
Di kelas sportbike menengah premium asal China, QJMotor SRK 800RC dan Zontes 703RR sama-sama menunjukkan seberapa cepat pabrikan Tiongkok mengejar standar motor performa modern. Keduanya datang dengan desain agresif, teknologi elektronik lengkap, dan pendekatan yang berbeda pada karakter berkendara.
Selisih paling menarik justru ada pada konfigurasi mesin. SRK 800RC membawa empat silinder, sementara 703RR memilih tiga silinder, dan perbedaan itu langsung terasa pada rasa tenaga, bobot, hingga karakter saat dipakai harian maupun saat dibawa kencang.
QJMotor SRK 800RC: fokus pada tenaga dan stabilitas
QJMotor SRK 800RC memakai mesin inline 4 silinder 778cc pendingin cairan dengan tenaga 123,3 hp pada 12.000 rpm dan torsi 78 Nm pada 10.000 rpm. Karakter mesin seperti ini memberi sensasi high-revving yang khas, dengan putaran atas yang agresif dan aliran tenaga yang terasa lebih linear.
Di jalan, motor ini cenderung halus dan stabil. Dimensi yang lebih besar membuatnya terasa tenang saat cruising cepat, sementara ergonominya masih cukup nyaman untuk penggunaan harian dan perjalanan jarak menengah.
Secara visual, SRK 800RC tampil modern dengan fairing besar dan proporsi yang terlihat matang. Aura sporty tetap ada, tetapi bobot motor ini terasa lebih besar dibanding rivalnya, sehingga kesan supersport ekstrem tidak sekuat Zontes 703RR.
Fitur yang dibawa juga cukup lengkap untuk kelas premium. Panel TFT display, riding mode, traction control, quickshifter pada beberapa versi, dan pencahayaan full LED membuatnya tetap kompetitif di tengah persaingan sportbike modern.
Harga SRK 800RC dipasang 49.999 Yuan atau sekitar Rp 131,7 jutaan. Posisi ini menempatkannya sebagai pilihan bagi pembeli yang mencari mesin empat silinder, stabilitas, dan kenyamanan berkendara yang masih ramah untuk jarak menengah.
Zontes 703RR: lebih tajam, lebih ringan, lebih agresif
Zontes 703RR datang dengan mesin inline 3 silinder 699cc pendingin cairan. Output-nya 100 hp pada 11.200 rpm dan torsi 74,5 Nm pada 8.500 rpm, dengan karakter triple yang menawarkan torsi menengah kuat dan putaran atas yang tetap galak.
Dari sisi desain, 703RR langsung menonjol karena tampil sangat futuristis. Fairing tajam, winglet aerodinamis, dan siluet supersport modern membuatnya terlihat lebih agresif sejak diam.
Karakter handling juga dibuat lebih fokus ke performa. Bobot yang lebih ringan dan chassis modern membuatnya terasa lebih cepat dan tajam saat cornering, dengan posisi riding yang lebih sporty dan lebih dekat ke supersport murni.
Fitur menjadi salah satu daya tarik terbesarnya. Zontes membekali motor ini dengan panel instrumen TFT display besar, quickshifter, traction control, riding mode, keyless system, serta pencahayaan full LED yang biasanya ditemukan pada motor dengan harga lebih tinggi.
Harga 703RR berada di angka 41.800 Yuan atau sekitar Rp 110,1 jutaan. Dengan banderol lebih rendah, motor ini menawarkan paket yang kuat untuk pembeli yang mengutamakan desain agresif, teknologi melimpah, dan sensasi berkendara yang lebih intens.
Selisih 1 silinder, beda karakter
Secara teknis, keduanya sama-sama memakai transmisi manual 6-percepatan, tetapi pendekatan yang diambil sangat berbeda. SRK 800RC lebih cocok untuk pengendara yang mencari mesin empat silinder bertenaga dan stabil, sedangkan 703RR lebih mengarah ke sensasi supersport yang ringan dan tajam.
Untuk penggunaan jarak jauh, SRK 800RC punya keunggulan pada kenyamanan touring dan cruising santai. Sebaliknya, 703RR lebih menuntut posisi berkendara yang ekstrem dan terasa kurang rileks untuk perjalanan jauh.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa selisih satu silinder tidak sekadar soal angka di atas kertas. Di segmen sportbike premium China, QJMotor SRK 800RC dan Zontes 703RR justru menawarkan dua filosofi yang berbeda, dari mesin empat silinder yang matang hingga triple yang agresif dan penuh teknologi.
Source: ridertua.com








