J2 T2 langsung menarik perhatian karena tampil sebagai SUV rugged dengan bahasa desain yang tegas dan berani. Model ini bahkan sering sekilas dikaitkan dengan Land Rover Defender atau Hummer, meski identitasnya berdiri sendiri dan bukan sekadar meniru.
Di tengah ramai pasar SUV bergaya tangguh, J2 T2 masuk dengan paket yang cukup serius untuk melawan nama besar di kelasnya. Dimensinya membuatnya masuk persaingan langsung dengan GWM Tank 300, sementara pendekatan desain dan isi kabinnya diarahkan untuk memberi kesan lebih modern dan lengkap.
Desain eksterior yang bold
Bagian depan J2 T2 menampilkan grille dengan huruf pop-up yang membentuk tulisan “J2” sebagai pengganti logo konvensional. Lampu utamanya berukuran besar dan memakai teknologi four-point LED, sementara elemen dekoratif di depan ikut memperkuat tampilan visualnya.
Dari samping, kesan tangguh muncul lewat wheel arch yang menonjol keluar. Bodinya disebut sedikit lebih lebar dan besar dibanding Tank 300, meski Tank 300 unggul tipis dalam tinggi kendaraan.
SUV ini juga dibekali detail praktis untuk kebutuhan ringan di jalur non-aspal. Ada light hand grip di sisi kap mesin, side step untuk memudahkan akses masuk, serta velg 19 inci yang dipasangkan dengan ban GT4x4 All-Terrain ukuran 255/60.
Sektor belakang dan fungsi harian
Bagian belakangnya tidak kalah mencolok karena memakai lampu vertikal dengan tema four-point. Pintu bagasi membawa ban cadangan tipe kompang di atas konde, lalu kamera mundur ditempatkan di area itu.
Pintu bagasi memakai bukaan samping hingga 90 derajat untuk memudahkan akses barang. Ada pula fitur suction door yang membantu pintu menutup rapat secara otomatis tanpa perlu dibanting keras.
Kapasitas bagasi dibuat fleksibel untuk perjalanan jauh. Saat seluruh kursi dipakai, ruang kargo mencapai 580 liter, lalu melonjak menjadi 1.494 liter ketika kursi baris kedua dilipat penuh.
Kabin lapang dan fitur lengkap
Baris kedua menjadi salah satu nilai jual penting J2 T2 karena lantainya dibuat rata tanpa terowongan transmisi di tengah. Konfigurasi ini membuat posisi duduk penumpang tengah lebih natural dan nyaman, dengan ruang kaki serta ruang kepala yang lapang.
Kenyamanan penumpang belakang ditopang kisi AC khusus, port USB Type-A dan Type-C, armrest tengah dengan dua cup holder, serta kursi lipat 60:40 yang bisa direbahkan sedikit. Di baris ini juga tersedia ISOFIX untuk kursi anak.
Di depan, kabin mengusung material soft touch pada dashboard dan door trim, lengkap dengan jahitan kontras merah. Ada hand grip kokoh di pilar A dan kisi AC vertikal bergaya industrial yang menegaskan karakter heavy-duty.
Layar sentuh 15,6 inci menjadi pusat kendali utama kabin. Sistem ini mendukung Apple CarPlay dan Android Auto, menampilkan visual kendaraan secara detail, dan tetap mempertahankan tombol fisik AC untuk kemudahan pengoperasian.
Mesin turbo 2.0 liter dan performa
Di balik kap mesin, J2 T2 mengandalkan mesin bensin 2.0 liter 4-silinder TGDI tanpa opsi diesel, hybrid, atau PHEV. Tenaga yang dihasilkan mencapai 245 PS dengan torsi puncak 375 Nm.
Tenaga itu disalurkan lewat transmisi kopling ganda 7-percepatan dan sistem penggerak AWD bernama X Wheel Drive atau XWD. Bobot kendaraan tercatat 1.880 kg, namun konsumsi rata-ratanya disebut masih cukup efisien di 7,9 liter per 100 km atau sekitar 12,6 km/liter.
Tangki bahan bakar berkapasitas 70 liter memberi daya jelajah yang jauh dalam satu kali pengisian. Ini membuat J2 T2 tampil bukan hanya sebagai SUV bergaya gagah, tetapi juga sebagai kendaraan yang siap dipakai untuk perjalanan panjang.
Kenyamanan, mode berkendara, dan catatan pengendalian
J2 T2 memakai suspensi independen MacPherson di depan dan multi-link di belakang. Setelannya cenderung sangat lembut, sehingga lebih fokus pada kenyamanan saat melintasi jalan perkotaan.
Karakter itu memang membuat redaman terasa empuk, tetapi body roll juga lebih terasa saat bermanuver di kecepatan menengah hingga tinggi. Pada kecepatan 150–170 km/jam, rasa menapak ke aspal disebut tidak sekuat SUV dengan suspensi lebih kaku.
Untuk membantu traksi, tersedia delapan mode berkendara: Eco, Normal, Sport, Snow, Mud, Sand, Rock, dan X Mode. X Mode bekerja otomatis dengan membaca dinamika kendaraan, slip roda, dan kondisi permukaan jalan untuk mengatur torsi serta traksi tanpa intervensi manual.
Dari sisi keamanan dan kenyamanan kabin, J2 T2 mengandalkan ADAS, ESC yang sensitif, serta kaca ganda pada jendela samping untuk meredam suara luar. Sistem audio Sony 12 speaker, panoramic sunroof besar, dan kursi depan berlapis kulit dengan ventilated seats juga melengkapi paket SUV ini.
Di pasar asalnya, J2 T2 diposisikan dengan estimasi nilai jual sekitar Rp156.000.000 berdasarkan nilai regional setara 156,000 ringgit. Dengan kombinasi desain agresif, fitur kabin yang kaya, dan mesin turbo yang kuat, SUV ini hadir sebagai penantang baru yang cukup serius di kelas utilitas tangguh.
