PT Honda Prospect Motor (HPM) resmi menyerahkan 20 unit pertama Honda Prelude kepada konsumen di Indonesia. Serah terima perdana itu digelar di Vault Automotive Museum, Jakarta Selatan, dan menandai dimulainya kiprah model sport hybrid tersebut di pasar otomotif nasional.
Penerimaan awal terhadap Prelude terlihat kuat sejak pemesanan dibuka. HPM mencatat jumlah pesanan sudah menembus lebih dari 280 unit, jauh melampaui alokasi unit yang disiapkan untuk pasar domestik pada tahun ini.
Permintaan datang dari banyak daerah
Lonjakan minat tidak hanya muncul di kota-kota besar Pulau Jawa. Konsumen Prelude juga tersebar ke sejumlah wilayah lain seperti Palembang, Lampung, Bali, Lombok, Banjarmasin, dan Makassar.
Pola pemesanan itu menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap Prelude datang dari pasar yang lebih luas. HPM juga menyebut minat tersebut berasal dari konsumen dengan rentang usia yang sangat beragam.
Karakter sporty tetap dijaga di era elektrifikasi
President Director PT Honda Prospect Motor, Masanao Kataoka, mengatakan Prelude punya sejarah panjang dalam menghadirkan pengalaman berkendara yang menekankan ikatan emosional antara mobil dan pengemudi. Ia menegaskan bahwa karakter itu tetap dipertahankan pada model terbaru di tengah era elektrifikasi.
Menurut Masanao Kataoka, Prelude merepresentasikan bagaimana Honda membawa driving spirit ke era baru elektrifikasi tanpa meninggalkan karakter yang membuat orang jatuh cinta sejak awal. Ia juga menyebut model ini bukan sekadar kembalinya nama ikonik, tetapi pengingat bahwa teknologi tidak seharusnya menghilangkan rasa di balik kemudi.
Fitur S+ Shift jadi daya tarik utama
Honda Prelude terbaru mengusung teknologi unggulan berupa fitur S+ Shift. Fitur ini dirancang untuk memberi sensasi berkendara elektrifikasi yang lebih sporty lewat respons akselerasi yang presisi.
Kehadiran S+ Shift juga sejalan dengan filosofi Joy of Driving yang terus dipertahankan Honda. Dengan pendekatan itu, Prelude diposisikan bukan hanya sebagai mobil elektrifikasi, tetapi juga sebagai model yang tetap mengutamakan rasa berkendara.
Dukungan purnajual ikut disiapkan
Setiap unit Honda Prelude mendapat garansi selama 3 tahun atau 100.000 kilometer. Selain itu, konsumen juga memperoleh garansi baterai tegangan tinggi selama 8 tahun atau 160.000 kilometer.
HPM juga menambahkan paket perawatan Prima+ untuk masa 4 tahun atau 50.000 kilometer. Seluruh fasilitas purnajual tersebut didukung jaringan dealer resmi di Indonesia yang disebut sudah siap melayani dan menangani perawatan kendaraan elektrifikasi.
