Ferrari Luce Meluncur, Laku Sebelum Dijual dan Langsung Picu Kritik soal DNA Maranello

Author: Qoo Media

Ferrari akhirnya memasuki era listrik dengan langkah yang langsung memancing sorotan besar. Ferrari Luce meluncur sebagai mobil listrik pertama merek asal Maranello itu dan datang dengan beban ekspektasi yang tinggi, karena tidak hanya membawa teknologi baru, tetapi juga menyentuh identitas yang selama ini lekat dengan mesin bensin dan karakter tradisional Ferrari.

Peluncuran dilakukan pada 25 Mei 2026 di Vela di Calatrava – Citta dello Sport, Roma, Italia. Lokasi itu dipilih dengan makna simbolis, karena di tempat yang sama pada 25 Mei 1947 Ferrari meraih kemenangan perdananya lewat Ferrari 125 S bersama Franco Cortese di sirkuit Baths of Caracalla.

Langkah besar Maranello

Luce dirancang sebagai simbol arah baru Ferrari di era elektrifikasi. Nama “Luce” berarti cahaya dalam bahasa Italia, dan pilihan itu menegaskan ambisi Ferrari untuk memperluas potensi desain, performa, dan pengalaman berkendara lewat tenaga listrik.

Presiden Ferrari, John Elkann, menyebut proyek ini melibatkan lebih dari 60 paten baru. Seluruh komponen utama juga dikembangkan di Maranello, mulai dari motor listrik hingga paket baterai.

Ferrari turut menggandeng LoveFrom, studio yang dipimpin Jony Ive dan Marc Newson, untuk memberi perspektif segar pada bahasa desain mobil ini. Kolaborasi itu terlihat pada pendekatan yang lebih futuristik tanpa sepenuhnya meninggalkan ciri khas Ferrari.

Desain yang paling berbeda

Ferrari Luce hadir dengan empat pintu dan lima kursi, dua hal yang belum pernah muncul sebelumnya pada mobil Ferrari. Bentuk ini juga disertai glass house besar yang membuat tampilannya jauh berbeda dari model-model Ferrari sebelumnya.

Pelek yang dipasang pun menjadi yang terbesar dalam sejarah Ferrari, yakni 23 inci di depan dan 24 inci di belakang. Di dalam kabin, Ferrari menggabungkan tombol mekanis dan layar digital multifungsi, termasuk kunci unik dengan layar E Ink yang disebut sebagai yang pertama di dunia otomotif.

Performa setara supercar

Di balik desain barunya, Ferrari tetap membawa performa tinggi. Luce memakai empat motor listrik, masing-masing di roda, dengan tenaga maksimal 1.050 Cv.

Baterai 122 kWh dengan sistem 800 volt memungkinkan akselerasi 0-100 km/jam dalam 2,5 detik. Mobil ini juga diklaim mampu melaju lebih dari 310 km/jam dan menempuh jarak lebih dari 530 km.

Ferrari menggunakan suspensi aktif dari Ferrari F80 dan rear wheel steering independen untuk menjaga stabilitas. Vehicle Control Unit atau VCU kemudian mengatur powertrain dan dinamika kendaraan hingga 200 kali per detik.

Kabin digital dan fitur premium

Bagian interior dibuat sangat futuristik dengan layar putar 15,6 inci, panel instrumen digital 10,25 inci, dan head-up display 26 inci. Ferrari juga menanamkan sistem AI DiClaw untuk mendukung perintah suara canggih, interaksi proaktif, dan pencarian fleksibel.

Fitur lain mencakup kursi pijat, sistem audio 21 speaker 3.000 watt, serta lima preset audio dari Studio hingga Electronic. Pendekatan ini membuat Luce tidak hanya tampil sebagai mobil listrik performa tinggi, tetapi juga sebagai produk mewah dengan kelengkapan teknologi yang agresif.

Antusiasme besar, kritik tak kalah keras

Sejak diperkenalkan, Ferrari Luce langsung memicu perdebatan. Banyak pihak memuji inovasi, performa ekstrem, dan desain futuristiknya, namun ada pula yang menilai tampilannya terlalu jauh dari karakter Ferrari tradisional.

Mantan CEO Luca di Montezemolo bahkan menyebut langkah ini berani sekaligus berisiko. Menurutnya, kehadiran Luce berpotensi mengubah citra legenda Maranello yang selama ini identik dengan mesin pembakaran internal.

CEO Ferrari Benedetto Vigna menegaskan bahwa Luce memiliki karakter unik dibanding mobil listrik lain di pasar, termasuk produk asal China. Ia menilai pengalaman langsung akan membuktikan bahwa mobil ini bukan tiruan dan tetap membawa DNA Ferrari.

Pesanan awal dan reaksi pasar

Peluncuran di Roma dihadiri sekitar 1.600 pelanggan. Pemesanan resmi dibuka pada 27 Mei 2026, dan Ferrari sudah menerima pembayaran transfer bank dari konsumen yang hadir.

Harga Luce ditetapkan 550.000 euro atau sekitar Rp 11,39 miliar. Ferrari akan mengumumkan angka pasti pemesanan pada Juli 2026 bersamaan dengan laporan keuangan kuartal kedua.

Di sisi lain, respons pasar tidak sepenuhnya positif. Pada hari Selasa setelah peluncuran, saham Ferrari turun lebih dari 8 persen, mencerminkan skeptisisme investor terhadap mobil listrik pertama mereka. Ferrari menilai kritik itu terlalu dini dan menegaskan Luce hanyalah tambahan dalam lini produk, bukan pengganti model bensin maupun hybrid yang sudah ada.

Source: moladin.com
Terbaru