Xpeng memasuki kuartal kedua dengan pesan yang kontras: rugi bersih kuartal pertama membengkak, tetapi perusahaan justru memproyeksikan lonjakan pengiriman kendaraan yang tajam dalam beberapa bulan berikutnya. Sinyal itu muncul di tengah tekanan musim sepi industri otomotif Tiongkok, sekaligus dorongan dari peluncuran model baru yang diharapkan mengangkat penjualan.
Pada tiga bulan yang berakhir 31 Maret, Xpeng membukukan rugi bersih 1,78 miliar yuan, atau sekitar $260 juta. Angka itu jauh lebih besar dibanding rugi 660 juta yuan pada periode yang sama tahun sebelumnya, dan menutup singkatnya masa profit kuartalan pertama yang baru diraih pada kuartal keempat 2025.
Margin membaik, tapi penjualan masih lemah
Di sisi lain, kinerja laba kotor justru menunjukkan perbaikan yang berarti. Margin kotor keseluruhan naik menjadi 20,6% dari 15,6% setahun sebelumnya, sementara margin kendaraan naik 1,6 poin persentase menjadi 12,1%.
Namun, kenaikan margin itu belum mampu menahan tekanan dari sisi penjualan. Pendapatan kuartal pertama turun 17,6% secara tahunan menjadi 13,03 miliar yuan, sejalan dengan lemahnya pengiriman kendaraan di awal tahun.
Xpeng mengirimkan 62.682 kendaraan pada kuartal pertama. Jumlah itu turun 33,32% dibanding 94.008 unit pada periode yang sama 2025, dan merosot 46,08% dari kuartal keempat tahun lalu.
Meski begitu, angka pengiriman tersebut masih berada dalam rentang panduan sebelumnya, yakni 61.000 hingga 66.000 unit. Capaian itu menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu menjaga volume tetap sesuai target, meski pasar sedang lesu.
Target rebound kuat di kuartal kedua
Untuk kuartal kedua, Xpeng memasang nada yang jauh lebih optimistis. Perusahaan memperkirakan pengiriman berada di kisaran 100.000 hingga 106.000 unit, yang berarti lonjakan kuartalan hingga 69,11%.
Secara tahunan, proyeksi itu relatif datar karena basis perbandingannya juga tinggi. Namun, untuk bisnis yang baru keluar dari kuartal lemah, target tersebut menandakan adanya harapan pemulihan yang cukup agresif.
Xpeng juga memandu pendapatan kuartal kedua di kisaran 19,60 miliar yuan hingga 20,80 miliar yuan. Rentang ini mencerminkan kenaikan sekitar 7,25% hingga 13,82% secara tahunan.
Berdasarkan panduan itu, pengiriman gabungan pada Mei dan Juni diperkirakan mencapai 68.989 hingga 74.989 kendaraan. Artinya, sebagian besar pemulihan yang ditargetkan perusahaan harus datang dalam waktu yang relatif singkat.
Model baru menjadi tumpuan
Dorongan utama untuk pemulihan penjualan datang dari lini produk baru. Xpeng baru saja meluncurkan SUV flagship teknologi terbarunya, GX, pada 20 Mei, dan peluncuran ini menandai perluasan lebih jauh ke segmen premium.
Perusahaan menilai peluncuran model baru akan menjadi penggerak utama rebound yang stabil di kuartal kedua. Fokus itu penting karena kinerja Xpeng masih sangat bergantung pada kemampuan produk barunya menarik permintaan di pasar yang kompetitif.
Selain produk, Xpeng juga terus mendorong strategi AI. Chairman sekaligus CEO He Xiaopeng menyebut tahun ini dirinya akan fokus pada pencapaian produksi massal robotaxi dan robot humanoid.
Perusahaan juga tengah membangun ekosistem bisnis global untuk mengubah teknologi physical AI menjadi mesin pertumbuhan baru. Di pasar domestik, data bulanan terbaru memberi sedikit tanda stabilisasi karena Xpeng mengirimkan 31.011 kendaraan pada April, naik 13% dibanding Maret meski masih turun secara tahunan.
Source: cnevpost.com