Pabrik BYD di Subang Kebakaran, Manajemen Pastikan Api Cepat Padam dan Tak Ada Korban

Insiden kebakaran di area proyek pembangunan pabrik BYD di Subang memicu perhatian luas setelah videonya beredar di media sosial. Manajemen PT BYD Motor Indonesia kemudian buka suara dan membenarkan kejadian tersebut.

BYD menegaskan insiden yang terjadi bukan kebakaran besar, melainkan kebakaran kecil pada bagian atap salah satu bangunan yang masih dalam tahap pengerjaan. Kepulan asap sempat terlihat dari lokasi, tetapi api disebut sudah berhasil dikendalikan dengan cepat.

Klarifikasi ini disampaikan setelah rekaman visual dari area proyek ramai dibahas publik. Dalam video yang beredar, asap tampak membubung dari salah satu bangunan di kawasan pabrik yang masih dibangun di Subang, Jawa Barat.

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyatakan perusahaan sudah mengetahui insiden tersebut. Menurut dia, kejadian itu berlangsung di salah satu bangunan dalam area proyek BYD Subang yang masih berada pada fase konstruksi.

Luther menjelaskan api muncul di bagian atap bangunan dan menimbulkan asap yang terlihat dari luar area. Namun, penanganan di lapangan disebut berlangsung cepat sehingga kobaran tidak meluas ke titik lain.

BYD juga memastikan tidak ada korban dalam kejadian itu. Perusahaan menyatakan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka akibat insiden kebakaran tersebut.

Penanganan cepat di lokasi

Menurut keterangan manajemen, situasi di lokasi berhasil dikendalikan dalam waktu singkat. Pernyataan ini menjadi poin penting karena kekhawatiran publik sempat meningkat setelah video kebakaran menyebar di media sosial.

BYD belum mengungkap penyebab pasti kebakaran itu. Perusahaan menyebut proses investigasi masih berjalan untuk menelusuri pemicu insiden pada area atap bangunan tersebut.

Selama pemeriksaan berlangsung, manajemen memilih belum memberikan rincian tambahan. Sikap ini diambil sambil menunggu hasil penelusuran tim terkait agar penyebab kejadian dapat dipastikan terlebih dahulu.

Di saat yang sama, BYD mengatakan telah menginstruksikan kontraktor agar memperkuat penerapan protokol keselamatan. Langkah itu disebut berlaku untuk seluruh area proyek pembangunan pabrik.

Pernyataan tersebut menunjukkan fokus perusahaan tidak hanya pada pemadaman insiden, tetapi juga pada pencegahan kejadian serupa. Area proyek konstruksi memang memiliki risiko keselamatan yang harus diawasi ketat, terutama ketika pengerjaan masih berlangsung.

Fokus pada investigasi

Hingga kini, perusahaan belum membuka detail teknis mengenai sumber api maupun kondisi material bangunan yang terdampak. Informasi lebih lanjut disebut akan disampaikan setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan.

Luther menegaskan BYD belum dapat memberi keterangan tambahan selama investigasi masih berlangsung. Dengan demikian, penjelasan resmi saat ini terbatas pada konfirmasi kejadian, lokasi insiden, dampak awal, dan langkah penanganan.

Bagi publik, penekanan bahwa kebakaran terjadi di bagian atap dan dalam skala kecil menjadi informasi penting. Penjelasan itu sekaligus memberi konteks bahwa insiden berlangsung di bangunan yang masih dikerjakan, bukan pada fasilitas yang telah beroperasi penuh.

Viralnya video kebakaran di media sosial membuat klarifikasi resmi dari perusahaan menjadi sorotan. Dalam situasi seperti ini, perbedaan antara tampilan visual asap tebal dan skala kejadian di lapangan sering kali memicu spekulasi, sehingga pernyataan resmi perusahaan menjadi acuan utama.

Dampak terhadap proyek

Sampai tahap ini, BYD belum merinci dampak insiden terhadap progres pembangunan pabrik di Subang. Perusahaan juga belum menjelaskan apakah ada bagian konstruksi yang perlu diperbaiki atau penyesuaian jadwal pekerjaan.

Meski begitu, manajemen memberi sinyal bahwa fokus utama saat ini adalah penyelidikan internal dan penguatan standar keselamatan kerja. Informasi lanjutan mengenai operasional proyek akan disampaikan setelah pemeriksaan tuntas.

Pabrik BYD di Subang sendiri menjadi salah satu proyek yang menarik perhatian karena terkait ekspansi merek tersebut di Indonesia. Karena itu, setiap perkembangan di area pembangunan, termasuk insiden keselamatan kerja, cepat menjadi perhatian publik.

Untuk saat ini, fakta yang telah dikonfirmasi baru mencakup adanya kebakaran kecil di atap bangunan, penanganan cepat di lokasi, serta nihilnya korban. Sementara penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil investigasi yang sedang berjalan.

Source: otomotif.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button