
Ferrari mengambil langkah tak biasa untuk Luce, mobil listrik pertama dari pabrikan asal Italia itu. Alih-alih menyerahkan seluruh proses ke tim internal, Ferrari menggandeng LoveFrom, studio desain yang dipimpin mantan desainer Apple Sir Jony Ive dan Marc Newson.
Keputusan itu menandai perubahan besar dalam cara Ferrari membangun karakter mobil listriknya. Luce menjadi Ferrari pertama dalam lebih dari satu dekade yang desain eksterior dan interiornya digarap pihak di luar Centro Stile Ferrari, meski pengembangannya tetap diawasi Kepala Desain Ferrari, Flavio Manzoni.
Alasan Ferrari mencari sudut pandang baru
Ferrari menyebut kolaborasi ini sebagai bagian dari strategi untuk menghadirkan perspektif baru dalam pengembangan kendaraan listrik. Perusahaan juga ingin menantang asumsi desain yang selama ini dianggap lazim dengan melibatkan desainer dari luar industri otomotif.
CEO Ferrari Benedetto Vigna menjelaskan bahwa bekerja dengan orang dan tempat yang sama terus-menerus bisa mempersempit pandangan. Ia menilai LoveFrom membawa bahasa desain teknologi dan industri yang berbeda, sehingga dapat memperkaya pendekatan Ferrari dalam merancang Luce.
Salah satu prinsip dasar yang disepakati sejak awal adalah desain harus mengikuti fungsi. Prinsip ini menjadi titik temu antara kebutuhan estetika dan aerodinamika yang tetap menjadi perhatian utama Ferrari.
Proses desain yang berjalan lintas negara
Kolaborasi Ferrari dan LoveFrom dimulai pada 2021 saat tim LoveFrom datang ke Maranello untuk mempelajari arah pengembangan teknis Luce. Setelah sesi awal itu, mereka kembali ke San Francisco dan bekerja secara independen selama sekitar enam bulan tanpa kontak dengan Ferrari.
Insinyur performa aerodinamika Ferrari, Marco Milanetti, mengatakan tim LoveFrom banyak bertanya dan mendiskusikan setiap pilihan yang sudah dibuat. Ia menyebut mereka kemudian kembali membawa hasil riset dan inspirasi dalam bentuk sejumlah buku konsep, termasuk sekitar 20 hingga 25 sketsa eksterior yang dibuat secara manual.
Sejak Februari 2022, kedua pihak bekerja bersama secara intensif untuk menyempurnakan desain kendaraan tersebut. Di tahap ini, visi desain yang dirancang LoveFrom mulai diterjemahkan ke dalam detail yang lebih dekat dengan produksi.
Interior baru yang hampir lepas total dari pola lama
Pendekatan LoveFrom membuat kabin Luce terasa sangat berbeda dari Ferrari sebelumnya. Hampir semua elemen interior dirancang baru, sementara material yang paling dominan pada area yang sering disentuh penumpang adalah kaca dan aluminium anodisasi.
Manajer Desain Infotainment Ferrari, Salvatore Soscia, mengatakan penggunaan plastik di dalam kabin nyaris dihilangkan. Hal itu bukan semata-mata pernyataan desain, melainkan karena bahasa desain Ive dan Newson memang tidak bergantung pada material tersebut.
Salah satu elemen paling kompleks adalah panel instrumen yang dibuat sebagai unit mandiri. Komponen itu terdiri atas tiga dial dengan bezel aluminium, lensa kaca presisi, dan rumah aluminium anodisasi.
Panel kiri menampilkan tenaga dan pengereman regeneratif. Panel tengah menunjukkan kecepatan dan kapasitas baterai melalui jarum mekanis dan tampilan digital, sementara panel kanan dapat menampilkan hingga tujuh informasi kendaraan yang dipilih lewat sakelar mekanis di balik kemudi.
Fokus pada pengalaman berkendara yang lebih fisik
Ferrari mengembangkan seluruh sistem layar untuk Luce bersama Samsung. Panel instrumen dipasang langsung pada kolom kemudi, sehingga ikut bergerak saat posisi kemudi diatur dan visibilitas tetap konsisten bagi pengemudi.
Ferrari juga menggunakan Corning Gorilla Glass secara luas di kabin. Material itu disebut sebagai yang pertama dipakai pada kendaraan produksi massal, dengan alasan daya tahan dan ketahanan terhadap goresan.
Tidak hanya layar, komponen seperti tuas transmisi, tombol pada roda kemudi, dan kenop volume juga memadukan kaca dan aluminium. Ferrari dan LoveFrom bahkan bekerja langsung dengan Corning untuk mengembangkan solusi teknis yang sesuai bagi tiap bagian interior.
Setiap kontrol berbahan kaca dibuat punya karakter sentuhan berbeda. Tujuannya agar pengemudi bisa mengenali fungsi tombol tanpa perlu mengalihkan pandangan dari jalan.
Teknologi baru untuk kabin dan kunci mobil
Ferrari menyebut riset LoveFrom juga mencakup kajian soal beban kognitif saat pengemudi berinteraksi dengan layar sentuh. Karena itu, Ferrari tetap mempertahankan tombol fisik dan mengurangi ketergantungan pada layar sentuh di Luce.
Di bagian tengah kabin ada layar multifungsi bernama Multigraph yang memadukan elemen mekanis dan digital. Sistem ini bisa berfungsi sebagai jam, kompas, stopwatch 60 detik, dan saat mode peluncuran diaktifkan, tampilannya otomatis berubah menjadi hitung mundur lima detik.
Ferrari juga merancang pengalaman menyalakan kendaraan yang berbeda karena Luce tidak menggunakan mesin bensin. Kuncinya dibuat dari Gorilla Glass dan memakai layar E-Ink, yang diklaim sebagai yang pertama digunakan pada mobil produksi.
Teknologi itu hanya mengonsumsi energi saat tampilan warna berubah. Ketika kunci dimasukkan, cahaya kuning khas Ferrari mengalir dari kunci ke konsol tengah dan menerangi tuas transmisi, sementara proses menyalakan mobil dibuat bertahap agar terasa lebih emosional.
Untuk pelanggan yang menginginkan tampilan lebih sporty, Ferrari menyediakan opsi personalisasi berbahan serat karbon melalui konfigurator Luce. Langkah ini melengkapi pendekatan desain yang sejak awal memang diarahkan untuk memberi pengalaman baru, tanpa meninggalkan identitas Ferrari.
Source: voi.id








