
Pengadaan motor listrik untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian. Sorotan tidak hanya datang dari proses pengadaannya, tetapi juga dari spesifikasi dua model yang disebut digunakan untuk mendukung mobilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni Emmo JVX GT dan Emmo JVH Max.
Perbincangan menguat setelah Kejaksaan Agung menyebut vendor pengadaan motor listrik MBG, PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), tidak memenuhi persyaratan sebagai penyedia karena tidak memiliki diler maupun bengkel aktif. Di tengah polemik itu, publik ikut menilai apakah dua motor listrik tersebut memang sesuai untuk kebutuhan operasional di lapangan.
Kedua model berasal dari merek yang sama, tetapi dirancang dengan karakter yang berbeda. Emmo JVX GT tampil sebagai motor listrik bergaya trail, sedangkan Emmo JVH Max mengusung format skuter matik untuk penggunaan harian.
Perbedaan karakter ini penting karena kebutuhan operasional SPPG bisa sangat beragam. Ada wilayah yang menuntut kendaraan lebih tangguh untuk jalan kurang ideal, tetapi ada juga area yang lebih cocok dilayani kendaraan komuter perkotaan.
Emmo JVX GT untuk medan lebih berat
Emmo JVX GT dirancang untuk menghadapi kondisi jalan yang tidak selalu mulus. Motor ini memiliki dimensi panjang 2.080 mm, lebar 810 mm, dan tinggi 1.150 mm.
Salah satu daya tarik utamanya ada pada konfigurasi kaki-kaki. Motor ini memakai roda 19 inci di depan dan 18 inci di belakang, sehingga lebih siap melintasi permukaan jalan bergelombang atau tidak rata.
Ground clearance Emmo JVX GT mencapai 320 mm. Angka ini memberi ruang lebih besar saat motor harus melintas di jalur dengan kontur jalan yang kurang ideal.
Dari sisi performa, model ini dibekali motor listrik bertenaga 3.800 watt. Daya puncaknya disebut mencapai 7.000 watt, yang menunjukkan orientasi kendaraan ini memang tidak sekadar untuk perjalanan ringan.
Sumber energinya berasal dari baterai 72V 31Ah. Motor ini juga mendukung penggunaan sistem baterai ganda, yang menjadi salah satu nilai tambah untuk kebutuhan operasional yang menuntut fleksibilitas.
Pabrikan mengklaim Emmo JVX GT mampu melaju hingga 80 kilometer per jam. Dalam satu kali pengisian penuh, jarak tempuhnya disebut sekitar 70 kilometer.
Kemampuan angkutnya juga cukup besar. Emmo JVX GT disebut mampu membawa beban hingga 200 kilogram, sebuah spesifikasi yang relevan untuk aktivitas distribusi atau mobilitas lapangan.
Motor ini juga sudah memakai teknologi pengisian cepat. Baterainya diklaim bisa terisi dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar satu jam.
Emmo JVH Max lebih dekat ke kebutuhan komuter
Berbeda dari JVX GT, Emmo JVH Max hadir dengan pendekatan yang lebih praktis untuk jalan raya perkotaan. Motor listrik ini mengusung konsep skuter matik yang ditujukan untuk penggunaan harian.
Secara ukuran, Emmo JVH Max memiliki panjang 2.120 mm, lebar 711 mm, dan tinggi 1.180 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 1.470 mm, yang dirancang untuk mendukung kenyamanan dan kestabilan saat digunakan di jalan kota.
Karakter skuter pada JVH Max membuatnya lebih dekat dengan pola pemakaian yang umum dijumpai pada kendaraan operasional ringan. Konfigurasi ini cenderung sesuai untuk area dengan akses jalan lebih baik dan mobilitas yang lebih rutin.
Soal performa, Emmo JVH Max diklaim mampu mencapai kecepatan maksimum 90 kilometer per jam. Jarak tempuhnya juga disebut sekitar 70 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Motor ini menggunakan sistem penggerak Dynamo BLDC. Untuk kapasitas angkut, Emmo JVH Max disebut mampu membawa beban hingga 180 kilogram.
Jika dibandingkan dengan JVX GT, angka daya angkut JVH Max memang sedikit lebih rendah. Namun, spesifikasinya tetap tergolong cukup untuk mendukung aktivitas operasional harian.
Harga yang tercantum di katalog elektronik
Data pada katalog elektronik pemerintah, Inaproc, juga ikut disorot karena menunjukkan nilai pengadaan per unit dari kedua model tersebut. Emmo JVX GT tercantum dengan harga sekitar Rp 49,95 juta.
Sementara itu, Emmo JVH Max dibanderol sekitar Rp 48,84 juta per unit. Selisih harga keduanya relatif tipis, meski orientasi penggunaan dan karakter kendaraannya berbeda.
Dengan spesifikasi yang kontras, dua motor listrik ini pada dasarnya menyasar kebutuhan yang tidak sama. Emmo JVX GT menonjol pada kemampuan menghadapi medan kurang ideal, sedangkan Emmo JVH Max lebih mengarah pada mobilitas operasional di area perkotaan.
Karena itu, pembahasan soal dua model ini tidak berhenti pada angka harga dan performa saja. Kesesuaian antara karakter kendaraan dengan kondisi lapangan menjadi bagian penting dalam menilai peran Emmo JVX GT dan JVH Max dalam operasional MBG.
Source: otomotif.kompas.com








