Polytron Fox 350 Gantikan Fox R, Rp15,5 Juta Tapi Baterainya Tembus 136 Km Sekali Cas

Polytron menempatkan Fox 350 sebagai penerus langsung Fox R, model yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan motor listriknya di pasar domestik. Tantangannya tidak kecil, karena lini Fox Series sudah terjual 40.000 unit sejak diperkenalkan pada 2023, dan sekitar 30.000 unit di antaranya berasal dari Fox R.

Di tengah beban besar itu, Fox 350 justru datang dengan modal yang mudah menarik perhatian pasar massal: harga Rp15,5 juta. Angka tersebut membuat skuter listrik bongsor ini masuk radar konsumen yang mencari motor listrik terjangkau, tetapi tetap menuntut jarak tempuh jauh dan performa yang tidak cepat turun.

Harga agresif, kunci penetrasi pasar

Strategi harga Fox 350 bertumpu pada skema sewa baterai bulanan. Dengan pola ini, Polytron bisa menekan harga motor ke level Rp15,5 juta, jauh di bawah harga baterainya jika dibeli terpisah.

Nilai baterai unit ini mencapai Rp17,5 juta bila dibeli lepas. Konsumen yang memilih skema sewa seumur hidup cukup membayar Rp200.000 per bulan, disertai jaminan penggantian baterai baru saat performanya mulai menurun.

Skema tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membuat Fox 350 relevan untuk pasar yang sensitif terhadap harga awal pembelian. Di sisi lain, biaya baterai yang tinggi juga menunjukkan bahwa komponen ini memang menjadi pusat nilai utama dari motor listrik tersebut.

Baterai LFP jadi daya tarik utama

Salah satu sorotan terbesar pada Fox 350 ada pada baterai Lithium Iron Phosphate atau LFP berkapasitas 3,7 kWh. Dalam pengujian berkendara riil di rute jalan datar dari Bogor menuju Jakarta, hasil yang dicatat terbilang impresif untuk kelas harga ini.

Saat digunakan pada Mode D dengan kecepatan konstan maksimal 50 km/jam dan memanfaatkan fitur Cruise Control, Fox 350 mampu menempuh 136 kilometer. Menariknya, setelah jarak itu dicapai, indikator baterai masih menyisakan 4 persen.

Hasil berbeda muncul ketika motor dipakai dalam Mode S atau Sport secara penuh dengan gaya berkendara agresif. Dalam kondisi ini, jarak tempuhnya masih mencapai 92,7 kilometer, angka yang tetap kompetitif untuk penggunaan harian maupun perjalanan lebih panjang.

Data tersebut memperkuat alasan mengapa baterai Fox 350 menjadi sorotan utama. Bukan hanya karena nilainya mahal, tetapi juga karena kemampuannya menjaga jarak tempuh tetap panjang dalam skenario pemakaian yang sangat berbeda.

Performa dipertahankan, respons dibuat lebih halus

Secara dasar, Polytron tetap mempertahankan konfigurasi tenaga yang sudah dikenal pada pendahulunya. Fox 350 memakai motor listrik 3 kW dengan peak power 6,4 kW dan torsi puncak 187 Nm, serta kecepatan maksimum 95 km/jam.

Namun perubahan penting justru terasa pada karakter berkendara. Gejala jeda atau lag saat tuas gas pertama kali diputar disebut sudah hilang, sehingga respons tarikan menjadi lebih mengalir, halus, dan rata sampai ke kecepatan puncak.

Perbaikan lain ada pada manajemen daya melalui controller baru. Dengan sistem ini, performa tidak cepat melemah meski sisa baterai sudah turun di bawah 25 persen, kondisi yang biasanya mulai terasa pada sebagian motor listrik lain.

Polytron juga membekali dinamo dengan logo resmi embossed dan menghadirkan sistem Regenerative Braking dua level. Fitur ini membantu pengisian daya otomatis saat deselerasi, sekaligus menambah nilai efisiensi dalam penggunaan harian.

Lebih siap dipakai harian

Selain mengejar performa dan efisiensi, Fox 350 juga dibenahi dari sisi ergonomi. Posisi berkendara disebut lebih nyaman berkat cover deck kaki yang dibuat lebih rendah, sehingga pengendara tidak lagi merasa terlalu jongkok.

Peningkatan ini penting karena motor listrik sering dipilih untuk mobilitas rutin dengan durasi berkendara panjang. Kenyamanan posisi duduk dan kaki menjadi faktor yang bisa langsung terasa sejak menit-menit pertama perjalanan.

Sektor akomodasi juga tidak diabaikan. Bagasi bawah joknya disebut setara dengan tangki Vario dan mampu memuat satu helm open-face ukuran besar sekaligus jas hujan secara bersamaan.

Untuk pengisian daya, Fox 350 memakai charger onboard bawaan. Waktu yang dibutuhkan sekitar 4 hingga 5 jam, dengan konsumsi daya listrik rumah sekitar 850 hingga 900 watt.

Kombinasi harga awal yang agresif, baterai LFP berjarak tempuh panjang, serta karakter berkendara yang lebih matang membuat posisi Fox 350 cukup strategis di pasar. Dengan modal itu, model ini tidak sekadar menggantikan Fox R, tetapi juga membawa target besar untuk meneruskan dominasi lini Fox di jalanan Indonesia.

Berita Terkait

Back to top button