CATL Makin Jauh Tinggalkan BYD, China Kuasai 72,2% Pasar Baterai EV Dunia

Pasar baterai kendaraan listrik global pada Januari-April 2026 masih dikendalikan oleh dua nama besar dari China. CATL memimpin jauh dengan pangsa 40,1%, sementara BYD berada di posisi kedua dengan 14,2%, menurut data SNE Research.

Dominasi itu terlihat jelas dari skala pemasangan baterai yang mereka capai. CATL mencatat 141,4 GWh, sedangkan BYD membukukan 50,0 GWh dalam empat bulan pertama 2026.

CATL tetap jauh di depan

Kinerja CATL justru menguat dibanding periode yang sama setahun sebelumnya. Pangsa pasar perusahaan itu naik dari 38,1% menjadi 40,1%, seiring instalasi baterai tumbuh 19,8% secara tahunan.

Meski begitu, posisi CATL sedikit turun dari Januari-Maret 2026 yang sempat berada di 40,7%. Angka itu tetap menunjukkan jarak yang lebar dari pesaing terdekat di pasar global.

BYD tetap nomor dua, tetapi melambat

BYD masih kokoh di posisi kedua dunia, namun laju pertumbuhannya tidak sekuat CATL. Total instalasi baterainya turun 2,4% secara tahunan, dan pangsa pasarnya ikut menyusut dari 16,5% menjadi 14,2%.

Dibanding Januari-Maret 2026, pangsa BYD justru membaik dari 13,7%. Kondisi ini menunjukkan posisinya masih kuat, meski belum cukup untuk mengejar pemimpin pasar.

Gabungan pangsa CATL dan BYD mencapai 54,3%. Angka itu menegaskan betapa besar pengaruh dua perusahaan China tersebut dalam peta baterai EV global.

China semakin dominan di papan atas

Dari 10 produsen terbesar dunia, tujuh berasal dari China. Jika digabung, ketujuh perusahaan itu menguasai 72,2% pasar global, naik 2,1 poin persentase dari tahun sebelumnya.

Komposisi itu ikut menekan ruang bagi pesaing dari Jepang dan Korea Selatan. Persaingan memang tetap ketat, tetapi data Januari-April 2026 menunjukkan pasar semakin terkonsentrasi di tangan produsen China.

Pesaing lain masih tertinggal

LG Energy Solution dari Korea Selatan menempati peringkat ketiga dengan 32,0 GWh instalasi baterai. Pangsa pasarnya turun ke 9,1% dari 9,5% setahun sebelumnya, meski volume penggunaannya masih tumbuh 8,3%.

Di posisi berikutnya, CALB mencatat 18,1 GWh dengan pertumbuhan 39,3% secara tahunan dan pangsa 5,1%. Gotion High-tech menyusul di urutan kelima dengan 15,6 GWh dan pangsa 4,4% setelah tumbuh 30,2%.

SK On berada di posisi keenam dengan 12,3 GWh, turun 7,9% dari tahun sebelumnya. Pangsa perusahaan Korea Selatan itu menyusut menjadi 3,5% dari 4,3%, dipengaruhi perlambatan penjualan EV di antara pelanggan utamanya di Amerika Utara dan Eropa.

Panasonic menempati posisi ketujuh dengan 12,0 GWh dan pangsa 3,4%. Angka itu turun dari 4,0% setahun lalu, terutama karena melambatnya pertumbuhan penjualan Tesla di sejumlah wilayah.

Produsen China lain ikut tumbuh

Eve Energy, Svolt Energy, dan Sunwoda melengkapi daftar 10 besar dunia. Ketiganya membukukan instalasi masing-masing 11,5 GWh, 9,3 GWh, dan 8,7 GWh, dengan pangsa pasar 3,3%, 2,6%, dan 2,5%.

Ketiga perusahaan itu juga mencatat pertumbuhan tahunan yang solid, yakni 30,3% untuk Eve Energy, 37,2% untuk Svolt Energy, dan 17,6% untuk Sunwoda. Sementara itu, kelompok lain di luar 10 besar menyumbang 11,8% pasar dengan total 41,7 GWh.

Source: cnevpost.com

Berita Terkait

Back to top button