Muhammad Kiandra Ramadhipa langsung mencuri perhatian dalam debutnya di Moto3 Junior World Championship 2026. Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) itu meraih podium perdana di Circuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol, dan menutup akhir pekan dengan hasil yang jauh di atas ekspektasi untuk seorang debutan.
Hasil itu terasa makin menonjol karena Ramadhipa tampil konsisten dalam dua balapan yang sama-sama berat. Ia finis ketiga pada race 1 dan finis keenam pada race 2, lalu mengunci posisi kedua klasemen sementara dengan total 26 poin.
Start dari baris depan
Ramadhipa memulai race 1 dari posisi ketiga setelah tampil cepat di sesi kualifikasi pada Sabtu (23/5). Dari grid depan itu, pebalap asal Sleman, Yogyakarta, langsung ikut bersaing di grup terdepan saat lintasan menghadapi cuaca panas dengan suhu mendekati 40 derajat Celcius.
Pebalap bernomor #32 itu tampil agresif namun tetap rapi sepanjang lomba. Ia beberapa kali saling bertukar posisi di barisan depan dan sempat memimpin pada lap terakhir.
Podium lahir dari selisih tipis
Pada garis finis, Ramadhipa sebenarnya menutup race 1 di posisi kelima dengan selisih hanya 0,144 detik dari pemenang. Namun, penalti yang diterima pebalap lain membuat posisinya naik menjadi ketiga, sehingga ia resmi mengamankan podium perdananya di level Moto3 Junior World Championship.
Balapan kedua juga menunjukkan daya saing yang sama. Di race 2, suhu lintasan disebut lebih ekstrem dan mendekati 50 derajat Celcius, tetapi Ramadhipa tetap mampu menjaga ritme dan bertahan di persaingan ketat grup depan.
Meski sempat tercecer di tengah duel papan atas, pebalap 16 tahun itu finis keenam dengan selisih kurang dari 0,3 detik dari pemenang. Hasil itu menegaskan bahwa performanya bukan hanya kebetulan, melainkan datang dari kemampuan bersaing dalam tekanan tinggi.
Debut terbaik pebalap Indonesia
Gabungan finis ketiga dan keenam membuat Ramadhipa menempati posisi kedua klasemen sementara Moto3 Junior World Championship. Ia mengumpulkan 26 poin dari akhir pekan debutnya dan langsung mencatatkan pencapaian yang penting bagi balap motor Indonesia.
Hasil itu juga membuatnya disebut sebagai pebalap Indonesia dengan debut terbaik di ajang yang sebelumnya bernama JuniorGP atau CEV Moto3. Status itu menambah bobot dari hasil yang ia raih di Barcelona, terutama karena datang pada penampilan perdananya di level ini.
Ramadhipa menyebut akhir pekan pertamanya berjalan positif meski sempat kesulitan di awal. Ia menilai hasil kualifikasi yang baik sangat membantu karena memberinya kesempatan start dari barisan depan.
Ia juga mengakui race 1 menuntut pengelolaan ban secara maksimal karena itu menjadi balapan Moto3 pertamanya. Meski membuat sedikit kesalahan di lap terakhir, ia tetap bisa mengamankan podium dan membawa pulang hasil penting dari debutnya.
Dukungan AHM dan target berikutnya
General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya, menilai pencapaian Ramadhipa menjadi bukti konsistensi pembinaan balap berjenjang yang dijalankan perusahaan. Ia juga menegaskan AHM akan terus berupaya melahirkan pebalap muda potensial lain agar Merah Putih bisa berkibar di ajang dunia.
Menurut Andy, hasil di Barcelona menunjukkan pembinaan Astra Honda mampu mengantarkan pebalap muda Indonesia bersaing di level internasional. Ia juga berharap performa Ramadhipa terus meningkat pada putaran berikutnya dan bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia.
Ramadhipa sendiri sudah menatap seri selanjutnya dengan rasa percaya diri yang lebih tinggi. Ia menilai banyak hal positif yang bisa dibawa dari debut ini, termasuk keyakinan bahwa dirinya bergerak ke arah yang tepat.
Putaran kedua Moto3 Junior World Championship akan berlangsung di Circuito do Estoril, Portugal, pada 12-14 Juni mendatang. Setelah start sekuat ini, perhatian kini tertuju pada apakah Ramadhipa bisa mempertahankan momentum dan kembali bersaing di barisan depan.
