
Hyundai Motor Group menempatkan hidrogen bukan lagi sekadar bahan bakar alternatif, melainkan fondasi ekosistem energi baru. Di World Hydrogen Summit di Rotterdam, Belanda, perusahaan ini memperlihatkan arah yang lebih luas: dari kendaraan, infrastruktur, hingga pemanfaatan hidrogen di luar sektor otomotif.
Langkah itu penting karena Hyundai tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga peta pengembangan yang menyentuh seluruh rantai nilai hidrogen. Fokusnya adalah pasar Eropa, kawasan yang disebut sudah memiliki strategi dan rencana pengembangan hidrogen yang matang.
Dari mobil ke ekosistem
Di ajang yang berlangsung pada 19–21 Mei itu, Hyundai menonjolkan visi ekosistem hidrogen yang komprehensif. Perusahaan menggambarkan hidrogen sebagai penopang mobilitas ramah lingkungan, sistem energi yang lebih tangguh, dan peluang industri baru di masa depan.
Hyundai menyoroti rantai nilai hidrogen yang terintegrasi, mulai dari produksi hidrogen, pembangunan infrastruktur, pengembangan sistem sel bahan bakar hidrogen, hingga penerapannya di berbagai sektor nonotomotif. Pendekatan ini menunjukkan bahwa strategi Hyundai tidak berhenti pada penjualan kendaraan berbasis hidrogen.
Fokus utama visi tersebut berada di bawah HTWO, merek sekaligus platform bisnis hidrogen milik Hyundai Motor Group. Platform ini dirancang untuk mempercepat pengembangan ekosistem hidrogen secara menyeluruh.
NEXO jadi penanda arah
Salah satu sorotan terbesar di booth Hyundai adalah kehadiran all-new NEXO, generasi terbaru dari Fuel Cell Electric Vehicle atau FCEV. Model ini dikenal sebagai salah satu kendaraan hidrogen terlaris di dunia.
Kehadiran all-new NEXO menegaskan kelanjutan kepemimpinan Hyundai dalam kendaraan berbasis sel bahan bakar hidrogen. Model ini juga memperlihatkan kemampuan dan kualitas teknologi fuel cell yang telah dikembangkan Hyundai Motor Group selama bertahun-tahun.
Hyundai selama ini memang dikenal sebagai salah satu pelopor mobilitas berbasis hidrogen di Eropa. Di kawasan ini, perusahaan sudah dikenal melalui NEXO FCEV dan truk XCIENT Fuel Cell.
Teknologi yang menjangkau sektor lain
Selain kendaraan, Hyundai juga memperkenalkan sistem sel bahan bakar hidrogen dengan cakupan aplikasi yang lebih luas. Teknologi ini dirancang untuk mendukung solusi daya stasioner, aplikasi industri, dan integrasi dengan sistem energi yang sudah ada.
Arah ini memperlihatkan bahwa hidrogen bisa masuk ke berbagai kebutuhan energi, bukan hanya transportasi. Hyundai ingin menunjukkan bahwa teknologi fuel cell dapat membantu transformasi energi global lewat penggunaan yang lebih beragam.
Dengan menampilkan all-new NEXO dan sistem sel bahan bakar hidrogen secara bersamaan, Hyundai Motor Group menegaskan pergeseran perannya. Perusahaan tidak lagi tampil hanya sebagai pionir mobilitas hidrogen, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam pengembangan ekosistem hidrogen terintegrasi.
Kolaborasi lintas sektor di Eropa
Hyundai juga menekankan pentingnya kemitraan lintas sektor. Perusahaan menyebut ingin membangun kolaborasi dengan berbagai mitra untuk mempercepat pengembangan ekosistem hidrogen yang berkelanjutan.
Pengalaman Hyundai dalam mengembangkan rantai nilai hidrogen di Korea Selatan menjadi modal penting untuk mendukung percepatan transisi energi di Eropa. Pengalaman itu dipandang relevan karena kawasan Eropa membutuhkan ekosistem yang kuat dan berkelanjutan.
CEO Hyundai Energy & Hydrogen Europe, Mark Freymüller, menyampaikan bahwa Hyundai ingin menjadi mitra yang dapat diandalkan dalam pengembangan hidrogen di Eropa. Ia menyebut hidrogen sebagai pendorong utama bagi mobilitas yang lebih bersih, sistem energi yang lebih tangguh, serta peluang industri baru.
Hyundai menegaskan akan terus berkontribusi lewat teknologi, pengalaman industri, dan kemitraan strategis. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap hidrogen sebagai sumber energi masa depan, perusahaan ini ingin berada di garis depan pengembangan ekosistem yang lebih matang di Eropa.
Source: www.liputan6.com








