
JETOUR T1 I-DM kini sudah resmi bisa dipesan di Indonesia, dan pertanyaan berikutnya langsung mengerucut ke satu hal: kapan unitnya benar-benar sampai di tangan pelanggan. PT JETOUR Sales Indonesia menyebut pengiriman paling cepat dimulai dua minggu setelah peluncuran, dengan distribusi yang dilakukan bertahap ke berbagai daerah.
Kepastian itu menjadi penting karena T1 hadir sebagai SUV plug-in hybrid pertama JETOUR di Indonesia. Model ini datang bersama varian ICE, sementara perusahaan menempatkannya sebagai langkah baru untuk menjawab kebutuhan mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
Pesanan dibuka, pengiriman menyusul cepat
Sales Director PT JETOUR Sales Indonesia, Michael Budihardja, mengatakan unit T1 baik varian I-DM maupun ICE sudah tersedia di jaringan dealer. Ia menegaskan konsumen sudah bisa melakukan pemesanan pada hari peluncuran.
“Ya, per hari ini kami luncurkan, konsumen sudah bisa order dan pengiriman paling cepat dua minggu lagi,” kata Michael saat ditemui media selepas peluncuran di Serpong, Tangerang, Rabu, 3 Juni.
Namun, waktu tibanya unit ke tangan pelanggan tidak seragam di seluruh Indonesia. JETOUR akan mengirim secara parsial, sehingga daerah yang lebih dekat dengan pusat distribusi berpeluang menerima lebih cepat.
Distribusi bertahap ke berbagai wilayah
Michael memberi gambaran bahwa pelanggan di Jakarta kemungkinan mendapat unit lebih dulu dibanding wilayah lain. Sementara itu, daerah seperti Medan berpotensi menerima lebih lambat karena pola pengiriman dilakukan bertahap.
“Di Jakarta mungkin lebih cepat, tapi misalkan di Medan agak lama. Kami akan kirim parsial. Tapi, bulan ini di semua outlet di Indonesia akan ada,” tambahnya.
Pernyataan itu menunjukkan JETOUR menyiapkan ketersediaan unit secara luas, meski jadwal serah terima tetap bergantung pada lokasi pelanggan. Dengan strategi ini, perusahaan tampaknya ingin menjaga pasokan tetap mengalir ke seluruh jaringan penjualan nasional.
Harga dan penawaran awal
JETOUR T1 dijual dalam dua pilihan utama, yakni ICE dan I-DM. Harga normalnya dimulai dari Rp408 juta untuk ICE dan Rp558 juta untuk tipe I-DM.
Ada juga penawaran khusus bagi 1.000 pembeli pertama di Indonesia. Dalam program ini, harga T1 ICE menjadi Rp388 juta, sedangkan varian PHEV dengan penggerak I-DM dipatok Rp538 juta.
Skema harga tersebut menempatkan T1 sebagai model yang diposisikan langsung masuk ke pasar SUV elektrifikasi. Kehadiran varian I-DM menjadi sorotan utama karena menjadi mobil plug-in hybrid pertama JETOUR yang dipasarkan di Indonesia.
Dirakit lokal di Bekasi
Selain statusnya sebagai model elektrifikasi baru, T1 juga sudah dirakit secara lokal. Michael menyebut seluruh unit T1 yang dijual di Indonesia berstatus CKD, sama seperti T2.
Perakitan dilakukan di pabrik milik Handal Indonesia Motor (HIM) di Bekasi, Jawa Barat. Status CKD ini memperlihatkan bahwa JETOUR menyiapkan T1 untuk pasar Indonesia dengan basis produksi yang sudah lebih dekat ke konsumen domestik.
Spesifikasi utama T1 I-DM
Secara teknis, JETOUR T1 I-DM mengandalkan mesin 1.5L 4-silinder yang dipadukan dengan penggerak listrik dan baterai 18,4 kWh. Kombinasi itu membuat mobil dapat melaju dengan mode listrik penuh sejauh 100 km.
Jika baterai dan tangki BBM sama-sama terisi penuh, total jarak tempuhnya diklaim mencapai 1.200 km. Angka ini menjadi salah satu daya tarik utama T1 I-DM di tengah minat pasar terhadap SUV hybrid dan plug-in hybrid.
Dengan unit yang sudah tersedia di dealer, pemesanan yang sudah dibuka, dan distribusi awal yang dijanjikan mulai berjalan dalam dua minggu, pelanggan kini tinggal menunggu jadwal pengiriman sesuai wilayah masing-masing. Bagi pembeli di jaringan outlet nasional, kehadiran T1 disebut akan merata sepanjang bulan ini.
Source: www.bincangbincangmobil.com








