Toyota kembali mendorong batas Corolla ke arah yang jauh lebih ekstrem lewat GRMN Corolla Prototype. Purwarupa ini tidak lagi tampil sebagai hatchback kencang biasa, melainkan sebagai model yang dibentuk dengan pendekatan balap murni dari bawah ke atas.
Arah pengembangannya terlihat dari rangkaian pengujian yang sangat ketat. Mobil ini diuji langsung di Nürburgring, ikut serta dalam kompetisi ketahanan Super Taikyu di Jepang, dan divalidasi lagi melalui simulator generasi terbaru untuk membaca karakter mobil di berbagai kondisi lintasan.
Fokus paling besar terlihat pada aerodinamika bodi. Toyota memasang paket aero khusus yang terinspirasi pengalaman tim balap saat menjalankan GR Corolla bertenaga hidrogen di Super Taikyu.
Perangkat penjinak angin itu mencakup hood duct, fender ventilation, front side spoiler, dan rear wing berukuran besar di buritan. Sayap belakangnya bahkan bisa diatur sendiri oleh pemilik dalam lima tingkat, dengan penyetelan yang disebut dikerjakan bersama pembalap profesional secara sangat presisi hingga selisih satu derajat demi satu derajat.
Perubahan besar juga terjadi di sektor kaki-kaki. Toyota memakai peredam kejut mono tube khusus di depan dan belakang, lalu menambahkan rebound spring untuk membantu roda tetap menapak saat mobil menikung cepat atau melewati permukaan yang tidak rata.
Komponen bump stopper juga dioptimalkan sampai tingkat milimeter. Tujuannya menjaga keseimbangan antara stabilitas pengendalian dan kenyamanan berkendara, terutama saat mobil dipacu dalam situasi ekstrem seperti di Nürburgring.
Pada bagian roda, tapak ban dibuat lebih lebar 10 mm dibanding GR Corolla reguler. Mobil ini menggunakan Michelin Pilot Sport Cup 2 berukuran 245/40ZR18, sementara sistem Electric Power Steering mendapat kalibrasi baru agar tetap presisi saat menerima gaya lateral tinggi.
Sistem AWD juga direvisi untuk menyalurkan torsi ke roda belakang secara lebih optimal. Pengaturan itu ditujukan untuk memperkuat stabilitas saat mobil masuk tikungan dalam kecepatan sangat tinggi.
Mesin turbo 1.6 liter yang lebih kuat
Di balik kap mesin, GRMN Corolla tetap memakai mesin bensin tiga silinder 1.6 liter turbo berkode G16E-GTS. Namun, para insinyur Gazoo Racing mengubah manajemen komputasi mesin sehingga torsi maksimal naik menjadi 415 Nm, atau bertambah 15 Nm dari versi standar.
Tenaga puncaknya tetap berada di angka 304 PS. Peningkatan ini dipusatkan pada rentang putaran menengah 3.600 hingga 4.800 rpm, karena area itu dinilai paling penting saat mobil keluar dari tikungan.
Untuk menjaga performa tetap stabil saat dipacu terus-menerus, Toyota menambahkan intercooler spray. Sistem itu bekerja berdampingan dengan cool air duct bawaan pabrik untuk membantu menahan efek panas ekstrem.
Dipangkas demi performa lintasan
Toyota juga memangkas bobot secara agresif. Kursi penumpang baris belakang dihilangkan sepenuhnya dari kabin, dan langkah itu berhasil menurunkan berat total kendaraan sekitar 30 kilogram.
Pengurangan bobot ini otomatis memperbaiki power-to-weight ratio. Hasilnya, karakter GRMN Corolla makin dekat ke mobil balap ketimbang hatchback harian biasa.
Masuk ke kabin, nuansa balap terasa lebih kuat lagi. Kursi standar diganti full bucket seat baru yang mengikuti posisi duduk pengemudi mobil balap ketahanan Super Taikyu, dengan struktur GFRP agar tetap ringan namun tetap aman.
Dasbor depan dan pilar A dilapisi material flocking untuk mengurangi pantulan cahaya dan menambah nuansa motorsport. Interior juga mendapat ornamen serat karbon asli dari divisi karbon pabrik Motomachi, tanda tangan Akio Toyoda alias Morizo di area dasbor penumpang, aksen merah anodized pada trim pintu dan tuas gigi, serta nomor seri khusus untuk tiap unit.
Dengan volume produksi yang sangat terbatas dan akar pengembangan yang lekat dengan dunia balap, GRMN Corolla berpeluang menjadi salah satu model Gazoo Racing paling langka. Purwarupa ini juga memperlihatkan sisi paling ekstrem dari filosofi performa Toyota yang selama ini digaungkan Akio Toyoda.
Source: carvaganza.com