Lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara ke kawasan Bromo mendorong penguatan kemampuan pemandu lokal di Desa Wisata Gubugklakah. UPN Veteran Jawa Timur menggelar pelatihan English for Guiding agar pemandu lebih siap melayani wisatawan asing.
Data Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menunjukkan kunjungan wisatawan asing pada semester I 2025 mencapai 12.168 orang. Angka itu meningkat 5.417 orang atau sekitar 80 persen dibandingkan periode Januari hingga Juni 2024 yang tercatat 6.751 orang.
Lonjakan Wisatawan Asing di TNBTS
Peningkatan tersebut memperlihatkan besarnya peluang bagi desa-desa penyangga kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, termasuk Gubugklakah. Kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting agar peluang kunjungan itu dapat direspons melalui layanan wisata yang lebih baik.
| Periode | Jumlah Wisatawan Asing | Perubahan |
|---|---|---|
| Semester I 2024 | 6.751 orang | – |
| Semester I 2025 | 12.168 orang | Naik 5.417 orang atau sekitar 80% |
Pelatihan tersebut dilaksanakan melalui program Pengabdian Masyarakat skema PKM Edu yang didanai LPPM UPN Veteran Jawa Timur. Kegiatan ini ditujukan untuk membantu pemandu lokal menyampaikan informasi destinasi secara lebih efektif kepada tamu dari luar negeri.
Ketua Pemandu Wisata Desa Wisata Gubugklakah, Arifin, menyebut kemampuan komunikasi dan pemanduan dalam bahasa Inggris masih menjadi kendala utama. Dalam sejumlah situasi, pemandu masih mengandalkan bahasa isyarat serta aplikasi penerjemah seperti Google Translate.
Keterbatasan tersebut berpotensi menghambat penyampaian penjelasan mengenai wisata di kawasan desa kepada pengunjung asing. Kesalahan pelafalan dan pengucapan juga dapat membuat informasi yang disampaikan lebih sulit dipahami wisatawan mancanegara.
Praktik Pemanduan dalam Bahasa Inggris
Pelatihan diikuti 17 pemandu wisata lokal, termasuk pengurus Pokdarwis Desa Wisata Gubugklakah. Materi tidak hanya diberikan dalam bentuk pemaparan, tetapi juga melalui praktik komunikasi dan teknik pemanduan dalam bahasa Inggris.
Peserta dibagi ke dalam dua kelompok untuk menjalankan latihan secara langsung dengan pendampingan mahasiswa. Model praktik ini memberi ruang bagi pemandu untuk menerapkan materi yang dipelajari dalam situasi pemanduan wisata.
Ketua Tim PKM Edu, Wahyuni, M.Par., menilai pelatihan bahasa Inggris bagi pemandu lokal merupakan langkah strategis di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara. “Pelatihan bahasa Inggris bagi pemandu wisata lokal di Desa Wisata Gubugklakah merupakan upaya strategis untuk mendukung meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara,” ujarnya.
Menurut Wahyuni, peningkatan kompetensi bahasa Inggris diharapkan memperkuat soft skills pemandu. Dengan kemampuan tersebut, pemandu diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih profesional dan menjelaskan potensi wisata secara lebih jelas kepada turis asing.
Dwi Wahyuningtyas sebagai pemateri menekankan unsur praktik dalam pelaksanaan pelatihan. Pendampingan mahasiswa juga menjadi bagian dari kegiatan, sekaligus memberi pengalaman langsung kepada mereka dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.
Dukungan untuk Ekonomi Wisata Lokal
Ketua Pokdarwis Desa Wisata Gubugklakah, Heri, mengapresiasi dukungan tim PKM Edu dan LPPM UPN Veteran Jawa Timur dalam peningkatan kapasitas pemandu. Ia menilai pelatihan tersebut memberi manfaat nyata bagi kompetensi pemandu untuk melayani wisatawan dengan lebih baik.
Gelorajatim.com melaporkan kegiatan ini turut dikaitkan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Program tersebut mendukung SDG 4 melalui peningkatan kapasitas pemandu lokal serta SDG 8 melalui penguatan kompetensi yang dapat menopang pertumbuhan ekonomi pariwisata berkelanjutan.
