Poster acara Tech-Culture Fest milik BYD memicu perbincangan setelah logo Gerindra terlihat di pojok kiri atas dan beredar luas di media sosial X. Polemik itu muncul karena sejumlah warganet mempertanyakan apakah partai politik tersebut memiliki keterlibatan dalam acara yang digelar di Parkir Selatan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, pada akhir pekan lalu.
Gerindra DKI Jakarta kemudian buka suara dan menyebut pencantuman logo itu terjadi karena kekhilafan tim media internal. Perwakilan Gerindra DKI Jakarta, Rani Mauliani, mengatakan ada unsur ketidakpahaman dan kelalaian dari admin tim media saat mengunggah poster tersebut.
Rani menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang timbul dari unggahan itu. Ia menegaskan permintaan maaf tersebut mewakili dirinya pribadi sekaligus sebagai pengurus DPD Gerindra DKI Jakarta kepada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman.
Sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Rani juga membantah adanya maksud tertentu di balik unggahan poster acara itu. Ia menegaskan bahwa unggahan tersebut semata-mata bertujuan membagikan informasi tentang acara yang dinilai spektakuler kepada warga Jakarta.
“Kami tidak pernah mengklaim bahwa giat tersebut adalah event kami,” ujar Rani. Ia juga berharap persoalan ini tidak diperpanjang dan menginginkan acara tersebut tetap berjalan sukses.
Di sisi lain, BYD Indonesia ikut memberikan penjelasan melalui akun Instagram resmi @byd_indonesia. Mereka menegaskan bahwa Tech-Culture Fest digelar secara independen dan tidak memiliki afiliasi dengan organisasi maupun kepentingan tertentu.
BYD Indonesia juga menyebut seluruh rangkaian acara dibuat murni untuk tujuan informatif, hiburan, dan pengalaman bagi para peserta serta pengunjung. Mereka menambahkan bahwa seluruh bintang tamu yang hadir dalam BYD Tech-Culture Fest juga tidak terafiliasi dengan pihak mana pun.
Respons dari dua pihak ini muncul setelah poster tersebut ramai dibahas di X dan memunculkan tanda tanya soal hubungan Gerindra dengan acara BYD. Namun, baik Gerindra DKI Jakarta maupun BYD Indonesia sama-sama menegaskan tidak ada klaim kepemilikan acara dari pihak partai dan tidak ada afiliasi politik dalam penyelenggaraannya.
Source: www.cnnindonesia.com






