Empat pebalap Indonesia dipastikan tampil di SWS International E-Finals 2026 di Alcamo, Italia. Keberangkatan ini menandai langkah besar karena untuk pertama kalinya wakil Indonesia juga turun di kelas junior pada ajang gokart elektrik paling bergengsi di dunia itu.
Tim yang mengusung para pebalap tersebut adalah Barcode Gokart. Mereka membawa kombinasi pebalap muda dan senior untuk bersaing melawan ratusan peserta dari puluhan negara.
SWS International E-Finals dikenal sebagai panggung tertinggi di ranah karting elektrik dunia. Persaingan di ajang ini sangat ketat karena mempertemukan pebalap-pebalap terbaik dari berbagai negara dalam satu kejuaraan.
Kehadiran empat wakil Indonesia sekaligus juga menunjukkan peningkatan dibanding penampilan sebelumnya. Pada edisi tahun lalu di Wavre, Belgia, Barcode Gokart mengirim dua pebalap untuk berlaga di kejuaraan yang sama.
Susunan pebalap Indonesia
Tiga nama akan tampil di kelas junior, yakni Bayu Anantha, Dastan Sugiharto, dan Mason Tan. Ketiganya merupakan pebalap muda Barcode Gokart yang lolos setelah menempati posisi tiga besar klasemen E-Sprint Series Junior sepanjang 2025.
Satu wakil lainnya datang dari kelas senior, yaitu Ananda Julio. Ia mendapat tempat sebagai perwakilan Barcode Gokart setelah finis di puncak klasemen E-Sprint Series kelas Senior sepanjang 2025.
Masuknya kelas pemula atau junior ke kejuaraan dunia ini menjadi salah satu perkembangan penting. Barcode Gokart memanfaatkannya dengan langsung mengirimkan pebalap muda Indonesia untuk tampil pada penyelenggaraan perdana kelas tersebut.
Langkah ini memberi sorotan tersendiri bagi kontingen Indonesia. Sebab, wakil Merah Putih tidak hanya hadir di level senior, tetapi juga ikut membuka jalan di kategori junior yang baru diperlombakan.
Founder dan CEO Barcode Gokart, Daniel Sugiharto, menyebut timnya tahun lalu menjadi yang pertama dari Indonesia mengikuti SWS International E-Finals di Belgia. Tahun ini, menurut dia, Barcode Gokart kembali mencatat langkah awal dengan menjadi yang pertama di Indonesia mengirim pembalap junior pada event pertama SWS International E-Finals Junior.
Pernyataan itu menegaskan posisi Barcode Gokart dalam mendorong partisipasi Indonesia di level internasional. Kehadiran tim ini tidak berhenti sebagai peserta, tetapi juga sebagai pihak yang aktif membuka jalur pembinaan.
Jalur menuju kejuaraan dunia
Keempat pebalap itu tidak dipilih tanpa dasar kompetitif. Mereka lolos melalui rangkaian E-Sprint Series, kompetisi yang secara rutin digelar Barcode Gokart untuk kelas senior dan junior.
Ajang tersebut berlangsung dalam berbagai putaran dan terbuka bagi pemula, amatir, hingga profesional. Format itu memberi ruang lebih luas bagi pebalap dengan latar belakang berbeda untuk mengukur kemampuan dan naik ke level yang lebih tinggi.
Dari kompetisi itulah klasemen akhir menjadi penentu tiket menuju pentas dunia. Bayu Anantha, Dastan Sugiharto, dan Mason Tan mengamankan tempat dari papan atas E-Sprint Series Junior, sedangkan Ananda Julio lolos lewat dominasi di kelas senior.
Skema seperti ini menunjukkan adanya jalur kompetisi yang jelas dari level nasional menuju arena internasional. Bagi dunia balap Indonesia, pola pembinaan semacam itu penting karena memberi target nyata bagi pebalap muda.
Misi pengembangan pebalap Indonesia
Daniel Sugiharto menegaskan Barcode Gokart tidak hanya beroperasi sebagai rental karting elektrik. Menurut dia, tim juga membawa misi pengembangan pembalap baru dan muda agar bisa menembus balap nasional serta mengibarkan bendera Merah Putih di kancah internasional.
Komitmen itu terlihat dari penyelenggaraan E-Sprint Series yang terus dilakukan setiap tahun. Dengan kompetisi yang berjenjang, Barcode Gokart berupaya menggali talenta baru dari dalam negeri yang siap masuk ke dunia balap profesional.
Keikutsertaan empat pebalap ke Italia menjadi hasil konkret dari proses tersebut. Bukan hanya soal jumlah wakil yang bertambah, tetapi juga soal terbentuknya ekosistem pembinaan yang mulai menghadirkan pebalap junior ke level dunia.
Alcamo, Italia, kini menjadi panggung berikutnya bagi Bayu Anantha, Dastan Sugiharto, Mason Tan, dan Ananda Julio. Di tengah persaingan ratusan pebalap dari puluhan negara, keempatnya akan membawa harapan agar nama Indonesia semakin dikenal di kejuaraan gokart elektrik dunia.
Source: oto.detik.com