
Pilihan sokbreker aftermarket untuk mobil keluarga dan SUV kembali bertambah dengan hadirnya YSS DTG 7 dan YSS Grip R. Dua produk ini dibawa YSS Indonesia dengan fokus pada handling yang lebih stabil sekaligus tetap menjaga kenyamanan di jalan yang kondisinya beragam.
Kehadiran produk ini menarik karena menyasar kebutuhan yang sangat dekat dengan pengguna MPV dan SUV di Indonesia, yakni mengurangi limbung saat bermanuver dan menjaga kenyamanan penumpang. YSS Indonesia menempatkan kedua lini ini sebagai solusi untuk karakter jalan lokal yang menuntut suspensi adaptif.
CEO YSS Indonesia, Andre Hudijana, menjelaskan bahwa YSS DTG 7 dan Grip R dikembangkan khusus untuk kebutuhan pengendara di Indonesia. Menurut dia, spesifikasi keduanya dibuat lebih nyaman dan dirancang sesuai karakter jalanan Indonesia, sekaligus mendukung performa handling mobil menjadi lebih baik.
Andre juga menyebut seri ini populer untuk mobil jenis SUV maupun MPV. Tujuannya untuk meningkatkan handling dan menghilangkan limbung agar pengemudi serta penumpang merasa lebih nyaman sepanjang perjalanan.
Fokus pada stabilitas dan pengaturan suspensi
YSS DTG 7 hadir sebagai seri shockbreaker premium dari YSS. Produk ini dibekali fitur adjustable dengan pilihan tingkat kekerasan dari soft hingga hard sampai 8 level.
Fitur pengaturan tersebut memberi ruang bagi pengguna untuk menyesuaikan karakter suspensi dengan kebutuhan berkendara. Pada kendaraan MPV dan SUV, fleksibilitas seperti ini penting karena mobil sering dipakai untuk perjalanan keluarga, membawa muatan, hingga melintasi jalan yang tidak selalu mulus.
Sementara itu, YSS Grip R menjadi lini coilover monotube terbaru dari YSS. Produk ini menawarkan pengaturan rebound 20 klik serta body shift untuk menyesuaikan ride height.
Dengan karakter coilover monotube dan pengaturan lebih rinci, Grip R menyasar pengguna yang ingin setelan suspensi lebih spesifik. Pendekatan ini berbeda dari DTG 7 yang lebih menonjolkan peningkatan kenyamanan dan handling pada model-model SUV dan MPV populer.
Daftar mobil yang sudah didukung
YSS DTG 7 saat ini tersedia untuk sejumlah model yang banyak ditemui di jalan Indonesia. Daftarnya meliputi Innova 2KD, Innova Reborn, Pajero, All New Pajero, Triton, Fortuner VNT, Fortuner VRZ, Hilux, Hi Ace, Mu-X, hingga Trailblazer.
Line up tersebut menunjukkan fokus YSS pada kendaraan berdimensi besar yang sering dipakai untuk kebutuhan keluarga maupun operasional harian. Segmen ini umumnya membutuhkan sokbreker dengan kontrol bodi yang lebih baik tanpa mengorbankan kenyamanan.
Di sisi lain, YSS Grip R sudah tersedia untuk beberapa kendaraan populer seperti Honda HR-V, City Hatchback, Jazz, Toyota Innova Zenix, Yaris 2014-2017, hingga Corolla Cross. Daftar ini memperlihatkan bahwa Grip R juga menyasar pengguna crossover dan hatchback yang menginginkan suspensi lebih bisa disetel.
Kehadiran pilihan line up yang cukup luas membuat dua produk ini tidak hanya menyasar satu tipe pengguna. Ada opsi untuk pemilik SUV ladder frame, MPV keluarga, hingga crossover modern yang ingin peningkatan rasa berkendara.
Pengetesan dengan metode blind test
Untuk memperlihatkan performanya, YSS Indonesia juga menyiapkan sesi uji coba langsung. Total ada tujuh mobil yang digunakan, terdiri dari dua Innova, dua Pajero Sport, dua Fortuner untuk pengujian YSS DTG 7, serta satu Toyota Zenix yang memakai Grip R.
Andre menjelaskan bahwa pada Innova, Pajero, dan Fortuner, YSS DTG 7 diaplikasikan berdampingan dengan produk kompetitor. Pengujiannya dilakukan dengan metode blind test sehingga peserta tidak mengetahui mobil mana yang menggunakan produk YSS dan mana yang memakai merek pesaing.
Metode ini dipakai agar penilaian peserta lebih objektif terhadap rasa berkendara. Fokus pengujian diarahkan pada situasi yang relevan bagi pengguna harian, termasuk saat menikung pada kecepatan tinggi dan ketika melibas jalan rusak.
Berdasarkan hasil tes tersebut, Andre mengatakan mobil yang menggunakan produk YSS terasa lebih nyaman. Kesan itu disebut muncul saat cornering pada kecepatan tinggi maupun saat mobil melewati permukaan jalan yang rusak.
Klaim ini sejalan dengan positioning YSS DTG 7 dan Grip R yang menonjolkan kombinasi antara kestabilan dan kenyamanan. Bagi pengguna MPV dan SUV, dua aspek itu biasanya menjadi pertimbangan utama ketika ingin mengganti sokbreker bawaan dengan produk aftermarket.
Pasar aftermarket suspensi memang terus berkembang karena kebutuhan pengguna semakin beragam. Sebagian pemilik mobil mencari bantingan yang lebih nyaman, sementara yang lain mengutamakan pengendalian bodi yang lebih mantap saat mobil dipacu atau digunakan membawa banyak penumpang.
Dalam konteks itu, YSS Indonesia mencoba menawarkan dua pendekatan lewat DTG 7 dan Grip R. Satu menitikberatkan pada shockbreaker premium dengan setelan kekerasan 8 level, sementara yang lain menawarkan coilover monotube dengan pengaturan rebound 20 klik dan penyesuaian tinggi bodi.
Bagi pemilik MPV dan SUV yang kerap merasa mobil limbung saat bermanuver atau kurang nyaman di jalan rusak, produk seperti ini menjadi opsi baru yang patut diperhatikan. Terlebih, line up kendaraan yang sudah didukung mencakup model-model populer yang memang banyak dipakai sebagai kendaraan keluarga dan perjalanan jarak jauh.
Source: otodriver.com








