Harga preorder Rp35,5 juta membuat Omo X langsung mencuri perhatian di tengah pasar motor listrik Indonesia. Di kisaran harga itu, motor ini datang dengan paket yang tidak biasa, mulai dari suspensi depan double wishbone, layar navigasi 10,25 inci, hingga fitur konektivitas penuh lewat aplikasi.
Daya tariknya bukan hanya tampilan futuristik, tetapi juga kombinasi performa dan teknologi yang jarang muncul pada motor listrik Rp30 jutaan. Varian yang diuji di Bogor adalah tipe Smart, salah satu dari dua model Omo X yang akan dipasarkan di Indonesia.
Omo X tipe Smart memang belum memakai fitur self balancing seperti varian Balance. Namun versi ini sudah membawa sejumlah teknologi yang dinilai melampaui ekspektasi di kelas harganya.
Sorotan terbesar datang dari sektor performa. Motor listrik ini memakai dinamo 13 kW dengan torsi mencapai 320 Nm, angka yang tergolong sangat besar untuk motor listrik harian.
Reviewer dari Otomotif TV menyebut respons awal motor ini terasa sangat spontan saat tuas gas dibuka. Dalam pengujian, karakter akselerasinya disebut langsung terasa kuat sejak putaran awal.
Top speed Omo X diklaim mencapai 113 km/jam. Kecepatan puncak itu belum diuji penuh karena kondisi jalan terbatas, tetapi akselerasinya menuju kecepatan tinggi disebut sangat cepat.
Untuk menyesuaikan karakter berkendara, Omo X menyediakan empat riding mode. Pilihannya terdiri dari Assist, Wet, Comfort, dan Sport.
Mode Sport menjadi salah satu yang paling menarik perhatian saat diuji. Saat diaktifkan, panel instrumen menampilkan animasi merah dan efek suara tambahan yang mempertegas nuansa agresif motor ini.
Suspensi dan handling jadi pembeda
Salah satu nilai jual utama Omo X ada pada kaki-kaki depan. Motor ini memakai konstruksi double wishbone, teknologi yang umumnya ditemui pada motor premium dan mobil mewah.
Konstruksi tersebut membuat getaran tidak langsung diteruskan ke stang. Hasilnya, pengendara tetap merasa tenang saat melintasi jalan rusak atau paving block.
Di bagian belakang, Omo X memakai monoshock dengan single sided swing arm. Kombinasi ini bukan hanya menambah kesan premium, tetapi juga mendukung kestabilan saat motor diajak bermanuver.
Motor ini memiliki wheelbase sekitar 1,5 meter. Dimensi itu membantu handling tetap stabil saat menikung, sementara posisi baterai di bagian bawah membuat pusat gravitasi rendah sehingga motor terasa anteng meski berbodi besar.
Posisi berkendara juga dirancang cukup fleksibel. Jok yang lebar dan deck panjang memungkinkan pengendara memilih posisi kaki selonjor atau menekuk santai, dan disebut cocok untuk tinggi badan sekitar 160 sampai 180 cm.
Fitur elektronik berlimpah
Di sektor pengereman, Omo X sudah membawa ABS dan traction control system atau TCS. Sistem remnya menggunakan cakram depan 260 mm dengan kaliper empat piston, serta cakram belakang 240 mm dua piston.
Motor ini juga dibekali regenerative braking. Selain itu ada auto hold dan cruise control pintar yang diklaim mampu menjaga kecepatan tetap stabil saat jalan menurun maupun menanjak.
Pusat perhatian lain ada pada panel instrumennya. Omo X memakai layar TFT smart display 10,25 inci yang menampilkan navigasi penuh, sensor G-Force, konsumsi daya, temperatur, hingga mode berkendara.
Seluruh pengaturan fitur diakses lewat joystick di area setang. Pengendara juga bisa menampilkan peta navigasi dari aplikasi smartphone langsung ke layar motor.
Fitur hiburannya juga cukup mencolok untuk sebuah motor listrik. Omo X sudah memiliki speaker stereo Bluetooth bawaan, sehingga musik dari smartphone bisa diputar tanpa perangkat tambahan.
Sistem akses kendaraan juga dibuat sepenuhnya digital. Motor ini tidak lagi memakai kunci fisik maupun remote, karena seluruh fungsi utama dikontrol melalui aplikasi.
Lewat aplikasi tersebut, pengguna bisa membuka jok, mengaktifkan alarm, hingga menerima pembaruan perangkat lunak secara over the air atau OTA. Pendekatan ini membuat Omo X terasa lebih dekat dengan kendaraan listrik modern berbasis perangkat lunak.
Baterai, jarak tempuh, dan harga
Untuk sumber tenaga, Omo X hadir dengan baterai 5,4 kWh dan opsi 7,6 kWh. Jarak tempuh maksimal yang diklaim mencapai 260 kilometer dengan kecepatan rata-rata 30 km/jam.
Angka itu menjadi salah satu bekal penting untuk memperluas daya tarik Omo X, terutama bagi konsumen yang tidak hanya mencari motor listrik bergaya futuristik, tetapi juga kendaraan harian dengan jangkauan lebih panjang. Kombinasi kapasitas baterai dan fitur canggih inilah yang membuat harga motor ini terasa mengejutkan.
Pada masa preorder, Omo X dijual Rp35,5 juta off the road. Konsumen juga mendapatkan garansi baterai tujuh tahun, layanan emergency assistance, dan pengiriman unit yang dijadwalkan mulai pertengahan Juni 2026.
