Motor listrik Omo X mendadak viral setelah tampil dalam peluncuran brand Ome di Indonesia. Perhatian publik tertuju pada satu hal yang jarang terlihat di roda dua: motor ini diperlihatkan bisa bergerak sendiri tanpa pengendara.
Daya tariknya tidak berhenti di situ. Omo X juga disebut mampu menjaga keseimbangan otomatis saat berhenti dan bahkan dapat menuju charging station untuk mengisi daya tanpa bantuan pengendara saat baterai mulai habis.
Kemunculan fitur seperti ini membuat Omo X langsung dibicarakan di kalangan pecinta otomotif. Selama ini, teknologi autonomous driving lebih identik dengan mobil premium, bukan motor listrik yang dipasarkan untuk konsumen umum.
Omo X merupakan motor listrik buatan Ome, perusahaan teknologi asal China. Meski riset dan pengembangannya dilakukan di Guangzhou, perusahaan itu justru memilih Indonesia sebagai pusat produksi dan penjualan global.
Tim Otomotif TV yang hadir dalam peluncuran brand tersebut menyebut Indonesia akan menjadi negara pertama yang memasarkan motor ini. Produksi dan penjualan resminya direncanakan mulai pada tahun depan.
Teknologi yang jadi sorotan
Fitur paling menonjol pada Omo X adalah autonomous riding atau kemampuan berkendara otomatis tanpa pengendara. Dalam sesi demonstrasi, motor itu terlihat dapat melaju sendiri dengan stabil.
Kemampuan lain yang ikut disorot adalah self balancing. Fitur ini membuat motor tetap berdiri tegak saat berhenti tanpa pengendara perlu menurunkan kaki.
Omo X juga dibekali adaptive cruise control. Sistem ini memungkinkan kendaraan mengatur kecepatan secara otomatis dan melakukan pengereman sendiri saat ada halangan di depan.
Reviewer dari Otomotif TV menyebut motor ini bisa bergerak sendiri menuju charging station lalu melakukan pengisian daya. Klaim ini menjadi salah satu poin yang paling banyak memancing rasa penasaran karena menghadirkan konsep kendaraan yang sangat futuristik.
Pengembangan fitur-fitur tersebut disebut melibatkan mantan engineer Xpeng. Nama Xpeng sendiri dikenal sebagai perusahaan mobil listrik China yang memiliki teknologi autonomous driving canggih.
Satu basis, tiga karakter
Di luar teknologi otonomnya, Omo X juga menonjol lewat konsep desain yang tidak biasa. Satu basis motor dapat diubah menjadi tiga model berbeda, yakni cruiser, sport, dan skuter.
Versi cruiser dilengkapi top box dan side box elektrik. Komponen itu disebut bisa bergerak maju mundur secara otomatis.
Versi sport tampil lebih agresif tanpa tambahan box. Model ini juga memiliki ruang penyimpanan besar di bagian tengah motor.
Sementara itu, versi skuter dibuat dengan area tengah kosong seperti motor matik modern. Konsep ini memberi posisi kaki yang lebih rileks saat berkendara.
Desain keseluruhan Omo X terlihat futuristik dengan bodi besar dan bentuk aerodinamis. Lampunya dibuat menyerupai pesawat luar angkasa dan dipadukan panel digital modern.
Pada sektor kaki-kaki, bagian depan memakai suspensi single arm yang mengingatkan pada BMW GS. Di belakang, motor ini menggunakan single sided swing arm untuk menonjolkan kesan premium dan modern.
Sistem pengeremannya juga tidak biasa untuk sebuah motor listrik yang baru diperkenalkan. Omo X dibekali rem Brembo lengkap dengan master rem RCS yang lazim ditemukan pada motor performa tinggi.
Fitur digital dan kenyamanan
Omo X dirancang sebagai smart motorcycle yang sarat fitur digital. Panel instrumennya menggunakan layar besar untuk menampilkan navigasi, informasi kendaraan, dan tampilan kamera dari beberapa sisi motor.
Di bagian belakang terdapat kamera tambahan yang fungsinya disebut menyerupai sistem ADAS pada mobil modern. Kehadiran kamera ini memperkuat kesan bahwa Omo X mengusung pendekatan teknologi yang lebih dekat ke kendaraan pintar ketimbang motor konvensional.
Bagian stang dibuat minimalis dengan tombol sederhana dan tampilan clean glossy. Motor ini juga mendukung konektivitas smartphone untuk pengaturan kendaraan secara digital.
Posisi duduk dan ergonominya diarahkan pada kenyamanan. Dek kaki yang panjang membuat pengendara bertubuh tinggi maupun pendek tetap mendapat ruang kaki yang santai.
Reviewer yang sempat mencoba duduk di atas Omo X menggambarkan posisi berkendaranya rileks karena stang tinggi dan kaki bisa selonjor. Karakter ini membuat motor tersebut tidak hanya menjual teknologi, tetapi juga pengalaman berkendara yang berbeda.
Hingga kini, spesifikasi detail seperti kapasitas baterai dan tenaga motor belum diumumkan resmi. Namun dengan kombinasi autonomous riding, self balancing, adaptive cruise control, desain modular tiga model, serta fitur digital yang lengkap, Omo X sudah menempatkan diri sebagai salah satu motor listrik paling futuristik yang bersiap masuk pasar Indonesia.
