
Nissan tengah mengambil langkah yang dulu mungkin terdengar tidak biasa: pabriknya di Sunderland, Inggris, disiapkan untuk memproduksi mobil merek China Omoda dan Jaecoo. Kesepakatan ini muncul saat produsen Jepang itu menghadapi tekanan besar di Eropa, dari penjualan yang melemah hingga kapasitas pabrik yang berlebih.
Nissan dan Chery disebut telah meneken Memorandum of Understanding untuk memulai produksi mobil Chery pada satu jalur produksi mulai tahun fiskal 2027. Pabrik Sunderland sendiri tetap sepenuhnya dimiliki Nissan, sementara pengerjaan proyek mobil China itu akan dilakukan oleh pekerja Nissan.
Tekanan di Eropa mendorong langkah baru
Mengutip AFP, kesepakatan itu lahir sebagai respons atas perlambatan penjualan Nissan di pasar mobil Eropa sejak 2019. Nissan juga menghadapi krisis akibat kelebihan kapasitas pabrik dan penurunan penjualan di kawasan tersebut karena kalah bersaing.
Di saat yang sama, perusahaan-perusahaan otomotif China terus mencari jalan untuk memperkuat posisi di Eropa. Salah satu strateginya adalah memproduksi kendaraan langsung di kawasan itu, baik dengan membangun pabrik baru maupun mengambil alih fasilitas yang sudah ada.
Chery sudah bergerak lebih dulu
Chery bukan pemain baru dalam ekspansi Eropa. Pada 2023, perusahaan ini mengakuisisi bekas pabrik Nissan di Barcelona, Spanyol, dan menargetkan produksi 200 ribu kendaraan per tahun.
Langkah serupa juga terlihat di tempat lain. Nissan diketahui menjual pabrik Rosslyn di dekat Pretoria, Afrika Selatan, kepada Chery tahun ini.
Pola kemitraan makin meluas di industri otomotif
Kerja sama antara produsen Barat dan mitra China tidak berhenti di Nissan dan Chery. Stellantis, yang membawahi merek Peugeot, Fiat, Jeep, dan Chrysler, mengumumkan bulan lalu bahwa mereka akan berbagi pabrik di Madrid dan Zaragoza, Spanyol, serta pabrik mereka yang kurang dimanfaatkan di Rennes, Prancis, dengan mitra China.
Produsen lain seperti Ford dan Volkswagen juga disebut sedang mempertimbangkan pengaturan serupa. Situasi ini menunjukkan bahwa tekanan biaya, kapasitas, dan persaingan pasar membuat model kerja sama lintas negara semakin menarik bagi banyak pabrikan besar.
Sunderland jadi titik penting strategi Nissan
Bagi Nissan, Sunderland bukan sekadar pabrik biasa. Fasilitas itu kini masuk dalam skema yang berpotensi mengubah peta produksi di Eropa, karena jalurnya bisa dipakai untuk model merek China tanpa mengubah kepemilikan pabrik.
Langkah ini juga memperlihatkan bagaimana pabrikan Jepang itu mencoba menyesuaikan diri dengan perubahan pasar. Di tengah persaingan yang makin ketat, memanfaatkan kapasitas pabrik yang ada menjadi pilihan yang lebih realistis ketimbang membiarkan fasilitas menganggur.
Source: www.cnnindonesia.com








