
Minat konsumen Toyota terhadap SUV listrik di Indonesia saat ini terlihat lebih condong ke bZ4X ketimbang Urban Cruiser EV. Padahal, keduanya bermain di segmen yang sama dan kini ditawarkan dengan rentang harga yang makin berdekatan.
Sinyal itu disampaikan Chief Executive Officer Auto2000 Anton Jimmy Suwandi berdasarkan informasi yang diterimanya dari jaringan penjualan. Menurut dia, mayoritas konsumen yang datang justru langsung mengarah ke bZ4X.
Kehadiran Urban Cruiser EV memang menambah pilihan mobil listrik Toyota di pasar domestik. Model yang diimpor dari India itu kini berdampingan dengan bZ4X yang sudah lebih dulu hadir dan sekarang dirakit lokal di pabrik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia.
Anton mengatakan ada beberapa alasan yang membuat bZ4X masih lebih menarik bagi konsumen. Faktor yang paling menonjol adalah status produksi lokal, tingkat pengenalan model yang lebih dulu terbentuk, serta posisi harga yang kini tidak terpaut jauh.
Ia menyebut selisih harga kedua model itu tidak sampai Rp 100 juta. Dengan jarak harga yang tipis, konsumen disebut tetap banyak memusatkan perhatian pada bZ4X.
Harga yang makin berdekatan
Saat pertama kali dipasarkan di Indonesia, bZ4X masih berstatus completely built up atau CBU. Ketika itu, SUV listrik tersebut dibanderol sekitar Rp 1,2 miliar.
Setelah dirakit secara lokal, bZ4X mendapat insentif pajak berupa PPnBM. Dampaknya, harga model ini turun signifikan menjadi Rp 799 juta on the road Jakarta.
Di sisi lain, Urban Cruiser EV saat ini dipasarkan dengan harga Rp 759 juta OTR Jakarta. Artinya, selisih harga keduanya kini hanya sekitar Rp 40 juta.
Kondisi itu membuat perbandingan antara dua SUV listrik Toyota menjadi semakin menarik. Urban Cruiser EV memang lebih murah, tetapi bZ4X justru dinilai tetap lebih kuat di mata konsumen.
Anton menilai posisi bZ4X terbantu oleh citra yang sudah terbentuk sejak awal. Menurut dia, model ini lebih dikenal lebih dulu sehingga konsumen cenderung langsung menempatkannya sebagai pilihan utama.
Ia juga menyinggung perubahan posisi harga bZ4X yang cukup drastis. Dari model yang sebelumnya berada di atas Rp 1 miliar, bZ4X kini turun ke level yang mirip dengan Urban Cruiser EV setelah dirakit lokal dan mendapat subsidi PPnBM.
Beda karakter produk
Meski sama-sama SUV listrik, karakter dua model ini sebenarnya berbeda cukup jelas. Perbedaan itu terlihat dari pendekatan desain yang ditawarkan Toyota kepada konsumen.
Urban Cruiser EV mengusung desain SUV perkotaan yang lebih konvensional. Proporsinya kompak, memakai overfender tegas, dan tampil dengan wajah depan khas Toyota yang memberi kesan sporty.
Pendekatan itu membuat Urban Cruiser EV terlihat lebih mudah diterima oleh pembeli yang menginginkan desain SUV pada umumnya. Tampilan seperti ini biasanya dekat dengan selera konsumen yang belum ingin beralih ke gaya mobil listrik yang terlalu berbeda.
Sebaliknya, bZ4X tampil dengan bahasa desain yang lebih futuristis. Model ini mengusung karakter kendaraan listrik modern dengan garis bodi yang lebih lebar dan rendah.
Tampilan depannya memakai grille yang minimalis. Siluet bodinya juga dibuat lebih aerodinamis, sehingga memberi identitas yang lebih kuat sebagai mobil listrik.
Perbedaan karakter ini membuat pilihan konsumen tidak semata ditentukan oleh harga. Ada pembeli yang mungkin tertarik pada pendekatan desain Urban Cruiser EV yang lebih familier, tetapi ada pula yang melihat bZ4X sebagai representasi SUV listrik Toyota yang lebih menonjol.
Produksi lokal jadi nilai tambah
Dalam penilaian Anton, faktor produksi lokal menjadi salah satu pendorong utama minat terhadap bZ4X. Status itu bukan hanya berdampak pada harga, tetapi juga memberi persepsi nilai yang lebih kuat di pasar.
Ketika Urban Cruiser EV mulai masuk, bZ4X pada saat yang sama sudah berada dalam fase baru sebagai model rakitan dalam negeri. Momentum itu membuat bZ4X ikut menikmati penyesuaian harga yang membuat posisinya semakin kompetitif.
Karena itu, persaingan dua SUV listrik Toyota ini tidak sekadar soal model baru melawan model lama. Justru, bZ4X datang dengan bekal baru berupa harga yang jauh lebih rendah dibanding saat awal meluncur.
Di tengah tambahan pilihan dari Urban Cruiser EV, kecenderungan konsumen belum bergeser signifikan. Menurut Anton, pembeli Toyota saat ini tetap lebih banyak melirik bZ4X dibandingkan Urban Cruiser EV.
Situasi ini menunjukkan bahwa pengenalan merek, momentum produksi lokal, dan penyesuaian harga masih menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian mobil listrik. Untuk saat ini, kombinasi ketiga hal itu tampaknya masih menjadi keunggulan utama bZ4X di dalam lini SUV listrik Toyota.
Source: otomotif.kompas.com








