
Nissan 240SX generasi 1991–94 tetap punya tempat khusus di ingatan penggemar karena mobil ini menemukan titik paling seimbang di tengah riwayatnya yang naik-turun. Di era ketika banyak coupe sport Jepang lain berebut perhatian, 240SX justru menawarkan kombinasi penggerak roda belakang, sasis lincah, dan karakter yang kemudian sangat dicari para drifter.
Model ini memang bukan kelahiran yang langsung sempurna. Versi awal yang muncul pada 1988 disebut kurang bertenaga dan terasa seperti mobil yang masih setengah matang, tetapi pembaruan untuk 1991 mengubah banyak hal penting pada mesin.
Mesin yang lebih hidup, meski bukan yang paling ganas
Pada 1991, Nissan mengganti kepala silinder menjadi double overhead cam dan menambah jumlah katup menjadi empat per silinder, menggantikan konfigurasi sebelumnya yang lebih sederhana. Outputnya naik ke 155 horsepower, cukup untuk membuat respons pedal gas terasa lebih tajam meski akselerasinya belum tergolong istimewa.
Catatan performa waktu itu juga memperlihatkan batasnya. 240SX membutuhkan lebih dari 7,9 detik untuk mencapai 60 mph, sementara tenaga puncaknya hadir di 5600 rpm dan membuat mesin terdengar kasar seperti dengung sarang lebah.
Sasis yang jadi alasan utama orang membelinya
Kekuatan terbesar 240SX bukan pada tenaga, melainkan pada cara mobil ini berbelok. Tenaga dikirim ke roda belakang, lalu dibantu suspensi multilink dan, pada beberapa varian, sistem four-wheel steering yang membuat mobil terasa sangat berbeda dari rival-rivalnya.
Karakter handling-nya dinilai sangat netral dan mudah diajak bermain. Bobot depan-belakang 53,0/47,0 persen membantu mobil ini menjadi favorit awal para drifter Jepang, lalu popularitas itu ikut meledak saat tren drifting masuk California.
Angka yang memperkuat reputasinya
Dalam uji perbandingan 1992, 240SX mencatat grip 0,85 g, angka tertinggi di kelompok uji tersebut. Remnya juga kuat, dengan jarak berhenti dari 70 mph sejauh 164 kaki, yang saat itu masuk wilayah performa sangat impresif.
Bahkan dari sisi aerodinamika, mobil ini punya nilai yang menarik. Koefisien drag serendah 0,31 membuat bentuk bodinya terasa bersih dan efisien, sekaligus mendukung citra sporty yang mudah disukai.
Paket opsional yang membuatnya makin dicari
Varian paling menarik datang lewat paket handling senilai 500 dolar. Paket itu berisi limited-slip rear differential, suspensi yang lebih kaku, four-wheel steering, dan ban musim panas.
Namun, untuk mendapatkannya, pembeli terlebih dulu harus memilih A/C seharga 850 dolar dan ABS seharga 995 dolar. Dengan kombinasi itu, harga mobil bisa menyentuh area 20.000 dolar, yang pada masanya menempatkannya di level serius untuk sebuah coupe kecil.
Nyaman dipakai jauh, tapi tetap punya kompromi
Di kelas sports coupe, 240SX termasuk salah satu mobil yang layak untuk perjalanan jauh, bersama Honda Prelude. Kenyamanan itu datang dari jok monoform satu bagian yang firm dan posisi duduk yang mendukung, sementara transmisi manual lima percepatannya juga dinilai memuaskan.
Meski begitu, ada catatan klasik yang sulit diabaikan. Saat dipacu, mobil ini tetap terasa bergetar dan kurang halus, sementara kekurangan tenaga sering ditutup pemiliknya dengan turbo aftermarket berukuran besar yang kemudian menjadi pemandangan umum di kalangan modifikasi.
Akhir usia dan warisan yang bertahan
Pada masa akhir penjualannya, 240SX bergeser ke arah karakter yang lebih dewasa dan kurang liar. Generasi terakhir bahkan disebut seperti mobil yang sedang menuju masa pensiun, sementara penjualan yang melemah ikut menutup perjalanan Silvia dan saudara-saudaranya di pasar Amerika pada 1998.
Meski produksinya sudah lama berakhir, nama 240SX masih membuat banyak penggemar berbinar. Mobil ini dikenang bukan sebagai coupe paling cepat, melainkan sebagai paket paling pas di tengah: cukup ringan, cukup seimbang, cukup komunikatif, dan cukup khas untuk bertahan lama di budaya mobil performa Jepang.









