Pony AI Naikkan Target Robotaxi 2026, Pendapatan Dibidik Tembus 3,5 Kali Lipat

Pony AI kembali menaikkan ekspektasi untuk bisnis robotaxinya, dan kali ini targetnya terdengar jauh lebih agresif. Perusahaan teknologi otonom asal China itu kini memperkirakan pendapatan robotaxi 2026 akan melampaui 3,5 kali level 2025, lebih tinggi dari target tiga kali lipat yang sudah diumumkan lebih awal.

Revisi panduan itu muncul setelah kinerja kuartal pertama menunjukkan pertumbuhan yang sangat cepat. Pony AI membukukan pendapatan layanan robotaxi sebesar $8,6 juta pada tiga bulan yang berakhir 31 Maret, naik 395,4% dibandingkan setahun sebelumnya.

Dorongan dari bisnis inti

Lonjakan di robotaxi menjadi sinyal utama bagi strategi pertumbuhan Pony AI ke depan. Manajemen juga memperkirakan armada robotaxi global pada akhir 2026 akan melebihi 3.500 kendaraan, naik dari target sebelumnya sebanyak 3.000 unit.

Perusahaan mengatakan optimisme itu ditopang oleh hasil keuangan awal tahun yang solid. Total pendapatan Pony AI pada kuartal pertama mencapai $34,3 juta, tumbuh 145% year-on-year.

Kinerja tidak hanya datang dari robotaxi. Pendapatan layanan truk otonom naik 31% menjadi $10,2 juta, sementara pendapatan solusi cerdas mencapai $15,5 juta dan melonjak 246,5%.

Masih rugi, tetapi ekspansi terus berlanjut

Di balik pertumbuhan pendapatan yang cepat, Pony AI masih mencatat rugi bersih $53,5 juta pada kuartal pertama. Kerugian itu lebih besar dibandingkan rugi $37,4 juta setahun sebelumnya, terutama karena turunnya pendapatan investasi dan naiknya beban operasional untuk mendukung ekspansi.

CFO Leo Wang mengatakan perusahaan tetap melakukan investasi yang disiplin pada penerapan robotaxi generasi ketujuh dan optimasi teknologi. Ia menilai neraca keuangan yang solid memberi ruang bagi Pony AI untuk mengejar target komersialisasi 2026.

Perusahaan juga menekan biaya produksi kendaraan untuk mendukung skala yang lebih besar di masa depan. Pony AI menargetkan total biaya bahan baku robotaxi generasi ketujuh turun di bawah 230.000 yuan, atau sekitar $33.890, pada pertengahan 2027.

Armada makin besar, permintaan ikut naik

Di sisi operasional, Pony AI terus memperluas armadanya. Hingga akhir Mei, jumlah robotaxi perusahaan telah melampaui 1.700 kendaraan, menandakan ekspansi yang masih berjalan cepat.

Permintaan pengguna juga terlihat tetap kuat. Rata-rata pesanan berbayar mingguan pada Mei naik 119% dibandingkan Januari, menunjukkan penggunaan layanan yang terus menguat.

Langkah global ikut dipercepat

Pony AI tidak hanya bertumpu pada pasar domestik. Perusahaan baru-baru ini bekerja sama dengan Uber dan Verne untuk meluncurkan layanan robotaxi komersial pertama di Eropa, yang beroperasi di Kroasia.

CEO James Peng mengatakan perusahaan mencatat kemajuan berkelanjutan di pasar domestik dan luar negeri pada kuartal pertama. Ia menekankan bahwa strategi pertumbuhan dua mesin dan model deployment bersama akan terus mendorong skala layanan mobilitas otonom.

Bagi Pony AI, kombinasi pertumbuhan pendapatan, ekspansi armada, dan penetrasi pasar internasional menjadi dasar utama untuk menaikkan target 2026. Tantangannya tetap sama, yakni menjaga laju komersialisasi sambil menekan biaya dan mengurangi kerugian saat skala bisnis terus membesar.

Source: cnevpost.com

Terkait