
Ferrari mengklaim mobil listrik pertamanya, Luce, mendapat respons pasar yang kuat meski peluncurannya disambut gelombang kritik. Pabrikan asal Italia itu menyebut minat datang bukan hanya dari pelanggan lama, tetapi juga dari konsumen baru.
Kabar ini menjadi sorotan karena Luce hadir sebagai langkah besar Ferrari di segmen kendaraan listrik premium. Di saat sebagian publik mempertanyakan desain dan identitas model ini, perusahaan justru mengatakan transaksi awal sudah mulai masuk.
CEO Ferrari Benedetto Vigna menyatakan minat terhadap Luce terlihat sangat kuat. Menurut dia, antusiasme itu tampak sejak acara peluncuran hingga pembukaan pemesanan resmi.
Ferrari memperkenalkan Luce di Roma, Italia, dengan harga 550.000 euro. Nilai itu setara sekitar 638.605 dollar AS atau Rp 11,39 miliar berdasarkan kurs saat ini yang dicantumkan dalam laporan.
Pada acara peluncuran di Roma, Ferrari menunjukkan Luce kepada sekitar 1.600 pelanggan pada Senin dan Selasa. Setelah itu, pemesanan resmi dibuka pada Rabu, 27 Mei 2026.
Vigna mengatakan Ferrari bahkan sudah menerima transfer bank dari calon pembeli. Ia menyebut pelanggan yang hadir di lokasi peluncuran memang menginginkan mobil tersebut.
Meski begitu, Ferrari belum mengungkap angka pasti pemesanan Luce. Perusahaan menyatakan data resmi akan diumumkan pada Juli mendatang bersamaan dengan laporan keuangan kuartal kedua.
Kritik sejak diperkenalkan
Di luar klaim tingginya minat, Luce langsung memicu perdebatan sejak diperkenalkan ke publik. Kritik paling banyak mengarah pada desain mobil yang dinilai terlalu jauh dari identitas Ferrari yang selama ini lekat dengan mesin bensin berperforma tinggi.
Sebagian pengguna media sosial juga menilai tampilan Luce tidak mencerminkan karakter Ferrari. Reaksi negatif itu menunjukkan bahwa transisi ke mobil listrik tetap menjadi langkah sensitif bagi merek dengan warisan kuat seperti Ferrari.
Respons dingin terhadap Luce bahkan sempat menekan saham Ferrari. Pada Selasa, saham perusahaan turun lebih dari 8 persen setelah investor dan publik merespons model listrik tersebut secara negatif.
Vigna menilai kritik terhadap Luce muncul terlalu dini. Ia meminta publik melihat langsung mobil itu sebelum memberi penilaian akhir.
Menurut dia, Luce memiliki karakter yang berbeda dibanding mobil listrik lain di pasar, termasuk produk asal China. Ia menegaskan mobil itu bukan tiruan dan tidak memiliki kesamaan dengan EV lain dari sisi interior, eksterior, maupun performa.
Bukan pengganti Ferrari bermesin bensin
Ferrari juga menepis anggapan bahwa kehadiran Luce menandai pergeseran total dari DNA lama merek tersebut. Vigna menegaskan Luce hanya menjadi tambahan dalam lini produk Ferrari.
Pabrikan itu, menurut dia, tetap akan mempertahankan model bermesin bensin dan hybrid. Artinya, mobil listrik ini diposisikan sebagai pelengkap, bukan pengganti seluruh pendekatan Ferrari selama ini.
Pernyataan itu penting karena sebagian kritik muncul dari kekhawatiran bahwa Ferrari akan meninggalkan ciri khas utamanya. Dengan tetap menjaga lini bensin dan hybrid, Ferrari berusaha menenangkan penggemar lama sambil membuka pasar baru.
Soal harga yang sangat tinggi, Vigna menyebut banderol Luce sepadan dengan inovasi yang ditawarkan. Ferrari tampaknya ingin menegaskan bahwa mobil listrik perdananya tetap ditempatkan sebagai produk eksklusif dengan nilai khas merek supercar.
Kritik juga datang dari tokoh internal lama Ferrari
Perdebatan seputar Luce tidak hanya datang dari media sosial dan investor. Mantan Chairman dan CEO Ferrari, Luca di Montezemolo, juga melontarkan kritik keras terhadap desain mobil tersebut.
Montezemolo, yang memimpin Ferrari pada 1991 hingga 2014, menilai perusahaan mengambil langkah terlalu berani lewat desain Luce. Ia bahkan menyebut ada risiko besar ketika sebuah legenda mulai mempertaruhkan identitasnya.
Komentar itu memperlihatkan bahwa perdebatan soal Luce menyentuh isu yang lebih dalam daripada sekadar bentuk bodi. Di balik peluncuran model listrik ini, ada pertarungan antara inovasi, warisan merek, dan ekspektasi tinggi dari pelanggan Ferrari.
Di satu sisi, Ferrari melihat Luce sebagai produk baru yang mampu menarik pembeli baru dan memancing transaksi sejak hari pertama pemesanan. Di sisi lain, kritik terhadap desain dan kekhawatiran soal arah merek menunjukkan bahwa penerimaan publik terhadap mobil ini belum sepenuhnya solid.
Untuk saat ini, Ferrari memilih menekankan sinyal pasar awal yang disebut positif. Angka pemesanan resmi pada Juli akan menjadi penanda penting untuk menguji apakah klaim tingginya minat terhadap Luce benar-benar mampu bertahan di tengah kontroversi yang masih mengiringinya.
Source: otomotif.kompas.com








