Baterai AION UT Tembus 500 Km, Bodi 71% Baja Kuat Ini yang Bikin Kabin Lebih Aman

AION UT menonjol bukan hanya karena jarak tempuhnya, tetapi juga karena kombinasi daya baterai dan struktur bodi yang menitikberatkan efisiensi sekaligus perlindungan penumpang. Di segmen medium hatchback EV, dua aspek ini menjadi perhatian utama calon pembeli yang mempertimbangkan mobil listrik untuk penggunaan harian maupun perjalanan lebih jauh.

Mobil listrik ini hadir dengan dua pilihan baterai yang membedakan karakter penggunaannya. Varian Standard membawa baterai 44,12 kWh dengan jarak tempuh hingga 400 km berdasarkan pengujian NEDC, sedangkan varian Premium memakai baterai 60 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 500 km NEDC.

Kapasitas baterai tersebut menjadi dasar penting untuk membaca positioning AION UT di pasar. Pilihan 44,12 kWh menyasar kebutuhan mobilitas yang lebih umum, sementara 60 kWh memberi ruang lebih besar bagi konsumen yang menginginkan daya jelajah lebih panjang dalam satu kali pengisian.

Di luar kapasitas baterai, kedua varian tetap didukung motor listrik yang sama kuatnya. AION UT dibekali motor dengan tenaga hingga 150 kW dan torsi 210 Nm untuk menghadirkan akselerasi yang responsif tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.

Kombinasi ini membuat pembahasan soal “kekuatan baterai” tidak berhenti pada angka kapasitas saja. Baterai pada AION UT juga dipadukan dengan performa motor yang cukup besar, sehingga energi yang disimpan tidak sekadar menopang jarak tempuh, tetapi juga mendukung karakter berkendara yang aktif.

Untuk konsumen yang memprioritaskan efisiensi waktu saat pengisian, varian Premium membawa nilai tambah yang signifikan. Model ini sudah mendukung fast charging hingga 87 kW sehingga proses pengisian daya bisa berlangsung lebih cepat dan praktis.

Dukungan pengisian itu juga diperkuat oleh sertifikasi kompatibilitas internasional. Sistem charging AION UT telah mengantongi CCTA Global Charging Compatibility Proficiency Test dengan standar Eropa serta TÜV SÜD New Energy Vehicle Charging Compatibility Function Certification.

Struktur bodi fokus pada perlindungan kabin

Selain baterai, sisi keselamatan menjadi sorotan utama lain pada AION UT. Mobil ini menggunakan struktur bodi dengan 71 persen high-strength steel, sebuah pendekatan yang dirancang untuk meningkatkan kekuatan rangka dalam melindungi area kabin.

Material tersebut diperkuat dengan one-piece hot-formed double door ring. Ada pula Dragon-Bone Embraced Body Structure yang disebut untuk memberikan perlindungan maksimal bagi penumpang di dalam kabin.

Kehadiran struktur seperti ini penting karena kendaraan listrik membawa bobot berbeda dibanding mobil konvensional akibat paket baterai. Karena itu, kekuatan bodi menjadi elemen penting agar perlindungan pasif tetap optimal saat mobil dipakai dalam berbagai kondisi perjalanan.

AION UT juga tidak hanya mengandalkan perlindungan pasif dari material bodi. Berbagai fitur keselamatan aktif sudah hadir secara terintegrasi untuk membantu pengemudi mengurangi potensi risiko di jalan.

Fitur yang tersedia mencakup AEB, FCW, LDW, BSD, dan DOW. Paket ini menambah lapisan keamanan, mulai dari peringatan potensi tabrakan, bantuan menjaga jalur, pemantauan titik buta, hingga peringatan saat membuka pintu.

Fitur modern melengkapi paket kendaraan listrik

Platform yang digunakan AION UT juga menjadi bagian dari nilai jualnya. Mobil ini dibangun di atas platform listrik AEP dan X-Soul Architecture yang mendukung hadirnya sejumlah fitur modern pada kendaraan.

Sejumlah fitur unggulan yang disebut meliputi adaptive cruise control, lane keeping assist, panoramic roof, ventilated seat, dan wireless charging. Pada varian Premium, tersedia pula semi-autonomous driving yang menambah sentuhan teknologi dalam pengalaman berkendara.

Kelengkapan fitur tersebut membuat AION UT tidak hanya mengandalkan spesifikasi baterai sebagai daya tarik utama. Konsumen mendapat paket yang lebih menyeluruh, mulai dari efisiensi energi, performa, keamanan, hingga kenyamanan kabin.

Dari sisi harga, AION UT dipasarkan mulai Rp325 juta untuk varian Standard dan Rp375 juta untuk varian Premium dengan status OTR Jakarta. Rentang ini menempatkannya sebagai salah satu opsi menarik bagi konsumen yang mencari hatchback listrik dengan fitur lengkap.

Pergerakan penjualannya juga menunjukkan respons pasar yang positif. Berdasarkan data wholesales GAIKINDO, penjualan AION UT tercatat 266 unit pada Januari 2026 dan naik menjadi 321 unit pada April 2026, atau tumbuh lebih dari 20 persen dalam empat bulan pertama tahun ini.

Kenaikan tersebut memperkuat posisinya di segmen medium hatchback EV Indonesia. Di saat yang sama, AION UT juga telah mengantongi sejumlah penghargaan, antara lain Most Inspiring EV Hatchback of The Year, Best Medium Hatchback EV, dan Best EV Of The Year 2026 dari Pikiran Rakyat.

Dengan kombinasi baterai 44,12 kWh hingga 60 kWh, jarak tempuh sampai 500 km NEDC, dukungan fast charging 87 kW pada varian Premium, serta struktur bodi 71 persen high-strength steel, AION UT tampil sebagai mobil listrik yang menempatkan efisiensi dan keselamatan dalam satu paket. Pendekatan ini yang membuatnya menonjol di tengah persaingan hatchback listrik yang semakin ramai di pasar Indonesia.

Exit mobile version