kesempatan melihat eksterior 2CV yang diperbarui. Bentuk dasarnya masih menyerupai model asli, lengkap dengan kap depan yang melengkung dan berusuk serta lampu depan yang menonjol.

Meski demikian, Citroen mengakui bahwa standar jalan modern kemungkinan menuntut penyesuaian ketika mobil ini masuk produksi. Artinya, versi yang akan dijual tidak sepenuhnya sama dengan bentuk klasik yang dikenal selama puluhan tahun.

Chardon mengatakan kebangkitan ini punya makna historis yang kuat. Ia menyebut 2CV sebagai mobil yang dulu memberi kebebasan mobilitas kepada jutaan orang, dan versi baru akan melakukan hal serupa untuk mobilitas listrik.

Target harga rendah untuk pasar Eropa

Citroen menegaskan bahwa 2CV anyar ini akan menjadi mobil listrik penuh. Chardon juga menyebut kendaraan itu akan diproduksi sepenuhnya di Eropa dan dipasarkan dengan harga di bawah 15.000 euro, atau sekitar $17.400.

Perusahaan berencana terutama menjual model ini di Eropa. Citroen memperkirakan mobil tersebut akan masuk ruang pamer dalam waktu sekitar dua tahun.

Strategi harga rendah itu sejalan dengan arah baru Stellantis. Pekan ini, grup otomotif tersebut juga mengumumkan kampanye untuk “e-cars”, yakni mobil listrik kecil dengan harga maksimal 15.000 euro yang akan diproduksi di Pomigliano d’Arco, Italia.

Warisan yang panjang

2CV bukan sekadar model lawas, tetapi salah satu simbol budaya otomotif Prancis. Julukannya adalah “la deudeuche”, dan di masa lalu mobil ini dikenal sebagai kendaraan yang praktis, sederhana, dan mudah dijangkau.

Beberapa edisi khusus juga pernah hadir, termasuk Charleston, Dolly, dan versi “007” yang dibuat untuk menyambut film James Bond 1981 “For Your Eyes Only” dengan warna kuning. Semua itu menegaskan betapa panjang jejak emosional 2CV di mata publik.

Produksi 2CV akhirnya berhenti pada 27 Juli 1990 di sebuah pabrik di Portugal. Penghentian itu dipicu oleh pengetatan standar emisi di Eropa, tetapi nama 2CV kini kembali ke panggung besar lewat versi listrik yang dibawa Citroen.

Terbaru