Xpeng Kehilangan Kepala Produk Robotnya, Target Produksi Massal 2026 Makin Menegangkan

Kabar kepergian Shi Xiaoxin dari lini robotika Xpeng datang di saat yang paling sensitif. Perusahaan itu sedang berpacu menuju target memproduksi massal robot humanoid Iron pada akhir 2026, sehingga perubahan di posisi inti ini langsung menarik perhatian industri.

Shi bukan figur biasa di proyek tersebut. Ia disebut sebagai kepala produk inti robotika Xpeng dan termasuk veteran yang membangun sistem produk humanoid Iron dari nol, sejak fase awal hingga tahap persiapan produksi massal.

Pergantian yang datang di tengah akselerasi

Menurut laporan 36Kr, Shi Xiaoxin mengundurkan diri awal bulan ini setelah bekerja di departemen robotika Xpeng selama 1.675 hari. Masa kerjanya mencakup fase integrasi awal bisnis robotika dan seluruh proses ketika tim itu resmi masuk ke dalam Xpeng Group.

Sumber yang sama menyebut Shi ikut membentuk produk humanoid Xpeng dari awal, lalu menyaksikan perkembangan Iron dari beberapa iterasi prototipe sampai ke persiapan produksi massal. Saat ini, Xpeng belum mengumumkan pergantian personel inti tersebut secara resmi.

Kepergiannya terasa mendadak karena Shi masih aktif di forum akademik dan industri belum lama ini. Pada Mei, ia menjadi dosen tamu di ShanghaiTech University dan memaparkan konsep desain produksi massal robot humanoid Xpeng di depan publik.

Peran penting dalam strategi Iron

Dalam posisi sebagai kepala produk, Shi bertanggung jawab penuh atas definisi seluruh seri produk Iron. Ia juga mengawal penggunaan Iron sebagai pemandu belanja di gerai Xpeng, langkah yang membuka jalur uji komersial lebih awal.

Latar belakangnya juga memperkuat perannya di bisnis ini. Shi memiliki gelar sarjana ilmu komputer dari Nanjing University dan gelar master IT dari University of Technology Sydney, serta sudah lama terlibat dalam sektor robot layanan komersial di luar negeri.

Ia sebelumnya memimpin proyek penerapan robot di berbagai pameran teknologi internasional. Laporan itu juga menyebutnya sebagai salah satu veteran industri paling awal di China yang menekuni interaksi humanoid dan penerapan produk.

Shi bergabung dengan bisnis robotika Xpeng sekitar 2021. Perannya semakin penting setelah Xpeng mengakuisisi Pengxing Intelligence dan menetapkan peta jalan riset dan pengembangan Iron pada 2023.

Target 2026 menjadi ujian utama

Tahun 2026 dipandang sebagai tahun krusial bagi Iron. Xpeng menargetkan produksi massal skala besar untuk robot humanoid canggih itu pada akhir tahun ini, sehingga stabilitas tim inti menjadi faktor penting.

Untuk menopang rencana tersebut, Xpeng sudah mengambil langkah besar pada awal tahun ini. Perusahaan membangun basis produksi massal full-chain pertama di industri robot humanoid di Guangzhou.

Fasilitas itu mencakup area sekitar 110.000 meter persegi. Pabrik tersebut dirancang untuk menangani seluruh proses, mulai dari validasi riset dan pengembangan, produksi percobaan skala kecil, hingga manufaktur skala besar.

Di sisi teknologi, Xpeng juga mencatat kemajuan penting pada Januari. Perusahaan meluncurkan prototipe robot ET1 versi pertama yang dikembangkan dengan standar otomotif.

Pada November 2025, Xpeng memperkenalkan generasi baru Iron. Robot itu sempat menarik perhatian luas setelah tampil berjalan di catwalk dengan gerakan yang natural, halus, dan postur manusia yang sangat realistis.

Generasi baru Iron dibekali baterai all-solid-state dan tiga chip Turing AI buatan Xpeng sendiri. Total daya komputasinya mencapai 2.250 TOPS, dan sistemnya terintegrasi dengan model besar VLA generasi kedua yang memberi kemampuan interaksi kompleks.

Mencermati arah berikutnya

Nasib Shi setelah keluar dari Xpeng masih belum jelas. 36Kr mengutip beberapa sumber independen yang menyebut ia belum punya niat kuat untuk segera mencari pekerjaan baru.

Laporan itu juga menyebut Shi telah menolak undangan dari sejumlah perusahaan robotika besar dan produsen mobil baru. Untuk jangka pendek, ia disebut akan menghentikan pencarian karier dan memprioritaskan istirahat pribadi.

Perpindahan talenta di bidang embodied AI memang sedang terjadi. Sebelumnya, mantan kepala autonomous driving Xpeng, Li Liyun, bergabung dengan startup robotika China EngineAI pada April.

EngineAI sendiri didirikan oleh pengusaha serial Zhao Tongyang pada 2023. Perusahaan itu mengumumkan putaran pendanaan Seri B pada April tahun ini, yang mendorong valuasinya melampaui 10 miliar yuan atau sekitar 1,48 miliar dolar AS.

Source: cnevpost.com
Exit mobile version