
Marc Marquez disebut mendapat keuntungan besar dalam perburuan gelar MotoGP 2025. Penilaian itu muncul karena Jorge Martin, yang dianggap sebagai rival utamanya, justru cedera dan absen sepanjang musim.
Pandangan tersebut disampaikan pengamat senior MotoGP, Carlo Pernat. Menurut dia, absennya Martin membuat Marquez seperti bertarung sendirian tanpa lawan sepadan di lintasan.
Pernat menilai situasi musim lalu sangat berpihak kepada pebalap berjuluk The Baby Alien itu. Dalam pandangannya, jalan Marquez menuju gelar menjadi lebih lapang karena pesaing terberat tidak bisa ikut bersaing.
Ia bahkan menyebut musim 2025 sebagai musim keberuntungan bagi Marquez. Kepada Motosan, Pernat mengatakan Marquez bisa membalap tanpa kehadiran Martin, sehingga pertarungan gelar tidak berlangsung dengan kekuatan penuh.
Komentar itu langsung memberi konteks baru pada keberhasilan Marquez. Gelar yang diraih tetap tercatat secara resmi, namun perdebatan muncul karena kompetisi dinilai tidak menghadirkan lawan utama yang semestinya menekan sang juara.
Martin Absen, Persaingan Berubah
Dalam analisis Pernat, Martin adalah sosok yang seharusnya menjadi penantang paling kuat untuk Marquez. Cedera yang dialami pebalap Spanyol itu lalu mengubah peta persaingan secara signifikan.
Kondisi tersebut membuat intensitas perebutan titel dianggap berkurang. Marquez tetap tampil sebagai nama utama, tetapi tidak menghadapi ancaman yang sama seperti ketika seluruh kandidat juara berada dalam kondisi fit.
Penilaian ini juga berkaitan dengan posisi Aprilia di persaingan MotoGP. Pernat melihat pabrikan asal Noale itu kini menjadi pesaing utama Ducati, bahkan dinilai menunjukkan perkembangan yang sangat kuat.
Menurut dia, Aprilia sudah mencapai level yang sulit diraih tim lain setelah dominasi Ducati di masa lalu. Pernat menegaskan Aprilia saat ini layak disebut sebagai tolok ukur baru dalam kompetisi.
Di tubuh Aprilia, dua nama mendapat sorotan besar. Jorge Martin dan Marco Bezzecchi disebut sebagai andalan tim untuk memburu gelar juara.
Pernat menilai keduanya saat ini lebih unggul dibanding pebalap lain. Penilaian itu memperkuat argumen bahwa kehadiran Martin yang utuh di lintasan akan memberi tekanan jauh lebih besar kepada Marquez.
Aprilia Disebut Lebih Siap Menekan Ducati
Pernat menilai Aprilia musim ini membuktikan diri jauh lebih baik. Itu sebabnya ia memandang tim tersebut sebagai ancaman paling serius bagi Ducati dalam perebutan titel.
Ucapan itu menjadi penting karena Marquez sendiri identik dengan kekuatan Ducati. Jika Aprilia benar-benar menjadi tolok ukur baru, maka posisi Marquez sebagai juara bertahan tidak lagi seaman sebelumnya.
Pernat bahkan menilai Ducati telah menerima pukulan besar. Dalam situasi itu, pihak yang disebut paling terdampak adalah Marquez.
Namun, ia menekankan masalahnya bukan semata pada kemampuan Marquez. Menurut Pernat, tekanan muncul dari perkembangan situasi kompetisi dan perubahan kekuatan antartim di grid MotoGP.
Artinya, kritik bahwa Marquez juara karena “hoki” tidak berdiri sendirian sebagai komentar soal masa lalu. Kritik itu juga terhubung dengan keyakinan bahwa musim berikutnya akan jauh lebih sulit ketika para pesaing, terutama dari Aprilia, hadir dengan kekuatan penuh.
Sorotan pada Kondisi Fisik Marquez
Selain faktor rivalitas, Pernat juga menyinggung kondisi fisik Marquez. Ia menilai pebalap itu kini menghadapi persoalan besar yang bisa memengaruhi peluang mempertahankan gelar.
Cedera bahu disebut menjadi salah satu titik perhatian utama. Menurut Pernat, masalah tersebut membuat Marquez tidak bisa lagi tampil sebagai sosok yang sama seperti dahulu.
Ia juga mengungkap bahwa Marquez sendiri pernah mengakui keraguan itu. Pernat menyebut pengakuan tersebut sebagai pernyataan yang keras, sulit, tetapi jujur.
Bagi Pernat, justru di situlah letak kekhawatiran terbesar. Seorang juara bisa tetap kompetitif, tetapi ketika ia mulai meragukan apakah masih dapat kembali menjadi versi terbaik dirinya, tekanan mental dan teknis akan datang bersamaan.
Situasi ini membuat peluang Marquez mempertahankan gelar dinilai sangat berat. Pernat bahkan menganggap upaya itu nyaris mustahil di tengah bangkitnya Aprilia dan kuatnya nama-nama seperti Martin serta Bezzecchi.
Perdebatan soal gelar MotoGP 2025 pun tidak berhenti pada statistik kemenangan semata. Marquez tetap tercatat sebagai juara, tetapi komentar Carlo Pernat menegaskan bahwa absennya Jorge Martin akibat cedera telah menjadi faktor besar yang terus membayangi cara publik menilai keberhasilan tersebut.
Source: oto.detik.com








