Daihatsu Tutup 11 Outlet Asco, Gelombang Berpaling Ke Merek China Makin Terasa

Daihatsu menegaskan penutupan 11 outlet resmi di Indonesia hanya terjadi pada satu mitra dealer, yaitu grup Asco Automotive. Seluruh outlet yang terdampak tersebar di Jakarta dan Surabaya, sehingga keputusan ini tidak memengaruhi seluruh jaringan Daihatsu di Tanah Air.

Respons itu penting karena penutupan dealer merek Jepang kembali terjadi di tengah pergeseran bisnis otomotif nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah jaringan merek Jepang memang tutup dan sebagian di antaranya disebut beralih ke merek China.

Hanya satu grup dealer yang berhenti

Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation, Tri Mulyono, menegaskan bahwa yang berhenti beroperasi hanyalah satu dealer, bukan seluruh jaringan Daihatsu. Dealer tersebut memiliki 11 outlet resmi yang tersebar di area DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Tri menjelaskan, perusahaan lain yang menjadi mitra Daihatsu masih beroperasi seperti biasa. Ia juga menyebut keputusan itu hanya berkaitan dengan grup dealer Asco, bukan perubahan menyeluruh pada struktur penjualan Daihatsu di Indonesia.

Sebelumnya, pada April 2026, Daihatsu menyebut memiliki sekitar 260 jaringan penjualan yang berada di bawah 23 grup. Dari jumlah itu, separuh berada di bawah naungan Astra, sedangkan sisanya merupakan grup independen.

Asco disebut tak lagi terafiliasi mulai 1 Juni 2026

Dalam unggahan yang diduga telah dihapus, Asco Automotive menyebut tidak lagi terafiliasi dengan Daihatsu mulai 1 Juni 2026. Unggahan terbaru di media sosial perusahaan itu juga memunculkan langkah bisnis baru yang diduga terkait dengan merek otomotif China.

Daihatsu tidak merinci lebih jauh soal perubahan arah bisnis mitra dealer tersebut. Namun, perusahaan menyatakan menghormati keputusan yang diambil Asco sebagai bagian dari dinamika bisnis di industri otomotif nasional.

Tri menilai perpindahan jaringan dealer dari satu merek ke merek lain bukan hal asing di pasar otomotif Indonesia. Fenomena serupa sebelumnya juga dialami sejumlah merek Jepang lain, termasuk Honda dan Toyota.

Layanan konsumen tetap dijaga

Di tengah perubahan itu, Daihatsu menekankan bahwa layanan kepada konsumen tetap menjadi prioritas. Perusahaan menyebut jaringan resmi yang masih beroperasi akan terus melayani pelanggan di berbagai wilayah, baik saat pembelian kendaraan maupun selama masa kepemilikan.

Daihatsu juga memastikan pelanggan yang sebelumnya dilayani oleh outlet terkait tetap bisa memperoleh layanan optimal melalui jaringan resmi terdekat. Perusahaan menegaskan kualitas pelayanan tidak akan dikurangi meski salah satu dealer berhenti beroperasi.

Langkah ini menjadi penting karena jaringan dealer memegang peran besar dalam pengalaman pelanggan di industri otomotif. Di satu sisi, penutupan outlet menunjukkan adanya pergeseran strategi bisnis di level dealer, sementara di sisi lain pabrikan harus menjaga kepercayaan konsumen melalui layanan purnajual yang tetap berjalan.

Perkembangan ini juga menambah daftar penyesuaian yang terjadi pada jaringan merek Jepang di Indonesia. Di tengah kompetisi yang semakin ketat, perpindahan afiliasi dealer ke merek lain, termasuk merek China, tampak menjadi salah satu dinamika yang kini ikut membentuk peta bisnis otomotif nasional.

Source: www.cnnindonesia.com
Exit mobile version