Catat Tanggalnya, Rekayasa Lalin Harmoni-Mangga Besar Berlaku 4 Bulan Mulai 25 Mei 2026

Pengendara yang melintas di kawasan Harmoni hingga Mangga Besar perlu mencatat perubahan arus lalu lintas yang berlaku mulai 25 Mei 2026. Rekayasa ini akan berlangsung sampai 27 September 2026 seiring pekerjaan lanjutan proyek MRT Jakarta fase 2A.

Perubahan arus tersebut berpotensi memengaruhi perjalanan di pusat Jakarta, terutama di sekitar Simpang Harmoni, Jalan Gajah Mada, dan Jalan Hayam Wuruk. Jalur yang biasa digunakan menuju Hasyim Ashari, Monas, dan arah Kota akan terdampak oleh pengalihan dan pengaturan lajur.

Berlaku beberapa bulan

PT MRT Jakarta menjelaskan skema lalu lintas terbaru ini masuk tahap 4.1. Penerapannya dilakukan untuk mendukung pekerjaan konstruksi Stasiun Harmoni dalam paket kontrak CP202 fase 2A MRT Jakarta.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, mengatakan fase 2A CP202 mencakup pembangunan stasiun bawah tanah Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar. Paket ini juga meliputi pembangunan terowongan dari Harmoni menuju Mangga Besar.

Rekayasa lalu lintas diterapkan karena ada sejumlah pekerjaan konstruksi di lapangan. Kegiatannya meliputi penggalian, pekerjaan stasiun, pembangunan kanal underpass, hingga pembangunan entrance stasiun.

Menurut Rendy, pengaturan lalu lintas telah disiapkan bersama kontraktor pelaksana Shimizu Adhi Karya Joint Venture. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya.

Titik yang paling terdampak

Dampak utama pengaturan arus akan terasa di sekitar Simpang Harmoni. Kawasan ini menjadi salah satu titik penting pergerakan kendaraan dari Jalan Majapahit, Jalan Suryopranoto, Jalan Ir H Juanda, Jalan Hasyim Ashari, hingga akses ke arah Kota.

Jalan Gajah Mada juga menjadi ruas yang mengalami perubahan signifikan selama masa rekayasa. Sementara itu, Jalan Hayam Wuruk akan menampung sebagian pengalihan arus, termasuk untuk kendaraan tertentu yang menuju Kota.

Skema ini penting diperhatikan karena perubahan tidak hanya menyangkut pengalihan rute. Beberapa ruas juga mengalami penyesuaian arah dan pengaturan jumlah lajur.

Rincian arus baru

Kendaraan dari Jalan Majapahit, Jalan Suryopranoto, dan Jalan Ir H Juanda yang hendak menuju Jalan Hasyim Ashari serta arah Kota akan diarahkan melalui Jalan Gajah Mada. Pada skema ini disediakan dua lajur kendaraan.

Perubahan lain berlaku di ruas Jalan Gajah Mada setelah pertigaan Jalan Hasyim Ashari. Ruas yang sebelumnya berlaku dua arah akan diubah menjadi satu arah menuju Kota.

Pengaturan ini membuat pengendara perlu lebih cermat memilih rute sebelum memasuki kawasan Harmoni. Kendaraan yang biasanya mengandalkan pola lalu lintas lama di sekitar pertigaan Hasyim Ashari perlu menyesuaikan perjalanan lebih awal.

Bagi kendaraan yang menuju Kota, pengalihan juga berlaku melalui Jalan Hayam Wuruk. Skema yang digunakan adalah contra flow satu lajur, dan jalur ini disebut terutama akan dipakai oleh bus Transjakarta.

Sementara itu, arus kendaraan dari Jalan Hayam Wuruk menuju Monas tidak mengalami perubahan. Informasi ini menjadi penting bagi pengendara yang tetap melintasi koridor tersebut agar tidak salah memperkirakan seluruh ruas berubah.

Konteks proyek MRT fase 2A

Pekerjaan yang memicu rekayasa ini merupakan bagian dari pengembangan MRT Jakarta fase 2A. Fokus pekerjaan pada paket CP202 memperlihatkan bahwa konstruksi tidak hanya berlangsung di satu titik, tetapi juga terhubung dengan pembangunan stasiun bawah tanah dan terowongan.

Stasiun Harmoni menjadi salah satu bagian penting dalam paket tersebut. Karena itu, pengaturan lalu lintas di kawasan sekitar proyek dilakukan dalam periode yang cukup panjang untuk menyesuaikan kebutuhan konstruksi.

Bagi pengguna jalan harian, masa berlaku hingga 27 September 2026 berarti dampaknya tidak bersifat sementara dalam hitungan beberapa hari. Pengendara, pengguna angkutan umum, dan armada yang melintasi pusat kota perlu mengantisipasi perubahan waktu tempuh.

Kawasan Harmoni, Gajah Mada, dan Hayam Wuruk selama ini menjadi koridor lalu lintas padat di Jakarta. Setiap perubahan lajur dan arah di titik ini dapat memengaruhi distribusi arus kendaraan ke sejumlah wilayah lain di pusat kota.

Karena itu, perhatian utama bukan hanya pada lokasi proyek, tetapi juga pada jalur pendekat menuju kawasan tersebut. Pengendara dari Majapahit, Suryopranoto, dan Ir H Juanda termasuk yang perlu menyesuaikan rute sejak awal perjalanan.

PT MRT Jakarta telah menetapkan periode dan skema dasar pengalihan arus untuk tahap ini. Dengan berlakunya rekayasa lalu lintas mulai 25 Mei 2026, titik-titik di sekitar Simpang Harmoni sampai koridor menuju Mangga Besar menjadi area yang perlu diwaspadai pengguna jalan selama beberapa bulan ke depan.

Source: otomotif.kompas.com
Terkait