Baterai Mobil Listrik Bisa Cepat Drop, Gaya Ngebut dan AC Bermasalah Jadi Biang Kerok

Usia baterai menjadi perhatian utama banyak pemilik dan calon pengguna mobil listrik. Alasannya sederhana, komponen ini sangat penting dan biaya penggantiannya tidak murah bila sampai rusak.

Karena itu, cara memakai mobil listrik sehari-hari ikut menentukan panjang pendeknya usia baterai. Salah satu kebiasaan yang perlu dihindari ialah gaya berkendara agresif, termasuk terlalu sering menginjak pedal akselerasi secara berlebihan.

Aftersales Service Operation Manager Jaecoo, Bayu Agus Mustofa, mengatakan pola penggunaan kendaraan menjadi akar persoalan yang paling memengaruhi kondisi baterai. Menurut dia, pemakaian agresif akan membuat konsumsi baterai lebih boros.

Saat daya lebih cepat habis, mobil akan lebih sering diisi ulang. Frekuensi pengisian yang makin sering kemudian membuat perhatian terhadap suhu baterai menjadi semakin penting.

Bayu menjelaskan, konsumsi yang boros berkaitan langsung dengan kebutuhan pengecasan yang lebih sering. Dalam kondisi itu, temperatur baterai tidak boleh diabaikan karena sangat berpengaruh terhadap kesehatan komponen tersebut.

Gaya Berkendara Berpengaruh Langsung

Gaya berkendara agresif bukan hanya membuat energi lebih cepat terkuras saat mobil digunakan. Kebiasaan ini juga memperbesar beban kerja baterai karena kebutuhan daya meningkat saat akselerasi dilakukan terus-menerus.

Dampak lanjutannya terlihat pada pola pengisian daya. Ketika baterai lebih cepat habis, pengemudi akan lebih sering melakukan pengecasan untuk menjaga mobil tetap siap digunakan.

Situasi tersebut membuat baterai bekerja dalam siklus yang lebih intens. Karena itu, menjaga cara berkendara tetap halus menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu menjaga umur pakai baterai.

Bayu menekankan bahwa akar masalahnya ada pada pola penggunaan kendaraan. Semakin agresif cara mobil dijalankan, semakin besar pula konsumsi energi yang harus ditanggung baterai.

Suhu Baterai Jadi Kunci Penting

Selain gaya berkendara, suhu kerja baterai juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatannya. Temperatur yang terlalu panas dapat mempercepat degradasi sel baterai dan membuat performanya turun lebih cepat.

Karena itu, sistem pendingin baterai memegang peran penting pada mobil listrik modern. Sistem ini bekerja untuk menjaga kondisi baterai tetap berada pada suhu optimal saat kendaraan digunakan.

Pada mobil listrik modern, suhu baterai dijaga dengan sistem pendingin berbasis coolant dan pendingin kabin. Artinya, pendinginan baterai tidak hanya bergantung pada satu komponen, tetapi melibatkan sistem yang harus bekerja selaras.

Bayu menjelaskan bahwa baterai didinginkan oleh coolant dan oleh AC. Jika salah satu bagian dari sistem ini tidak bekerja dengan baik, proses menjaga temperatur baterai juga bisa ikut terganggu.

Jangan Anggap Sepele Kondisi AC

Banyak pengguna mungkin hanya melihat AC sebagai fitur kenyamanan kabin. Padahal, pada mobil listrik modern, AC juga berkaitan dengan proses pendinginan baterai.

Saat AC bermasalah, proses pendinginan baterai bisa ikut terdampak. Jika dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi performa baterai sekaligus usia pakainya.

Karena itu, masalah pada AC tidak seharusnya ditunda penanganannya. Bayu menyarankan kendaraan segera dibawa ke bengkel bila sistem AC menunjukkan gangguan.

Langkah itu penting untuk mencegah masalah yang lebih besar pada sistem pendinginan. Dalam konteks mobil listrik, menjaga AC tetap prima bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga bagian dari perawatan baterai.

Perawatan Dimulai dari Kebiasaan Harian

Menjaga baterai mobil listrik tidak selalu harus dimulai dari tindakan teknis yang rumit. Kebiasaan sehari-hari, seperti mengemudi dengan lebih halus dan tidak terlalu agresif, sudah memberi dampak pada efisiensi pemakaian daya.

Kebiasaan ini membantu menekan konsumsi energi agar tidak berlebihan. Dengan begitu, kebutuhan pengecasan bisa lebih terkendali dan baterai tidak terlalu sering bekerja dalam kondisi yang berat.

Di saat yang sama, pemilik kendaraan juga perlu memastikan sistem pendingin bekerja normal. Cooling system yang prima akan membantu baterai tetap berada pada temperatur kerja yang sesuai.

Kombinasi antara gaya berkendara yang lebih tenang dan perhatian pada kondisi AC menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan baterai mobil listrik. Dua hal ini saling terkait karena efisiensi penggunaan daya dan kestabilan suhu sama-sama berpengaruh pada umur pakai baterai.

Pada akhirnya, baterai mobil listrik tidak hanya dijaga lewat pengisian daya yang benar, tetapi juga lewat cara kendaraan digunakan setiap hari. Saat pengemudi menghindari akselerasi berlebihan dan tidak mengabaikan gangguan AC, risiko penurunan performa baterai bisa ditekan.

Source: otomotif.kompas.com
Exit mobile version