Ferrari Luce sedang jadi bahan perbincangan karena bukan mesin atau performanya yang disorot, melainkan desainnya yang memicu reaksi keras. SUV listrik ini justru menuai banyak kritik, meski Ferrari tetap menyiapkan penjualannya sesuai jadwal.
Sorotan terbesar datang dari bentuk Luce yang dianggap terlalu jauh dari karakter ikonik Ferrari. Dalam kondisi pasar SUV listrik premium yang sedang berkembang, mobil ini seharusnya punya peluang besar, tetapi respons publik malah banyak mengarah ke ejekan.
Desain Futuristis yang Bikin Kontroversi
Ferrari Luce sebenarnya digarap oleh desainer ternama dari studio LoveFrom, studio yang juga menangani desain ikonik Apple Watch dan iPhone. Arahnya dibuat lebih bersih dan futuristis untuk menegaskan identitas sebagai mobil masa depan yang ramah lingkungan.
Namun, pendekatan itu tidak otomatis diterima dengan baik. Meski tetap mempertahankan kesan kekar agar mudah dibedakan dari model Ferrari lain, banyak pihak menilai hasil akhirnya terlalu nyeleneh dan tidak selaras dengan citra Ferrari selama ini.
Kritik bahkan datang dari eks bos Ferrari, Luca Di Montezemolo. Ia menilai desain Luce berisiko merusak desain legendaris Ferrari, dan menyebut logo kuda jingkrak tidak pantas dipasang pada model seperti itu.
Bukan Hanya Diperdebatkan, Tapi Juga Dilirik
Di sisi lain, bos Ferrari saat ini, Benedetto Vigna, punya pandangan berbeda. Ia menyebut tidak semua orang membenci desain Luce, dan ada banyak orang yang justru tertarik dengan mobil tersebut.
Saat peluncuran perdananya, tercatat ada 1,6 ribu calon konsumen yang melihat langsung Luce. Pemesanan memang belum dibuka, tetapi Ferrari melihat ada peluang besar dari pasar yang datang dari Eropa, Amerika, hingga Asia.
Harga juga menjadi bagian penting dari posisi Luce di pasar. Vigna menyebut banderol yang melebihi Rp 10 miliar itu sudah dianggap cocok untuk Ferrari Luce, sementara angka Rp 12 miliar per unit disebut terasa mahal bagi sebagian konsumen Indonesia.
Disiapkan Bertarung di Segmen Paling Ramai
Ferrari memang sengaja menempatkan Luce di segmen SUV listrik karena minat global untuk model seperti ini cukup tinggi, terutama di kelas premium. Tapi segmen itu juga penuh pesaing besar, termasuk BMW dan Mercedes-Benz yang sudah lebih dulu mendapatkan sambutan positif.
Itulah yang membuat Luce punya tantangan ganda. Mobil ini harus bersaing di pasar yang ramai sekaligus menghadapi kontroversi desain yang belum reda.
Pola penolakan awal terhadap desain Luce juga mengingatkan pada respons publik terhadap kidney grille BMW terbaru yang sempat dianggap terlalu besar. Bedanya, desain BMW perlahan diterima, walau akhirnya merek asal Jerman itu kembali memakai kidney grille yang lebih kecil.
Tetap Masuk Jalur Produksi
Meski menuai kritik keras, Ferrari tidak mengubah rencana penjualan Luce. Model BEV ini tetap akan dijual berdampingan dengan lini mobil bermesin konvensional dan hibrida.
Jadwal penjualannya juga masih sama, yakni kuartal kedua tahun 2027. Dengan rencana itu, Ferrari tampaknya tetap ingin menguji reaksi pasar terhadap desain yang berbeda, walau risikonya jelas: kritik tajam yang terus berdatangan.
Source: ridertua.com