5 Saham Pilihan Saat IHSG Melemah, ELSA Didukung Kabar Teknologi Migas

Author: Qoo Media

IHSG menutup perdagangan Rabu (22/7) di zona merah tipis setelah turun 0,09% ke level 6.334,48. Di tengah pergerakan indeks yang terbatas, terdapat lima saham yang masuk daftar rekomendasi perdagangan hari ini.

ELSA menjadi salah satu saham yang diperhatikan karena kabar penerapan teknologi untuk mendukung produksi minyak dan gas. Saham lain dalam daftar adalah CPIN, HRTA, MDIA, dan SOCI, masing-masing disertai area beli, target harga, serta batas risiko.

Ringkasan 5 Rekomendasi Saham

Saham Area Beli Target Harga Stop Loss
ELSA 670-680 700-710 635
CPIN 3.180-3.200 3.250-3.300 3.010
HRTA 1.995-2.010 2.040-2.080 1.880
MDIA 101-103 106-109 95
SOCI 384-388 394-400 360

1. ELSA

Saham ELSA direkomendasikan beli pada area 670-680 dengan target harga 700-710 dan batas stop loss di 635. Perhatian pasar terhadap emiten ini datang saat perseroan melanjutkan implementasi teknologi untuk meningkatkan produksi migas.

PT Elnusa Tbk menerapkan Chemical Enhanced Oil Recovery berbasis polymer flooding dalam proyek percontohan EOR Lapangan Rama milik PHE Offshore Southeast Sumatra. Perseroan juga menerapkan teknologi Dual Completion bersama Pertamina Hulu Rokan Zona 4 di Lapangan Adera.

Teknologi Dual Completion memungkinkan dua reservoir diproduksi dari satu sumur tanpa perlu mengebor sumur baru pada setiap lapisan. Pada sumur BNG-D14, penerapan metode tersebut menghasilkan tambahan produksi sekitar 480 barel minyak per hari dan 3,30 juta kaki kubik gas per hari.

Hasil itu melampaui target awal sebesar 186 barel minyak per hari dan 1,09 juta kaki kubik gas per hari. ELSA berencana menerapkan metode serupa pada sumur GNK-PD80 dan BNG-B7 untuk mengoptimalkan lapangan migas yang telah matang.

2. CPIN

CPIN masuk daftar rekomendasi dengan area beli 3.180-3.200. Target harga saham ini berada pada kisaran 3.250-3.300, dengan stop loss di level 3.010.

Rentang tersebut menjadi acuan manajemen risiko bagi pelaku pasar yang mempertimbangkan saham CPIN. Informasi rekomendasi tidak memuat katalis emiten khusus untuk saham ini.

3. HRTA

HRTA direkomendasikan beli pada rentang harga 1.995-2.010. Target kenaikannya dipatok pada kisaran 2.040-2.080, sementara batas stop loss berada di 1.880.

Investor perlu memperhatikan batas risiko yang telah ditetapkan dalam rencana perdagangan tersebut. Pergerakan saham tetap dapat berubah mengikuti sentimen pasar dan aktivitas transaksi harian.

4. MDIA

Untuk MDIA, area beli yang dicantumkan berada di kisaran 101-103. Target harga berada pada rentang 106-109, dengan stop loss di level 95.

Level beli dan target tersebut dapat menjadi parameter teknikal dalam menyusun strategi transaksi. Disiplin terhadap batas kerugian menjadi penting ketika pergerakan indeks masih cenderung terbatas.

5. SOCI

SOCI melengkapi daftar dengan area beli 384-388. Target harga saham ini berada pada kisaran 394-400 dan stop loss ditetapkan di 360.

Rekomendasi lima saham ini muncul ketika dana asing masih keluar dari pasar saham Indonesia. Menurut finance.detik.com, investor asing mencatat jual bersih Rp1,11 triliun di pasar reguler dan Rp920,34 miliar di seluruh pasar.

IHSG Ditopang Teknologi, Tertekan Saham Bank

Penguatan BREN sebesar 6,00%, CASA 6,94%, dan VKTR 10,32% membantu menopang IHSG pada penutupan perdagangan. Namun, pelemahan BBRI sebesar 1,63%, AMMN 3,26%, dan BMRI 1,34% menjadi pemberat indeks.

Dari pergerakan sektoral, tujuh sektor ditutup menguat dan empat sektor melemah. Sektor transportasi mencatat penurunan terdalam sebesar 1,73%, sedangkan sektor teknologi naik paling tinggi sebesar 1,58%.

Sentimen global juga belum sepenuhnya mendukung, dengan Dow Jones turun 0,01%, S&P 500 melemah 0,14%, dan Nasdaq terkoreksi 0,57%. Aksi jual asing terjadi setelah tiga hari pembelian bersih, ketika IHSG telah naik sekitar 12,25% sejak awal bulan.

Di sisi lain, SINI menyelesaikan akuisisi 99,99% saham Kemilau Mulia Sakti senilai Rp1,73 triliun untuk memperluas portofolio batu bara. MEJA juga menyiapkan rights issue untuk mendukung rencana akuisisi Trimata Coal Perkasa yang memiliki konsesi tambang di Sumatra Selatan.

Rekomendasi saham bersifat informatif dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu. Setiap keputusan investasi perlu mempertimbangkan profil risiko serta strategi masing-masing investor.

Source: finance.detik.com
Terbaru