Yamaha menghadirkan opsi baru di segmen skutik premium Jepang lewat X FORCE ABS 2026. Model ini langsung menarik perhatian karena membawa kombinasi traksi, pengereman, dan karakter agresif yang dirancang untuk kondisi jalan kota, termasuk saat trek basah dan cuaca tidak menentu.
Di tengah dominasi skutik populer seperti Aerox dan NMAX, X FORCE justru tampil dengan pendekatan berbeda. Fokus utamanya bukan kemewahan touring, melainkan kelincahan urban dengan rasa kendali yang lebih tajam dan percaya diri.
X FORCE ABS 2026 diperkenalkan Yamaha di pasar domestik Jepang dengan konsep “Master of Street Scooter”. Konsep itu menegaskan bahwa motor ini ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan kepraktisan skutik dek rata, tetapi tetap menginginkan sensasi handling yang dekat dengan motor bergaya naked.
Karakter tersebut terlihat dari desainnya yang raw dan agresif. Yamaha tidak memilih pendekatan elegan atau retro, melainkan postur padat dengan aura street fighter yang kuat.
Handling dibuat untuk lalu lintas padat
Salah satu pembeda utama X FORCE ada pada area kokpit. Yamaha menggunakan stang telanjang yang lebar dan nyaris lurus, berbeda dari banyak skutik dek rata pada umumnya.
Konfigurasi itu memberi daya ungkit besar kepada pengendara. Efeknya, posisi duduk terasa sigap, visibilitas lebih luas, dan manuver di kemacetan padat menjadi lebih sensitif serta mudah dikendalikan.
Di balik karakter lincah itu, Yamaha juga membekali motor ini dengan rangka underbone baru. Rangka ini difokuskan untuk menekan bobot tanpa mengorbankan rigiditas sasis.
Pendekatan tersebut penting untuk penggunaan harian di kota. Bobot yang efisien dan sasis yang tetap kaku biasanya membantu motor terasa lebih ringan saat berpindah jalur, namun tetap stabil ketika dipacu.
Ban lebar dan sistem elektronik jadi nilai jual besar
Kekuatan lain X FORCE muncul di sektor kaki-kaki. Yamaha memasang velg 13 inci dengan ban 120/70 di depan dan 130/70 di belakang.
Ukuran ban yang lebar ini memperbesar area tapak ban yang menyentuh aspal. Dalam praktiknya, setup seperti ini mendukung cengkeraman yang lebih optimal, terutama ketika permukaan jalan basah, kotor, atau tertutup pasir tipis.
Faktor itu lalu diperkuat oleh Traction Control System atau TCS. Sistem ini bekerja dengan memotong tenaga mesin sesaat saat ban belakang terdeteksi mulai kehilangan traksi ketika akselerasi.
Dalam kondisi hujan, fungsi TCS menjadi sangat relevan. Saat pengendara membuka gas di aspal licin atau permukaan yang berlumur tanah, sistem ini membantu menjaga roda belakang tetap terkendali.
Yamaha juga melengkapi X FORCE dengan rem cakram hidrolik depan dan belakang. Pengereman itu dikawal sistem ABS untuk mencegah roda mengunci saat deselerasi mendadak.
Kombinasi ban lebar, TCS, rem cakram ganda, dan ABS membuat paket keselamatan X FORCE terasa menonjol. Inilah alasan model ini dianggap punya traksi dan agresivitas yang pas untuk penggunaan di trek basah perkotaan.
Mesin 155cc VVA tetap jadi andalan
Untuk urusan performa, Yamaha membenamkan mesin 155cc 4-tak, SOHC 4-klep, berpendingin cairan. Mesin ini menghasilkan tenaga maksimal 15 HP pada 8.000 rpm dan torsi puncak 14 Nm pada 6.500 rpm.
Basis mesin tersebut sudah dikenal di keluarga skutik Yamaha. Namun pada X FORCE, sorotan utamanya adalah karakter tenaga yang tetap terisi di berbagai putaran berkat teknologi VVA.
Variable Valve Actuation membuat respons bawah tetap sigap untuk lalu lintas stop-and-go. Di sisi lain, napas putaran atas tetap panjang ketika jalan mulai kosong dan motor diajak berakselerasi lebih jauh.
Kenyamanan harian juga mendapat perhatian. Yamaha menyematkan Smart Motor Generator yang membuat proses menyalakan mesin terasa instan dan nyaris tanpa suara.
Detail ergonomi ikut disesuaikan
Pada versi 2026, Yamaha juga melakukan pembaruan di area pendukung kenyamanan. Sepatbor belakang didesain ulang agar lebih efektif menahan cipratan air dan lumpur.
Jok motor ini kini memakai material suede-like yang lebih kesat. Detail itu berguna untuk membantu menahan tubuh agar tidak mudah merosot ke depan saat pengendara melakukan pengereman keras.
Yamaha juga menyediakan opsi low-seat. Pilihan ini memangkas tinggi jok hingga 30 mm, sebuah detail yang berpotensi penting bagi pengendara dengan postur yang membutuhkan pijakan lebih mudah.
Untuk menunjang mobilitas dalam kota, X FORCE dibekali tangki bahan bakar 6,1 liter. Kapasitas ini menegaskan orientasinya sebagai skutik petarung jalanan urban, bukan model yang difokuskan untuk touring jarak jauh.
Saat ini, peluncuran X FORCE ABS 2026 masih difokuskan untuk pasar Jepang. Namun dengan karakter dek rata, mesin 155cc bertenaga, dan paket keselamatan yang lengkap untuk jalan licin, model ini muncul sebagai alternatif menarik bagi pengguna yang menginginkan skutik Yamaha dengan rasa berkendara lebih agresif.
Source: www.suara.com