Langkah Ferrari meluncurkan Luce memicu sorotan tajam, tetapi reaksi paling menarik justru datang dari sesama raksasa supercar, Lamborghini. Di tengah hujatan terhadap mobil listrik itu, Lamborghini menegaskan strategi mereka sendiri sudah berada di jalur yang benar.
Luca di Montezemolo, eks-petinggi Ferrari, bahkan menilai Luce bisa mencoreng sejarah pabrikan asal Italia itu. Ia juga berpendapat mobil listrik tersebut seharusnya mencopot logo kuda jingkraknya, sebuah komentar yang menambah panas perdebatan seputar arah elektrifikasi merek-merek supercar.
Di sisi lain, Lamborghini memilih jalan yang berbeda dari Ferrari. Pabrikan berlogo banteng mengamuk itu sudah mengumumkan bahwa mereka menghentikan rencana meluncurkan EV pertamanya dan fokus pada supercar plug-in hybrid atau PHEV.
CEO Lamborghini Stephan Winkelmann menegaskan keputusan beralih dari mesin ICE ke PHEV adalah langkah penting yang terbukti berhasil. Ia menyampaikan pernyataan itu dikutip dari CNBC International, Sabtu, 30 Mei.
Winkelmann juga menolak mengomentari strategi Ferrari secara langsung. Namun, ia menegaskan bahwa setiap perusahaan punya langkah masing-masing dalam menghadapi perubahan pasar.
“Kami tidak berbicara tentang pesaing kami. Tetapi, setiap orang memiliki strateginya sendiri,” kata Winkelmann.
Menurut Winkelmann, inovasi tetap penting untuk kesuksesan. Meski begitu, inovasi tidak boleh dipaksakan kepada pelanggan, terutama jika arah pasar belum mendukung.
Ia menyebut pengamatan Lamborghini terhadap pasar menunjukkan permintaan EV belum meningkat. Karena itu, perusahaan memilih mengalihkan fokus ke pasar mobil PHEV.
Sikap itu sejalan dengan temuan internal Lamborghini sebelumnya. Pabrikan yang bermarkas di Sant’Agata Bolognese, Italia, tersebut mengungkapkan bahwa minat pelanggan terhadap EV Lamborghini nyaris tidak ada.
Bagi pelanggan setianya, identitas Lamborghini masih sangat terkait dengan suara mesin V8 dan V12. Karakter itu disebut tetap menjadi bagian penting dari daya tarik merek di segmen supercar.
Keputusan tersebut membuat versi produksi Lanzador ditangguhkan. Konsep yang diperkenalkan pada 2023 itu awalnya diproyeksikan menjadi cikal bakal EV pertama Lamborghini.
Lamborghini Lanzador sempat diproyeksikan meluncur sebagai model produksi pada 2028. Rencana itu kemudian mundur ke 2029 sebelum akhirnya benar-benar dihentikan pada akhir 2025 setelah diskusi panjang dengan dealer dan para pelanggan utama.
Dengan keputusan itu, Lamborghini menunjukkan bahwa mereka tidak terburu-buru mengejar elektrifikasi penuh. Di saat Ferrari menuai kritik atas arah barunya, Lamborghini justru melihat strategi PHEV sebagai cara paling aman untuk menjaga minat pasar sekaligus mempertahankan identitas performa yang selama ini melekat kuat pada mereknya.
