Di saat industri otomotif dan mobilitas nasional masih menghadapi tekanan, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk atau MPMX justru memilih mengembalikan nilai lebih besar kepada pemegang saham. Emiten konsumer otomotif ini resmi membagikan dividen tunai Rp 170 per saham dengan total nilai mencapai Rp 451.895.706.465.
Keputusan itu lahir dari kinerja yang masih terjaga di tengah pasar yang lesu. Sepanjang tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, MPMX mencatat pendapatan konsolidasi Rp 16,2 triliun dan laba bersih Rp 462 miliar.
Tekanan industri masih terasa
Hasil tersebut tetap menurun dibandingkan periode sebelumnya. Pendapatan turun 1 persen dan laba bersih terkoreksi 19 persen, sejalan dengan dinamika industri otomotif dan mobilitas nasional yang belum sepenuhnya pulih.
Perusahaan menyebut pelemahan daya beli masyarakat, tekanan pada pembiayaan kendaraan, dan normalisasi permintaan di sejumlah segmen usaha sebagai faktor yang memengaruhi kinerja sepanjang 2025. Kondisi ini membuat pelaku usaha otomotif harus bergerak lebih hati-hati dalam menjaga pertumbuhan.
Strategi bertahan MPMX
Di tengah tantangan itu, MPMX memilih pendekatan bisnis yang lebih selektif, disiplin, dan adaptif terhadap perubahan pasar. Perseroan juga memperkuat disiplin operasional, meningkatkan efisiensi biaya, menjalankan pengelolaan risiko secara prudent, serta mengoptimalkan portofolio bisnis.
Langkah tersebut menjaga kualitas kinerja dan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Dengan fundamental yang tetap terjaga, perusahaan menilai ruang untuk meningkatkan pembagian dividen masih terbuka.
Dividen besar disetujui pemegang saham
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar di Gedung Lippo Kuningan, Jakarta, pemegang saham menyetujui penggunaan laba Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Keputusan itu kemudian mengesahkan pembagian dividen tunai kepada investor.
MPMX menetapkan dividen tunai Rp 170 per saham. Dengan harga saham Perseroan pada penutupan perdagangan Senin, 25 Mei 2026, nilai tersebut setara dengan dividend yield 16 persen.
Manajemen lihat nilai jangka panjang
Group Chief Executive Officer MPMX, Suwito Mawarwati, menyebut 2025 sebagai periode yang penuh dinamika bagi industri otomotif dan mobilitas nasional. Ia menilai tahun itu menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kehati-hatian, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar.
Suwito juga menegaskan bahwa di tengah kondisi industri yang menantang, Perseroan tetap berupaya menjaga kualitas bisnis dan memperkuat fundamental usaha secara berkelanjutan. Peningkatan dividen tahun ini, menurut dia, mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus memberikan nilai yang berkelanjutan kepada pemegang saham sekaligus keyakinan terhadap kekuatan fundamental dan prospek jangka panjang MPMX.
Bagi investor, kombinasi antara tekanan industri dan dividen tinggi ini menjadi sinyal penting. Di satu sisi, pasar otomotif masih belum bebas dari tantangan, tetapi di sisi lain MPMX menunjukkan kemampuan menjaga profitabilitas dan arus nilai bagi pemegang saham di tengah situasi yang sulit.
