Libur Panjang Mengintai Lembang, Polisi Siapkan One Way di Titik Rawan Macet

Arus lalu lintas menuju kawasan wisata Lembang, Bandung Barat, diperkirakan akan mengalami lonjakan setelah Hari Raya Iduladha. Untuk mengantisipasi kepadatan itu, Satlantas Polres Cimahi menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa one way sepenggal di titik-titik yang dinilai rawan macet.

Langkah ini disiapkan karena libur Iduladha berdekatan dengan long weekend Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026. Kombinasi dua momen libur tersebut dinilai berpotensi meningkatkan pergerakan wisatawan ke Lembang dan kawasan sekitarnya.

Kaur Bin Ops Satlantas Polres Cimahi Iptu Bayu Subakti mengatakan, pola mobilitas saat libur Iduladha berbeda dengan long weekend biasa. Pada hari raya, masyarakat umumnya masih berkumpul bersama keluarga di rumah masing-masing.

Karena itu, kepadatan kendaraan diprediksi tidak langsung memuncak pada hari H Iduladha. Lonjakan justru diperkirakan terjadi setelah perayaan, saat masyarakat mulai memanfaatkan sisa masa libur untuk berwisata.

Menurut Bayu, polisi telah menyiapkan skema CB atau Cara Bertindak One Way Sepenggal untuk mengurai antrean kendaraan. Penerapannya tidak dilakukan secara tetap, melainkan bergantung pada kondisi lalu lintas di lapangan.

Rekayasa tersebut diterapkan secara terbatas pada ruas jalan tertentu. Tujuannya untuk mempercepat arus kendaraan tanpa menutup seluruh jalur utama di kawasan wisata.

Bayu menjelaskan, petugas akan melihat lebih dulu titik mana yang mengalami kepadatan paling tinggi. Dari situ, pengaturan arus satu arah akan diberlakukan pada segmen jalan yang dianggap paling membutuhkan penanganan cepat.

Titik yang Jadi Prioritas

Satlantas Polres Cimahi menempatkan sejumlah jalur wisata di Lembang sebagai prioritas pengamanan selama periode libur panjang. Ruas yang menjadi perhatian meliputi Jalan Kolonel Masturi, Simpang Beatrix, hingga kawasan Cikole.

Jalur-jalur tersebut selama ini menjadi akses penting menuju berbagai destinasi wisata di Lembang. Karena itu, peningkatan volume kendaraan di titik tersebut dinilai berisiko memicu perlambatan panjang jika tidak diantisipasi sejak awal.

Penerapan one way sepenggal dipilih karena lebih fleksibel untuk menghadapi arus kendaraan yang berubah-ubah. Skema ini memungkinkan petugas mengatur pergerakan kendaraan di ruas tertentu tanpa harus menutup akses secara menyeluruh.

Bayu menegaskan, pelaksanaan rekayasa lalu lintas akan disesuaikan dengan situasi aktual. Jika satu titik menunjukkan kepadatan tinggi, penanganan akan dipusatkan di lokasi tersebut untuk menjaga kelancaran arus.

Lonjakan Wisatawan Diperkirakan Terjadi

Perkiraan meningkatnya arus kendaraan juga sejalan dengan proyeksi pemerintah daerah. Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menilai jumlah wisatawan berpotensi naik selama libur panjang tersebut.

Menurut Jeje, durasi libur yang cukup panjang bisa mendorong lebih banyak pengunjung datang ke Bandung Barat. Hal itu dinilai dapat membawa dampak positif karena wilayah ini memiliki banyak destinasi wisata favorit, terutama di Lembang.

Kenaikan jumlah pengunjung berarti aktivitas kendaraan menuju objek wisata juga berpotensi bertambah. Situasi inilah yang membuat pengaturan lalu lintas menjadi salah satu fokus utama selama masa liburan.

Jeje menyebut sejumlah pengelola objek wisata di Lembang juga mulai melakukan langkah antisipasi. Salah satu upayanya adalah menambah personel dan mengatur arus kendaraan di area wisata masing-masing.

Langkah dari pengelola tempat wisata dipandang penting untuk mendukung pengendalian arus di jalan utama. Dengan pengaturan sejak pintu masuk kawasan wisata, penumpukan kendaraan di sekitar lokasi diharapkan bisa ditekan.

Pola Libur Jadi Penentu

Prediksi kepadatan setelah Iduladha menunjukkan bahwa pola perjalanan masyarakat menjadi faktor penting dalam pengamanan lalu lintas. Saat hari raya, mobilitas biasanya tertahan karena warga masih fokus pada kegiatan keluarga.

Namun setelah itu, arus wisata cenderung bergerak naik, terutama ketika hari libur masih tersisa. Lembang menjadi salah satu kawasan yang paling berpotensi terdampak karena menjadi tujuan wisata utama di Bandung Barat.

Karena itu, skema one way sepenggal disiapkan sebagai langkah responsif, bukan kebijakan yang diberlakukan otomatis sejak awal. Polisi akan menyesuaikan rekayasa tersebut dengan perkembangan volume kendaraan di lapangan.

Dengan pendekatan situasional, petugas berharap arus kendaraan menuju jalur wisata tetap bisa dikendalikan. Fokus pengamanan akan diarahkan pada titik-titik yang paling padat agar perjalanan wisatawan ke kawasan Lembang tidak terhambat lebih parah.

Source: otomotif.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button