Telkomsel Kantongi 100 MHz, Sinyal ke Pelosok dan Jalan 5G Makin Terbuka

Author: Qoo Media

Telkomsel memperoleh tambahan spektrum selebar 100 MHz yang membuka peluang perluasan jangkauan internet hingga wilayah pelosok. Spektrum baru ini juga disiapkan untuk memperkuat kapasitas layanan data serta mempercepat pengembangan 5G di Indonesia.

Alokasi tersebut merupakan hasil seleksi Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi. Telkomsel mendapatkan 2×10 MHz pada pita 700 MHz dan 80 MHz pada pita 2,6 GHz.

Dua Pita Frekuensi dengan Peran Berbeda

Kombinasi frekuensi rendah dan frekuensi menengah menjadi bagian penting dari strategi penguatan jaringan. Pita 700 MHz diarahkan untuk cakupan area yang lebih luas, sedangkan pita 2,6 GHz digunakan untuk menambah kapasitas jaringan.

Pita Frekuensi Alokasi Fungsi Utama
700 MHz 2×10 MHz Memperluas cakupan hingga pelosok dan memperkuat sinyal di dalam ruangan
2,6 GHz 80 MHz Meningkatkan kapasitas trafik data dan mendukung pengembangan 5G

Pita 700 MHz memiliki karakter jangkauan sinyal yang luas dan kemampuan penetrasi yang lebih baik ke dalam bangunan. Karakter ini membuatnya relevan untuk memperkuat layanan di area yang lebih jauh maupun kebutuhan koneksi di dalam ruangan.

Di sisi lain, pita 2,6 GHz disiapkan untuk menopang kebutuhan kapasitas yang lebih besar. Frekuensi ini ditujukan untuk menghadapi lonjakan trafik data, kebutuhan sektor industri, serta fondasi layanan jaringan generasi kelima.

Dengan dua karakter frekuensi tersebut, Telkomsel menargetkan keseimbangan antara jangkauan wilayah dan kemampuan transmisi data berkapasitas tinggi. Pemanfaatannya diharapkan meningkatkan kualitas pengalaman internet bagi pelanggan individu maupun pelaku usaha.

Implementasi Dilakukan Bertahap

Penggunaan spektrum tambahan itu tidak disebut akan dilakukan sekaligus. Telkomsel menyatakan pemanfaatannya akan berjalan bertahap dan terukur sesuai tahapan pembangunan jaringan.

Selain peningkatan layanan, perusahaan juga berkomitmen menjalankan kewajiban pembangunan jaringan di desa-desa yang telah ditetapkan regulator. Langkah tersebut menempatkan perluasan konektivitas sebagai bagian dari agenda inklusi digital.

VP Technology Strategy & Consumer Product Development Telkomsel, Ronald Limoa, menilai alokasi ini bukan sekadar penambahan sumber daya jaringan. Menurut dia, spektrum tersebut menjadi amanah untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia.

“Bagi Telkomsel, alokasi spektrum ini bukan sekadar tambahan sumber daya jaringan, melainkan amanah untuk terus menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi pelanggan dan masyarakat Indonesia,” ujar Ronald dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Komdigi atas proses seleksi yang dinilai berjalan transparan dan akuntabel. Informasi mengenai alokasi frekuensi itu turut dilaporkan oleh www.liputan6.com.

Spektrum sebagai Sumber Daya Publik

Ronald menekankan bahwa spektrum merupakan sumber daya publik yang strategis. Karena itu, pemanfaatannya diarahkan agar dapat menghasilkan manfaat yang terasa langsung dalam pengalaman digital pelanggan.

“Spektrum adalah sumber daya publik yang sangat strategis. Fokus kami adalah bagaimana mengubah sumber daya tersebut menjadi manfaat nyata yang dirasakan pelanggan melalui pengalaman digital yang semakin mudah, nyaman, dan relevan,” kata Ronald.

Ke depan, Telkomsel akan melanjutkan koordinasi dengan Komdigi dan pemangku kepentingan terkait. Tahap lanjutan tersebut ditujukan untuk mendukung transformasi digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Terbaru