RoboSense Tiba-Tiba Lebih Besar Di Robotik Daripada Mobil, Margin Justru Tertekan

Author: Qoo Media

RoboSense mencatat titik balik besar di bisnis sensornya pada kuartal pertama 2026. Untuk pertama kalinya, pengiriman LiDAR untuk robotika melampaui bisnis otomotif, menandai pergeseran sumber pertumbuhan utama perusahaan ke sektor yang sedang berkembang cepat.

Perusahaan LiDAR asal Shenzhen itu mengirim 185.500 unit LiDAR untuk robotika pada periode tersebut. Angka itu menyumbang lebih dari separuh total pengiriman RoboSense, yang mencapai 330.300 unit pada kuartal pertama.

Perubahan komposisi itu mengangkat total penjualan RoboSense ke rekor tertinggi. Pendapatan perusahaan naik 39,9% secara tahunan menjadi 458,8 juta yuan atau sekitar $67,7 juta, didorong lonjakan kuat di segmen robotika.

Robotika jadi mesin pertumbuhan baru

Lonjakan pengiriman LiDAR robotika mencapai 1.458,8% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut membuat bisnis robotika menyalip ADAS atau sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut sebagai pendorong volume utama perusahaan.

Di segmen robotika yang berkembang pesat, RoboSense sudah membangun kemitraan pasokan eksklusif dengan pemain besar seperti Roborock dan Navimow. Di sektor pengantaran tanpa awak, produknya juga dipakai luas oleh perusahaan logistik otonom seperti Neolix.

Posisi itu membuat RoboSense semakin penting dalam rantai pasok persepsi untuk robot pintar. Pada saat yang sama, ekspansi agresif ini juga memperkeras persaingan dengan rival domestik di pasar LiDAR Tiongkok.

Margin tertekan oleh pergeseran produk

Di balik pertumbuhan volume, profitabilitas perusahaan justru tertekan. Gross margin RoboSense turun menjadi 21,7% pada kuartal pertama, atau turun 6,7 poin persentase dari kuartal sebelumnya.

Deutsche Bank menilai penurunan margin terutama dipicu oleh turunnya blended average selling price sebesar 52% secara tahunan menjadi 1.336 yuan, level terendah sejak perusahaan berdiri. Perubahan ini terutama berasal dari pergeseran bauran produk ke sensor blind spot berharga lebih rendah dan LiDAR untuk robot pemotong rumput.

Pola tersebut menjelaskan mengapa volume bisa melonjak cepat tetapi margin ikut menipis. Meski begitu, perusahaan masih memperkirakan gross margin penuh tahun untuk LiDAR robotika tetap berada di kisaran sehat 30% hingga 40%.

Kinerja laba dan panduan setahun penuh

RoboSense membukukan rugi bersih 64 juta yuan pada kuartal pertama, turun 36% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, rugi operasionalnya melebar setelah mengecualikan keuntungan investasi satu kali.

Untuk setahun penuh 2026, perusahaan menargetkan total pengiriman LiDAR di kisaran 2 juta hingga 2,7 juta unit. Target itu setara dua hingga tiga kali level 2025, sementara pengiriman LiDAR robotika diperkirakan naik tiga kali lipat menjadi 800.000 hingga 1 juta unit.

Prospek tersebut menunjukkan bahwa RoboSense melihat robotika sebagai mesin ekspansi terpenting dalam bisnisnya. Meski begitu, ADAS tetap menjadi pilar besar dengan backlog pesanan lebih dari 9 juta unit yang mencakup 177 model kendaraan dengan design-win.

Dorong efisiensi lewat chip baru

Untuk menekan biaya dan meningkatkan kinerja produk, RoboSense meluncurkan arsitektur chip SPAD-SoC bernama Eocene pada April. Berdasarkan arsitektur itu, chip Phoenix mendukung resolusi native 2.160 channel dan diperkirakan memangkas biaya produksi internal hingga setengah.

Di sisi otomotif, perusahaan juga terus memperdalam kerja sama dengan produsen mobil besar seperti BYD. Strategi itu dipakai untuk memperluas penetrasi produk LiDAR RoboSense ke segmen EV kelas atas maupun kelas bawah.

Source: cnevpost.com
Terbaru